
Waktu begitu cepat berlalu hari berganti hari, Minggu berganti Minggu dan bulan berganti bulan. Kini di sebuah rumah sakit terlihat seorang wanita yang sedang berjuang untuk buah hatinya, tak hanya itu sang suami yang memegang erat tangan nya dan selalu memberikan semangat kepada nya.
"Ai aku gak kuat lagi ai." Teriak Vee, ya itu adalah Vee istri dari Aiden.
Pagi tadi saat bangun dari tidurnya Vee di kejutkan dengan kasur dan selimut yang sudah basah, ia pikir dirinya ngompol tapi setelah di pikir-pikir tidak mungkin jike vee mengompol.
Vee langsung membangunkan Aiden yang masih terlelap di samping nya, dan Aiden yang tidak tahu apa-apa buru-buru memanggil sang mommy dan adik iparnya Alea.
Melihat banyaknya air ketuban Vee mom Dea pun memutuskan untuk membawa Vee ke rumah sakit, dan berakhir lah dengan informasi jika Vee akan melahirkan hari ini.
"Sayang kamu kuat ya kamu harus kuat, aku Varo dan baby sangat membutuhkan kamu." Ucap Aiden, tanpa sadar matanya berkaca-kaca menatap Vee yang kesakitan.
"Hiks... Mommy sakit mom." Teriak Vee.
"Nona jangan berteriak nanti kehabisan tenaga, di tahan sebentar lagi oke." Ucap dokter.
"Dok ini bayi nya udah gak bisa sabar lagi dok tolong." Teriak Vee.
"Sayang sabar hey jangan seperti ini." Ucap Aiden, Vee menarik tangan Aiden dan mengigit nya.
"Sakiiiit." Pekik Vee menggigit tangan Aiden, sementara Aiden hanya bisa meringis saja karena tangan nya yang di gigit oleh Vee.
"Tahan sayang tahan." Ucap Aiden, dokter yang membantu Vee melahirkan pun tertawa geli melihat kelakuan Vee dan Aiden.
"Ayok nona tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan." Ucap dokter itu.
"Huh-huh aaaaaaa." Teriak Vee mengedan, sementara di luar ruangan terlihat mom Dea dan Alea yang saling menguatkan.
"Mom kenapa lama sekali kak Vee baik-baik saja kan." Ucap Alea.
"Sayang tenang ya kakak kamu pasti baik-baik saja." Ucap mom Dea.
"Semoga saja mom." Lirih Alea.
"Kita berdoa semoga ibu dan bayi nya selamat dan sehat." Ucap mom Dea, Alea mengangguk dan duduk menunggu kabar baik dari Vee dan Aiden.
"Baik terus nona pelan-pelan saja jangan terburu-buru." Ucap dokter.
"Dok saya sudah tidak kuat lagi." Lirih Vee.
__ADS_1
"Tidak nona anda kuat, anda sangat kuat ayok kepala bayi nya sudah mulai terlihat ayok nona semangat saya membantu anda dari sini." Ucap dokter, Vee memejamkan matanya dan menarik nafas.
"Aaaaaa." Setelah teriakan panjang Vee, terdengarlah suara tangisan bayi yang menggema di dalam ruangan itu.
"Syukurlah bayinya sudah lahir nona." Ucap dokter, Vee menatap bayi yang masih penuh dar*h.
"Ai bayi kita." Lirih Vee, air matanya mengalir.
"Iya sayang terimakasih karena sudah melahirkan nya untukku, terimakasih sudah menjadi mommy yang hebat untuk kami." Ucap Aiden, Vee mengangguk Vee tidak sadar jika penampilan suaminya saat ini sudah sangat berantakan.
...
Vee dan bayinya sudah selesai di bersihkan dan kini Vee sudah di bawa ke ruang VVIP rumah sakit, Alea menatap bayi perempuan yang terlihat cantik dan mungil itu.
"Cantik sekali ciptaannya." Gumam Alea.
"Benar sekali dia sangat canti dan lucu." Ucap mom Dea.
"Kalian sudah menyiapkan nama bayi nya?" Tanya dad Justin.
"Sudah dad." Ucap Aiden.
"Siapa namanya ai?" Tanya mom Dea.
"Cantik sekali namanya." Ucap Alea.
"Tentu saja cantik, bukankah mommy nya juga sangat cantik." Ucap Vee percaya diri.
"Cih kau terlalu percaya diri." Ucap Alea, dad Justin, Vee, Aiden, Alexi dan mom Dea tertawa mendengar perkataan Alea.
"Tapi bukankah itu faktanya." Ucap Vee.
"Yaampun baby Vella kasihan sekali kamu nak, baru lahir sudah di buat tertekan oleh mommy kamu." Ucap Alea, membuat mom Dea terkikik geli.
"Sayang sudah jangan marah lagi, jadi kapan kita akan membuat Vella versi kedua?" Ucap Alexi, Alea menghela nafasnya.
"Biarkan aku bernafas sejenak sayang." Ucap Alea, semua orang kembali tertawa.
Kebahagiaan sangat menyelimuti keluarga Justin dan Dea dengan kelahiran Vella, Vee dan Aiden berharap putri nya akan menjadi wanita baik dan lemah lembut.
__ADS_1
Vee juga berharap setelah besar nanti Vella jangan seperti dirinya yang bar-bar, namun jika bar-bar karena kebenaran itu bukan sebuah kesalahan.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aiden
Vee
Babby Vella
Alexi
Alea
#End (Tamat)
__ADS_1
***Haii readers 🤗 thanks for all, kaya nya ucapan makasi aja gak cukup dari aku untuk kalian. Ahhh aku lega akhirnya tamat juga 😁 so guys terus support aku ya jangan bosen suport karyaku, and aku minta maaf karena suka lama up. oiya aku pengen bikin cerita beda biar ga bosen bahas keluarga Rio Mulu 😂 dari jaman kakek nenek sampe ke cucu" awet ya gaes ya 😁
Intinya makasi jangan lupa nanti untuk mampir di karya baru aku 🙏***