
Dua hari berlalu hari ini Aiden bangun dari tidurnya, ia melihat Vee sudah tidak ada di samping nya. Aiden hanya melihat putranya yang sedang berceloteh sendirian.
"Morning boy." Ucap Aiden.
"Ta_ta_ta." Celoteh baby Varo.
"Apa ini ta-ta-ta hmmm." Ucap Aiden.
Aiden bermain dengan Varo hingga tak lama kemudian Vee datang dengan secangkir teh, Aiden menoleh ke arah pintu dan melihat istrinya yang masuk kedalam kamar.
"Mommy darimana mommy kok Varo nya ditinggal." Ucap Aiden.
"Mommy nya habis membuat teh untuk Daddy nya Varo." Balas Vee.
"Waaah enak dong." Ucap Aiden tersenyum manis.
"Enak lah." Balas Vee ikut tersenyum manis.
"Kita pergi ke makam kakek kamu ya sayang." Ucap Aiden tiba-tiba, Vee tertegun ya memang sudah sangat lama sekali Vee tidak mengunjungi makam kakek nya.
"Kamu gak ke kantor memangnya?" Tanya Vee.
"Ke kantor setelah dari makam, nanti kamu dan Varo juga ikut aku ke kantor ya." Jawab Aiden, Vee tersenyum dan mengangguk.
"Yasudah kalau begitu kamu mandi dulu aku juga mau mandiin Varo." Ucap Vee.
"Kiss dulu sayang." Ucap Aiden.
"Enggak mau kiss Daddy nya masih bau belum mandi." Ucap Vee tertawa kecil.
"Mommy Kiss dulu." Ucap Aiden, berusaha meraih tangan Vee.
"Enggak Daddy jangan." Pekik Vee.
"Kiss." Ucap Aiden.
"Haha Daddy." Pekik Vee, Aiden memeluk pinggang ramping Vee.
Kini keduanya saling bertatapan Vee menatap mata Aiden dan Aiden juga menatap mata indah Vee, wajah Aiden dan Vee semakin mendekat hingga b*b*r keduanya menempel.
Vee terbawa suasana akibat kelakuan suaminya, sementara Aiden ia memang ingin melakukan itu dengan Vee.
"Emmm udah." Ucap Vee terengah-engah.
"Lagi." Goda Aiden, Vee mencomot bibir suaminya.
"No kamu mandi dulu sayang." Ucap Vee, Aiden mengerucutkan bibirnya.
"Sayang." Lirih Aiden.
"Aduh-aduh bayi gede nya aku, yuk aku mandiin yuk." Goda Vee, membuat mata Aiden membulat.
"Eh, jangan dong nanti bukannya mandi malah adu kekuatan." ujar nya tertawa kecil, Vee juga ikut tertawa kecil.
__ADS_1
"Yasudah mandi sana." Ucap Vee.
"Oke." Balas Aiden, Vee tersenyum dan menatap kepergian suaminya.
Vee menatap Varo yang menatap nya dengan mata bulat, Vee gemas dan menciumi wajah tampan putranya.
"Aduh anak mommy mandi dulu yu nak yu." Ucap Vee, ia mengangkat tubuh mungil Varo.
"Sayang sudah belum anak nya mau mandi ini." Ucap Vee.
"Sini aku yang mandiin saja sayang." Ucap Aiden.
"Enggak ya nanti bisa beda cerita kalau kamu yang mandiin Varo." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil mendengar perkataan istrinya.
Setelah Aiden dan Varo selesai mandi dan Vee sudah selesai bersiap-siap, mereka memutuskan untuk turun ke bawah untuk sarapan.
"Morning jagoan Buna." Ucap mom Dea, saat melihat baby Varo.
"Morning more Buna." Ucap Vee menirukan suara anak kecil.
"Mau kemana ini kesayangan nya mommy, kalian mau kemana hmm?" Ucap mom Dea.
"Jadi gini mom ai mau ajak Vee dan Varo ke makam mom." Ucap Aiden.
"Ke makam?" Tanya mom Dea.
"Iya ke makam kake nya Vee." Jawab Aiden, mom Dea mengangguk dan tersenyum.
"Kalian hati-hati ya sayang." Ucap dad Justin, membuat Aiden dan Vee tersenyum.
