Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 147


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Anes tiba di tempat tujuan lelaki itu, Anes menoleh kebelakang dan menatap lelaki itu dengan datar.


"Berikan nomor ponsel mu." Ucap nya, Anes menghela nafasnya dan menatap lelaki itu.


"Untuk apa?" Tanya Anes.


"Tentu saja untuk menghubungi kamu jika aku sedang membutuhkan supir." Jawab nya, Anes menggeram kesal.


"Menyebalkan sekali." Gumam Anes, namun akhirnya Anes memberikan nomor ponselnya.


"Baiklah, akan kuhubungi jika aku butuh kamu." Ucap nya, Anes hanya memutar bola matanya malas.


Setelah lelaki itu keluar dari mobil nya Anes buru-buru pergi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia ingin segera pergi dari tempat lelaki itu.


"Benar-benar menyebalkan sekali, dia pikir dia siapa bisa berbuat seenaknya." Gumam Anes, ia memutuskan untuk pergi ke sebuah cafe untuk menenangkan pikirannya.


Sementara itu di tempat lain terlihat Aleta yang sedang berjalan menuju ruang kerja nya, saat Aleta sedang berjalan seseorang menarik kerah kemeja yang di kenakan Aleta.


"Aassshhh." Desis Aleta.


"Hai." Sapa Azka, Aleta menatap Azka tajam.


"Titan, lepas ish." Pekik Aleta, Azka tertawa melihat wajah kesal Aleta.


"Kenapa, lepaskan saja jika kau bisa." Kekeh Azka, Aleta mendengus bagaimana bisa. Azka memegang kerah belakang kemeja Aleta.


"Bagaimana aku bisa melepaskan nya." Sengit Aleta, ia berusaha untuk menarik tangan Azka.


"Ta jangan di tarik-tarik nanti kancing baju kamu lepas." Ucap Azka, membuat Aleta menutup dada nya dengan refleks.


"Jangan macem-macem Titan, pergi kamu." Ucap Aleta.


"Tidak macam-macam, aku hanya melakukan satu macam saja." Ucap Azka, lelaki itu mencodongkan wajahnya kepada Aleta.


"Apa yang kamu lakukan." Ucap Aleta menjauhkan wajah nya dari Azka.


"Bukankah melakukan satu macam." Ucap nya, ia senang sekali mengerjai Aleta.


"Ti_tidak jauhkan wajahmu." Ucap Aleta, mendorong kening Azka.


"Ada apa kau takut." Ledek nya.


"Tidak, untuk apa aku takut." Balas Aleta, wanita itu menolehkan wajahnya kesamping.


"CK, lalu kenapa wajahmu merona." Goda Azka, Aleta menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Tidak, mana ada merona." Ucap Aleta.


"Pipimu merah seperti tomat." Ucap Azka menunjuk pipi Aleta.


"Cukup Titan aku bisa g*la jika terus berbicara dengan kamu." Ujar nya, Aleta berjalan pergi meninggalkan Azka yang menertawakan nya.


Sementara itu di tempat lain terlihat Alexi yang sedang fokus dengan pekerjaannya, lelaki itu seperti tidak peduli dengan hal yang lain selain pekerjaan nya.


Bahkan Alexi tidak menyadari jika mommy masuk kedalam ruang kerja nya, mommy Dea tersenyum dan memegang pundak putranya.


"Mom." Ucap Alexi.

__ADS_1


"Sepertinya putraku ini benar-benar titisan Daddy nya, sampai tidak menyadari jika mommy masuk kedalam ruang kerja kamu." Ucap mom Dea, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan mommy nya.


"CK, tidak seperti itu tentunya." Kekeh Alexi.


"Lalu seperti apa hmmmmmm, kau bahkan jarang sekali untuk pergi menemui Alea." Ucap mom Dea.


"Mom Alea dan aku sama, kami berdua sibuk bekerja." Ucap Alexi.


"Yaaaaaaaakkkkk, jika kalian berdua sama-sama sibuk bekerja lalu kapan mom akan mendapatkan menantu baru." Ucap mom Dea, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan konyol mommy nya.


"Apakah mommy ingin mengoleksi menantu? Kenapa ingin sekali memiliki banyak menantu." Ucap Alexi.


"CK, anak nakal. Aku hanya ingin melihat anak-anakku bahagia bersama pasangannya." Ucap mom Dea, Alexi bangun dari duduknya dan memegang kedua bahu mommy nya.


"Mom aku dan anak-anakmu yang lain sudah bahagia, apalagi yang mommy harapkan." Ucap Alexi, mom Dea mendecih kepada putranya.


