
Malam hari Mae meminta Aiden untuk datang ke rumah nya, sejak sore tadi Axel benar-benar tidak keluar dari kamar mungkin karena perdebatan nya dengan Aleta.
"Ai akhirnya kamu datang juga, aunty sudah pusing dengan sikap Aleta dan Axel yang selalu bertengkar." Ucap Mae.
"Tidak masalah aunty mungkin Axel hanya terkejut saja karena kalian tiba-tiba akan melamar Tiana untuk nya, memang tidak mudah menerima orang yang tidak kita cintai." Ucap Aiden, Mae mengangguk dan tersenyum manis.
"Iya aunty tahu, tapi aunty harap kamu mengerti kenapa aunty melakukan ini." Ucap Mae, Aiden mengangguk tentu saja ia tahu dan mengerti.
"Iya ai tahu kok." Ujar nya, Mae mengangguk dan menatap Aiden yang berjalan menaiki anak tangga.
"El." Panggil Aiden, dan saat mendengar suara kakak sepupu nya Axel langsung membukakan pintu kamar nya.
"Ada apa?" Tanya Axel.
"Ada yang ingin aku bicarakan." Ucap Aiden, Axel menghela nafasnya.
"Mami yang meminta kamu untuk kesini?" Tanya Axel, Aiden mengangguk membenarkan pertanyaan Axel.
"Hmmm, sepertinya aku tidak perlu memberi tahu kenapa aku ada disini." Ucap Aiden.
"Bang aku tidak bisa menerima Tiana bukan karena dia seorang cleaning servis, tapi karena aku tidak memiliki prasaan apapun terhadap nya." Ucap Axel.
"Ya aku tahu itu, tapi kamu juga harus tahu bagaimana aku, uncle Jul dan Daddy menikah dengan pasangan kami. Apakah kami sudah saling mencintai? Tidak perlu jauh-jauh kamu lihat Anes bagaimana dia menikah dengan Deandra, tapi dengan berjalannya waktu mereka bisa saling menerima El." Ucap Aiden, Axel tersenyum kecil.
"Ada sesuatu yang aku takutkan." Ucap Axel, Aiden menoleh menatap Axel.
"Apa?" Tanya lelaki itu.
"Bagaimana jika ternyata Tatiana bukanlah orang yang baik, bagaimana jika ternyata wanita itu hanya ingin memanfaatkan keluarga kita saja." Ucap Axel, Aiden tertawa kecil mendengar perkataan Axel.
"Kamu meragukan mami dan mommy? El kau tahu detektif paling handal itu adalah wanita, tidak perlu mengatakan banyak informasi hanya dengan memberi tahu namanya saja mereka bisa mendapatkan banyak informasi sampai ke akar-akarnya." Ucap Aiden, Axel tertawa dan mengingat Anes juga Aleta yang mencari tahu tentang Lolita dan mantan Axel yang kemarin.
Axel dan Aiden berbicara dari hati kehati, Axel tipe orang yang keras kepala sebut saja jika lelaki itu benar-benar menjadi duplikatan Julian.
...
Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu pun tiba, dimana Axel hanya bisa menuruti keinginan orang tua dan keluarga nya.
Di ujung sana terlihat Tatiana yang sedang berdiri satu meja dengan ibunya, Mae berjalan mendekati gadis cantik itu.
__ADS_1
"Nyonya." Lirih Tiana.
"Mami panggil saya mami." Ucap Mae dengan antusias.
"Ma_mami." Lirih nya, Mae tersenyum senang.
Kini mereka duduk di sebuah restoran milik keluarga Abrisham, mama Tiana menatap Axel dengan berkaca-kaca.
"Nak Axel." Lirih nya, Axel mengangguk dan tersenyum pintar sekali acting lelaki itu. Meskipun tidak menyukai Tiana ia tidak memperlihatkan itu di hadapan mama Tiana.
"Iya Tante." Balas Axel.
"Mari silahkan duduk nyonya, Tiana." Ucap mom Dea.
"Ah iya." Ucap Tiana dan mama nya.