"Yasudah kalian sarapan dulu." Ucap dad Justin, Aiden mengangguk dan menyantap makanan nya dengan tenang.
Setelah selesai sarapan Vee dan Aiden pun pamit kepada mom Dea, Aiden melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kamu kenapa dari tadi ko diem aja." Ucap Aiden, Vee menoleh menatap Aiden.
"Aku keinget papi sayang." Ucap Vee, Aiden menatap Vee ia tahu bagaimana perasaan Vee.
"Kamu kangen papi hmmm?" Tanya nya lagi, Vee mengangguk dan Aiden tahu bagaimana pun perilaku papi Vee, tetap saja lelaki itu adalah papi dari istrinya.
"Aku gak tau bagaimana keadaan papi sekarang, bahkan aku juga tidak tahu dimana papi berada." Lirih nya, air mata Vee menetes. Ini kali pertama Vee menangis karena merindukan papi nya, ya mungkin Vee berpikir jika papi tetap lah papi tidak ada yang bisa merubah itu.
"Kamu tenang ya nanti aku akan mencari keberadaan papi kamu, semoga saja papi baik-baik saja." Ucap Aiden, Vee mengangguk ia mengelus pipi gembul Varo.
"Kamu gak apa-apa cari tahu tentang papi?" Tanya Vee, Aiden mengangguk dan tersenyum.
"Tidak apa-apa sayang semuanya akan aku lakukan untuk kamu." Ujar nya, Vee tersenyum manis kepada Aiden.
Kini mereka tiba di parkiran Vee dan Aiden turun dari mobil, Aiden dan Vee berjalan menuju makam kake nya.
(Kake Vee datang kek Vee kesini bersama dengan Aiden, suami Vee laki-laki pilihan pilihan kakek. Vee kangen kakek, dan ya Vee ini anak Vee dan Aiden ini baby Varo cicit nya kakek.) Batin nya, Vee menitihkan air matanya saat melihat batu nisan yang bertuliskan nama kake nya.
Aiden dan Vee berdoa untuk kakek Vee, sementara itu di tempat lain terlihat Axel.yanh sedang memijat pelipisnya.
__ADS_1
"Ada yang lagi pusing mikirin Tiana kaya nya." Goda Azka, Axel menatap tajam Azka setelah Alexi apakah sekarang Azka.
"Tiana Tiana terus, bisa gak sih kalian gak bahas Tiana." Ucap Axel.
"Enggak bisa El kalau kata Alexi mah masa calon ipar gak di bahas." Ucap Azka.
"Azka tutup mulut kamu atau aku akan menyumpalnya." Ucap Axel.
"Yaelah El galak amat kamu, lagian Tiana juga cantik El gak kalah jauh lah dari Alea." Ucap Azka.
"Si kampr*t." Sengit Axel melempar pulpen kepada Azka.
"CK, santai bro. Lagian kan Aleta dan Tiana sudah dekat El bisa akur kan kakak dan istri." Ucap Azka lagi.
"Serius ya kenapa Aleta bisa mau sama kamu, apa yang dia lihat dari kamu Azka Artadinata." Kesal Axel.
"Ya aku ganteng baik, kaya tidak ada yang salah jika Aleta jatuh cinta kepada saya." Ucap Azka.
"Kelilipan kaya nya Aleta bisa cinta sama kamu." Ucap Axel.
"Si*lan kamu El, bisa-bisanya saya punya adik ipar kaya kamu." Ucap Azka.
"Adik ipar palamu pitak usia kita saja hampir sama." Ucap Axel, Azka tertawa benar juga apa yang dikatakan oleh Axel.
"Biar usia kita hampir sama tetap saja saya maju satu langkah daripada kamu." Ucap Azka, Axel menggelengkan kepalanya Azka benar-benar membuat Axel emosi.
Namun percayalah kedua orang itu sebenarnya saling menyayangi dan menghargai, hanya saja sedang bercanda mangkanya mereka seperti itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
A**: Maaf ya guys kemarin part Anes semua, karena kan disini belum ada yang tau Anes nikah. Itu juga hanya flashback saja ko. 🙏*
N: Iya gak apa-apa kok Thor, btw gue pen punya suami kaya Aiden woylah 😭
A: Mari berdoa semoga suami kita seperti Aiden 😂
N; Mari Thor 😂😂
__ADS_1