Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 274


__ADS_3

Axel berjalan dengan cepat dan menghampiri Tiana yang masih menunggu kendaraan umum, Axel menarik tangan Tiana hingga wanita itu menoleh.


"Saya antar kamu kerja." Ujar nya, Tiana menatap mata Axel dan tersenyum tipis.


"Gak perlu saya bisa naik angkot." Ucap Tiana.


"Tiana jangan ngeyel." Ucap Axel, Tiana memicingkan matanya menatap Axel.


"Maaf saya bisa pergi sendiri." Ucap Tiana melepaskan tangan Axel yang memegang tangan nya.


"Tiana." Sapa seseorang yang menghentikan mobilnya di depan Tiana.


"Tuan Lion." Ucap Tiana.


"Kamu ngapain disini?" Tanya Lion.


"Saya baru saja menjenguk kakak saya yang melahirkan tuan." Balas Tiana, Lion mengangguk dan tersenyum manis.


"Mau ke toko kan." Ucap Lion, Tiana mengangguk menanggapi perkataan Lion.


"Masuk kebetulan sekali saya juga akan ke toko." Ujar nya, Tiana terdiam ia menatap Axel yang menatap nya dengan tajam.


"Tidak usah saya bisa pergi sendiri." Balas Tiana.


"Tidak apa-apa Tiana kita kan satu arah." Ucap Lionel.


"Tapi_" Lirih Tiana.


"Masuk kita akan pergi ke toko bersama." Ucap Lion, Tiana mengangguk dan masuk kedalam mobil milik Lion.


Axel mengeraskan rahangnya ia akan mencari tahu siapa sebenarnya lelaki itu, dan kenapa dia begitu baik kepada Tatiana.


Sesampainya di toko Tiana turun dari mobil Lion wanita itu menunduk mengucapkan banyak terima kasih kepada anak bos nya, setelah itu Tiana buru-buru pergi ke dalam.


"Tiana kamu bareng dengan pak bos." Ucap beberapa karyawan.


"Iya mbak kita tidak sengaja bertemu." Ucap Tiana, rekan kerja Tiana mengangguk.


"Baiklah tidak apa-apa tapi lain kali kamu harus hati-hati, sebelum kamu ada beberapa karyawan yang juga dekat dengan nya namun_" Ucapan karyawan itu terhenti, karena Lion muncul dan menatap nya.


"Pergilah segera selesaikan tugasmu." Ucap rekan kerja Tiana, Tiana pun mengangguk dan tersenyum manis kepada rekan kerja nya.


Siang hari saat Tiana melayani beberapa pembeli di toko kue nya seorang wanita muncul dan memesan kue, dengan senang hati Tiana pun melayani wanita itu.


"Mbak saya ingin black forest sama red Velvet cake satu ya." Ujar nya.


"Baik nona silahkan tunggu sebentar." Ucap Tiana.


"Sudah selesai?" Tanya seorang lelaki kepada wanita itu.


"Sedang di siapkan." Jawab nya dengan lembut.


"Nona ini kue yang anda mint_" Ucapan Tiana mematung saat melihat Axel yang berdiri di samping wanita itu.

__ADS_1


"Oh terimakasih saya akan membayar nya di kasir." Ucap wanita itu, Tiana mengangguk tanpa bicara.


"Tiana." Lirih Axel, Tiana menatap Axel lalu membuang wajah nya ke arah lain.


"Axel aku sudah selesai." Ucap wanita itu.


"Oh o_ke." Balas Axel, lelaki itu berjalan menghampiri wanita yang berdiri di depan meja kasir.


Tiana berdiri mematung menatap Axel yang pergi dari hadapan nya, Tiana tersenyum getir ternyata selain di pajang di ruang ganti Axel juga menemui wanita itu.


"Kamu kenapa kok dari tadi diem aja." Ucap wanita itu, kita sebut saja namanya nona X.


"Tidak aku tidak apa-apa." Balas Axel.


"Axel apa yang disukai oleh istri kamu?" Tanya nya, Axel menoleh menatap nona X yang tersenyum manis.


"Aku_aku tidak tahu." Balas Axel, wanita itu mengernyit heran menatap Axel.


"Hello bagaimana bisa kamu tidak tahu sementara dia istri kamu." Ucap nya, Axel menghentikan mobilnya secara mendadak.