"Begini nyonya saya perwakilan dari keluarga ingin menyampaikan niat baik dari orang tua Axel, Mae adik ipar saya sudah sangat menyukai putri anda dan menyayanginya. Jadi kami harap nyonya mau menerima pinangan Axel putra bungsu dari Julian dan Mae." Ucap dad Justin.
"Tapi tuan keluarga kami ini bukanlah keluarga berada seperti keluarga tuan dan nyonya, apa tidak memalukan jika tuan muda Axel menikahi putri saya. Sejujurnya saya merasa senang karena nyonya dan tuan mau menerima putri saya, namun saya memikirkan bagaimana nasib putri saya kedepannya apa kata orang-orang tentang putri saya nanti." Lirih mama Tiana, Axel melihat ketakutan besar dalam mata mama Tiana.
"Nyonya anda tidak perlu khawatir kami akan melindungi Tatiana, kami dan keluarga tidak akan memberikan siapapun untuk menyakiti nya." Ucap Mae, Aleta menatap mami yang berusaha keras meyakinkan mama dari Tiana.
"Nona ini_" Ucap mama Tiana.
"Saya Aleta kakak nya Axel, kita pernah bertemu saat itu anda tidak sadarkan diri dan saya juga Anes membawa anda ke rumah sakit." Ucap Aleta, mama Tiana termenung ia mempertimbangkan apakah putrinya akan bahagia.
"Tuan nyonya saya tidak bisa mengambil keputusan seperti apa, tapi saya menyerahkan semua keputusan kepada putri saya." Ucap mama Tiana.
"Tiana kami tahu ini tidak mudah apalagi mengingat sikap Axel yang dingin, tapi Axel akan kalah jika semua keluarga berada di pihak kamu." Ucap Alexi, membuat Axel mendelik tajam kepada lelaki itu.
"Benar Tiana, kamu percaya saja kepada kami Axel tidak akan pernah berani macam-macam. Jika Axel macam-macam kamu bilang ke papi Julian dan percayalah dia akan langsung bertekuk lutut." Ucap Azka, lihatlah Alexi dan Azka benar-benar memojokkan Axel kali ini.
"Bagaimana sayang?" Tanya mom Mae.
"Aku harap keputusan yang aku ambil ini tepat, kalian sudah terlalu baik kepadaku dan keluarga aku. Aku menerima tuan muda El nyonya, maaf jika keluargaku tidak memenuhi kriteria dalam keluargamu." Ucap Tiana, Mae menitihkan air matanya dan memeluk Tiana dengan lembut.
"Terimakasih sayang terimakasih, mami janji mami akan menyayangi kamu seperti mami menyayangi Aleta kalian berdua akan menjadi putri mami." Ucap Mae, lihatlah Axel hanya bisa menghela nafas pasrah. Lamaran ini di adakan dengan sederhana karena belum pasti jika Tiana akan menerima nya, namun pada akhirnya Axel menang karena Tiana menerima lamaran dari keluarga nya.
"Nak Axel jika nanti kamu dan Tiana sampai menikah, mama mohon jaga dia untuk mama ya nak. Karena hanya Tiana yang mama miliki saat ini, hanya Tiana yang selalu ada dan selalu menyayangi mama." Ucap mama, Axel tertegun membuat para keluarga menatap nya.
__ADS_1
"I_iya Tante saya akan menjaganya." Ucap Axel.
"Mama panggil saya mama." Ucap mama Tiana.
"I_iya ma." Balas Axel, mama tersenyum dan memeluk Axel.
"Pernikahan akan di adakan dua Minggu dari sekarang, dan Tiana segera urus surat pengunduran diri kamu di perusahaan ya nak." Ucap Julian.
"Ha, tapi Tiana masih butuh pekerjaan itu." Ujar nya.
"Kamu adalah tanggung jawab Axel biarkan Axel yang akan memenuhi semua kebutuhan kamu." Ucap Julian, Axel hanya diam ya memang setiap memiliki pasangan Axel selalu menjamin semua kebutuhan pasangan nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Tadinya gue mau ngayal jadi pasangan Axel, eh keburu di terima sama Tatiana sudahlah pasrah saja 😊*
A: Sabar ya Uun sabar 😂
N: Udah sabar bangy gue mah 😌
__ADS_1
A: 😂😂😂