"Kamu itu selalu salah menjawab setiap perkataan mommy." Ucap nya, Alexi tertawa ia memang suka sekali menjawab perkataan mommy nya.


"Maafkan aku." Kekeh Alexi, mom Dea pun ikut tertawa atas kelakuan putra bungsu nya.


Di kediaman Justin terlihat Aiden yang kembali lebih awal, ia pulang untuk mengantar pesanan istrinya.


Ya, saat Aiden baru saja selesai meeting ia mendapat pesan dari Vee istrinya. Jika Vee sedang menginginkan rujak.


"Sayang." Panggil Aiden.


Vee yang saat itu berada di dalam kamar berlari kecil karena mendengar suara suaminya, Aiden yang melihat Vee berlari ke arah nya berjalan cepat dan memeluk Vee.


"Jangan berlari sayang nanti kamu jatuh." Ujar nya.


"Ada apa kenapa kamu berlari?" Tanya nya.


"Tidak apa, aku hanya senang saat mendengar suara kamu." Ucap Vee, Aiden menyentil dahi istrinya.


"Akkkhhh, sakit." Pekik Vee, Aiden tersenyum gemas.


"Jangan melakukan hal-hal yang membahayakan lagi." Ucap Aiden, Vee mengangguk menuruti perkataan suaminya.


"Baiklah tuan muda aku tidak akan melakukan itu lagi." Ucap Vee menangkup wajah tampan suaminya, Vee mendekat kan wajah nya dengan Aiden dan mengecup b*b*r Aiden.


Aiden cukup terkejut dengan tingkah Vee, sebelum ada yang melihat keduanya dengan cepat Aiden mengangkat tubuh Vee ke kamar nya.


Aiden merebahkan tubuh istrinya di atas tempat tidur, setelah itu menatap wajah cantik istrinya.


"Ada apa hmmmmmm?" Tanya Aiden, Vee menatap Aiden dengan lembut.


"Aku hanya merindukan kamu." Lirih nya memeluk Aiden erat, lelaki itu tertawa kecil mendengar perkataan Vee.


"Sayang kita setiap hari bertemu kenapa kamu merindukan aku." Kekeh nya.


"Memangnya kenapa jika setiap hari bertemu, apakah aku tidak boleh merindukan kamu?" Ucap Vee, mood Vee benar-benar aneh dan selalu membuat Aiden terkejut akan hal itu.


"Tentu saja boleh, siapa yang berani melarang nona muda Abrisham." Ucap Aiden mengedipkan matanya, Vee tertawa dan menarik hidung mancung suaminya.


"Araaagghhh, sakit sayang." Pekik Aiden.


"Lihatlah Daddy mu ini sayang, bukankah sangat menggemaskan." Ucap Vee, Aiden tersenyum lalu menurunkan tangan nya untuk mengelus perut buncit Vee.

__ADS_1


"Daddy mu memang menggemaskan sayang, selain itu juga Daddy kamu ini sangat tampan." Ucap Aiden bangga, Vee memutar bola matanya malas.


"Sangat percaya diri sekali anda." Ucap Vee, Aiden menatap Vee dengan wajah cool nya.


"Tentu saja harus percaya diri, jika tidak aku tidak akan bisa menaklukkan hati seorang Veronica bukan." Ujarnya.


"Cih, tidak harus seperti itu. Aku jadi curiga jangan-jangan kamu selalu tebar pesona di kantor." Ucap Vee mendelik tajam kepada Aiden.


"Tentu saja tidak, tanpa aku tebar pesona pun mereka pasti sudah terpesona denganku." Ucap nya, Vee mencubit gemas pipi Aiden.


"Katakan sekali lagi." Ucap nya, Aiden tertawa lalu mengecup kening Vee.


"Tidak." Ujar nya.


"Berani kau macam-macam, maka tidur diluar saja." Ucap Vee, Aiden kelabakan.


"CK, tidak aku tidak akan macam-macam. Lagipula aku tidak ingin tidur di luar lagi." Ucap Aiden, ia merasa tidak ingin mengulang kejadian dimana dirinya harus tidur diluar, dan mengorbankan Alexi yang harus menemani nya.


Vee yang mendengar perkataan Aiden pun tertawa, hal utu membuat Aiden ikut tertawa dan mencubit gemas hidung Vee.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Setelah dibuat terazka-azka, lanjot dibuat Bapeureu sama Aiden 😭*


A: Sabar ya mblo yang sabar 😂


N: Gak usah di perjelas jomblo nya juga bisa gak 😒


A: 😂😂😂 Mon maap kelepasan


N: Hilihhh 😒


A: 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2