Ckiiiittttt... Nona X menatap Axel dengan heran, ia mencoba merain tangan Axel namun lelaki itu menepis nya.


"Axel are you ok?" Tanya nona X.


"Apa kita harus mengakhiri semuanya?" Tanya Axel, membuat wanita itu tercengang mendengar perkataan Axel.


"H_hah?" Tanya nya, Axel mengusap wajahnya kasar.


"Apa kau ingin aku mempedulikan istriku? Itu artinya kita harus mengakhiri semua ini." Ucap Axel, wanita itu terlihat menelan saliva nya dengan sulit.


"Jangan bahas ini dulu sekarang aku akan mengantarmu ke hotel." Ucap Axel, wanita itu mengangguk dan tersenyum manis kepada Axel.


...


Tiga hari berlalu hari ini para putra di keluarga Abrisham dan Artadinata pergi ke sebuah restoran, Aiden duduk dengan tenang disana begitupun yang lainnya.


"Dia masih ada disini?" Tanya Aiden meneguk minuman nya.


"Hmmm." Balas Axel, Aiden dan yang lain tersenyum sinis


"Segera minta dia kembali ke kotanya sebelum Anes yang melihat dia." Ucap Aiden.


"Dia akan kembali satu Minggu lagi." Balas Axel, Aiden mengangguk saja menanggapi perkataan Axel.


"Berdoa saja agar Anes tidak datang ke rumah untuk sekarang-sekarang." Ucap Alexi.


"Ada yang tahu kenapa kita semua para putra lebih takut kepada Anes?" Ucap Azka.


"Kau lupa jika Anes sudah marah maka semua keluarga akan berada di pihak nya, Anes akan melakukan apapun untuk keluarga nya." Ucap Arka.


"Benar kenapa semua keluarga hanya ingin berada di pihak nya." Ucap Azka.


"Mana aku tahu tanyakan saja kepada para opa dan Oma kita, mereka yang terlalu memanjakan Anes sampai membuat kita semua takut jika dia kenapa-kenapa dan kita yang akan kena imbasnya." Ucap Aiden, ia mengingat dulu Anes berbuat salah tapi sang mommy malah mengomelinya.

__ADS_1


"Bantu aku agar Anes tidak berkunjung kerumah." Ucap Axel, ia tahu bagaimana kecewa nya Anes saat Axel masih memperhatikan mantan nya dulu.


Dan kini Axel tidak mau Anes akan kecewa untuk kedua kalinya, Arka mengangkat bahu nya saja.


"Aku tidak bisa menjamin itu El, yang aku inginkan malah mengatakan semuanya kepada Anes." Ucap Alexi.


"Benar Anes itu bagaimana pengganti aunty Dena disini." Ucap Azka, sudahlah Axel tidak ada lagi yang bisa membela kamu dengan kesalahan ini.


"Aku membuat Tiana melihat wanita itu secara langsung." Ucap Axel tiba-tiba.


"What?" Tanya semuanya.


"Hmmm, saat x ingin membeli kue aku mengantarkan nya dan aku tidak tahu jika ternyata Tiana bekerja di toko itu." Ucap Axel, Aiden menggelengkan kepalanya.


"Lebih baik segera udahi semuanya El sebelum Tiana benar-benar pergi." Ucap Alexi.


"Aku juga berpikir seperti itu." Ucap Axel, semoga saja Tiana masih memberikan waktu untuk nya.


"Jangan bentak-bentak atau berkata kasar lagi El, Tiana itu wanita baik." Ucap Arka.


"Hmm, aku tahu." Balas Axel, semua saudara nya tercengang.


"Apa kau sudah sadar?" Tanya Alexi polos.


"Apa maksudnya." Sahut Axel.


"Sepertinya kau sudah tobat menjadi seorang baj*ngan." Cibir Arka, membuat Axel mencebikan bibirnya.


Arka dan yang lain benar-benar selalu memberikan kata-kata menusuk untuk Axel, maka dari itu Axel berpikir jika saudaranya seperti itu mungkin karena Axel sudah benar-benar salah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N***: Apakah ini artinya 😂


A: Jangan aneh-aneh Uun 😌

__ADS_1


N: Enggak deng gak jadi 😂


__ADS_2