Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 115


__ADS_3

Keesokan harinya semua orang memutuskan untuk pergi ke tepi pantai, terlihat Anes yang sedang menggandeng Alea. Karena ia tak melihat Aleta keluar kamar pagi itu.


"Nes Aleta mana?" Tanya Adelle, Anes menoleh ke samping kanan dan kiri.


"Lah, aku kira Aleta sama kamu dell." Jawab Anes.


"Sama Vee kali, coba Vee dimana?" Tanya Adelle.


"Vee kan sama bang ai, mana dibiarin dia jalan sendiri tanpa suaminya." Ujar Anes, Adelle pun mengangguk karena memang seperhatian itu Aiden kepada Vee.


Dari kejauhan Arka berjalan mendekati Adelle dan merangkul pinggang Adelle, membuat Anes mencibir kepada sepupunya yang menebar kemesraan.


"Tolong ya ini itu masih pagi, bisa tidak hargai kami yang jomblo." Ucap Anes, membuat Adelle dan Arka tertawa kecil.


"Mon maap ya nes bukan apa-apa, cuma mau ngingetin Alea kan punya nya Alexi dia gak jomblo kaya kamu." Ucap Arka, Anes menepuk dahinya sendiri.


Biasanya ia akan mengatakan seperti itu jika sedang berdua dengan Aleta, tapi Anes lupa jika pagi ini yang di gandeng nya adalah Alea bukan Aleta.


"Haisssh, lupa lagian si Aleta kemana si itu anak. Yakali aku harus gandeng Alea kasian kan Alexi berasa jomblo disana." Ucap Anes, menunjuk Alexi yang sedang berbincang dengan Axel.


Tak lama kemudian Anes melihat Aleta dan Azka yang berlari ke arah nya, Anes mengernyit kenapa Aleta bisa bersama dengan Azka.


"Maaf aku telat ya, kalian pasti nyariin aku." Ucap Aleta, Anes memberikan tatapan mengintrogasi.


"Darimana saja kalian? Kenapa bisa barengan kaya gitu?" Tanya Anes, Aleta mendengus ini semua karena ulah Azka.


"Aku di kunciin di kamar mandi bawah sama si Titan, lagian dia dapet kunci cadangan darimana coba." Kesal Aleta, sementara Azka tertawa puas karena sudah mengerjai Aleta.


"Kamu gak ada kerjaan banget si ka, kenapa gak sekalian kamu karungi terus bawa Aleta ke pulau terpencil." Ucap Anes, membuat Aleta semakin kesal. Bukannya membela Aleta Anes malah mendukung Azka.


"CK, kaga ah berat nes berat." Ucap Azka.


"Gaya berat, bilang aja masih dilema." Ceplos Aiden, membuat Azka menoleh dan menatap Aiden heran.


"Apaan dah bang, jangan ngada-ngada deh." Ucap Azka.


"Yasudah ayok semua orang sudah menunggu di tepi pantai." Ucap Arka, akhirnya merekapun berjalan menuju pantai dengan bersama-sama.


Di pantai Anes dan Aleta berfoto, Axel menatap Anes heran sepupunya itu cantik bukan main. Tapi kenapa sampai sekarang Anes masih jomblo, Alexi menatap Axel yany sedang memperhatikan Anes.

__ADS_1


"Kamu Kenapa xel?" Tanya Alexi.


"Heran." Ucap Axel, membuat Alexi mengernyit.


"Maksudnya?" Tanya Alexi.


"Anes cantik kan, bahkan semua orang yang melihatnya pasti langsung jatuh hati. Tapi kenapa sampai saat ini itu anak masih jomblo, bahkan kaya gak tertarik untuk mencoba pacaran." Ucap Axel, Alexi tertawa kecil mendengar penuturan Axel.


Apakah Axel lupa jika lelaki yang akan mendekati Anes pasti minder dengan kehadiran para saudara lelaki nya, tidak hanya Anes bahkan Aleta juga seperti itu.


Bedanya Aleta tak memiliki hubungan darah dengan Arka dan Azka, berbeda dengan Anes semua sepupu lelaki di keluarga Artadinata dan Abrisham adalah saudara nya.


"Gimana mau dekatin Anes si, orang Anes nya saja menutup diri." Kekeh Alexi, Axel mengangguk andai dia tak memiliki ikatan darah dengan Anes sudah dapat dipastikan jika sekarang Anes sudah menyandang status sebagai istrinya mungkin.


"Iya si, sebelum deketin Anes itu cowok udah minder duluan si pasti." Kekeh Axel, Alexi ikut tertawa.


Lelaki itu menatap Alea yang di rangkul oleh Anes, Alexi senang karena Alea bisa beradaptasi dengan baik.


Setelah selesai berfoto-foto Alexi menggandeng tangan Alea dan mengajak nya duduk bersama dengan Vee juga Aiden, Vee tidak banyak bergerak karena Aiden takut jika Vee akan kelelahan.


"Sudah selesai mainnya?" Tanya Vee, Alea mengangguk dan tersenyum.


"Sedikit, kenapa." Jawab Vee.


"Aku ambilkan minum dulu." Balas Alea, gadis cantik itu berjalan mendekati sebuah meja besar dibawah pohon kelapa.


Di meja tersebut ada banyak minuman dan makanan, Alea mengambil minuman dan beberapa makanan tak lupa juga ia mengambil buah untuk Vee.


"Ini diminum." Ucap Alea, memberikan kepada Vee.


"Hmmmmmm, makasih banyak." Ucap Vee, Alea mengangguk membuat Alexi gemas dan mengusap kepala Alea lembut.


"Pemandangan macam apa ini, kenapa semua orang menebarkan kemesraan." Ucap Anes dan Aleta.


"Dimohon kepada bapak Justin dan bapak Julian, bisa tidak anak gadis nya di kurung dulu. Sangat meresahkan para pasangan yang sedang memadu kasih." Ucap Azka, semua orang tertawa mendengar perkataan Azka.


"Heh Titan, sembarangan dikira kita buah kelapa pake acara di karungi." Sengit Aleta.


"Sabar ta, dia lupa kalau disini dia gak bawa pasangan." Ucap Anes, Aleta tertawa puas mendengar perkataan Anes.

__ADS_1


"CK, bener si kasian gimana kalau disana pacar nya lagi jalan-jalan sama cowok lain." Goda Aleta.


"Ya gak apa-apa, aku juga disini lagi jalan sama kamu." Ucap Azka nyeleneh.


"Titan gak ada cewek lain kah, kenapa harus selalu aku." Kesal Aleta.


"Yang ngeyel ke aku cuma kamu gaada lagi." Kekeh Azka, ah sudahlah Aleta kamu tidak akan menang jika berdebat dengan Azka.


Akhirnya Aleta memutuskan untuk duduk di bawah pohon dan menatap keindahan pantai, ia bercita-cita ingin kembali ke tempat itu jika dirinya sudah menikah nanti.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Dikit dulu, author belum Nemu pencerahan baru 😂*


N: Oke, kita tunggu pencerahan selanjutnya 😁


A: Baiklah dukung teros othor ya gaes 😁


N: Ngokhey 😁

__ADS_1


__ADS_2