Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 302


__ADS_3

Keesokan harinya di sebuah perusahaan besar terlihat Aiden yang sedang fokus dengan pekerjaan nya, namun tiba-tiba saja Axel masuk kedalam ruang kerja nya.


"Bang." Panggil Axel.


"Hmmm." Balas Aiden.


"Bang Carl beneran mau balik?" Tanya Axel lagi.


"Dari kabar yang saya dengar si seperti itu." Jawab Alexi.


"Sudah lama juga dia tidak pulang." Ucap Axel.


"Saya tidak peduli." Balas Aiden.


"Loh." Ucap Axel.


"Dia menghilang tiba-tiba disaat saya, Anes, Alexi, kamu, Aleta, Azka dan Arka menikah lalu sekarang dia ingin pulang saat anak-anak kita sudah besar." Ucap Aiden.


"Benar juga kenapa baru sekarang dia pulang." Ucap Axel.


"Entahlah alasannya si kangen sama mommy." Ucap Aiden, Axel mengangguk menanggapi perkataan Aiden.


"Wajar si kalau kangen sama mommy, dia yang di rawat sama mommy dari kecil kan." Ucap Axel.


"Hmmm, saya juga tidak akan melarang Mommy untuk sayang atau dekat dengan Carl, karena bagi mommy Carl adalah putranya dan tidak akan pernah berubah.


"Benar mommy tidak pernah membeda-bedakan antara anak-anak dan menantunya." Ucap Axel, Aiden terdiam mendengar itu.


Dan sore hari di kediaman nya setelah pulang dari kantor Axel terdiam di balkon kamar nya, Tiana menghampiri Axel dan memeluk lelaki itu dari belakang.


"Ada apa?" Tanya nya.


"Tidak ada apa-apa sayang." Balas Axel.


"Sungguh?" Tanya Tiana.


"Sungguh." Jawab Axel, ia membalikkan tubuhnya menatap Tiana


"Sayang." Panggil Axel.


"Hmmm ada apa?" Sahut Tiana.


"Kamu benar-benar menyayangi aku dan keluargaku?" Tanya Axel lagi.


"Tentu saja tidak ada alasan untuk aku tidak menyayangi mereka, selama ini mereka sudah terlalu baik kepada aku." Ucap Tiana, Axel tersenyum dan menc*um b*b*r Tiana dengan lembut.


...


Keesokan harinya di kediaman dad Justin dua nocah laki-laki berlarian menuruni anak tangga, mom Dea sampai memekik kecil karena takut jika kedua cucu nya terjatuh.


"Gavin Varo berhenti berlari nanti kalian jatuh." Ucap mom Dea.


"Tidak Buna kami tidak akan jatuh percayalah." Ucap Varo.


"Benar kami adalah anak-anak yang hebat." Balas Gavin, namun tanpa di duga Alexi dan Aiden berjalan cepat lalu menggendong tubuh mungil putranya.

__ADS_1


"Tidak boleh lari-lari nanti kalau Varo jatuh ganteng nya hilang." Ucap Aiden.


"Gavin jangan lari-lari lagi kalau jatuh nanti wajah nya jelek benjol-benjol." Balas Alexi, Gavin dan Varo pun mengerucutkan bibirnya membuat Aiden dan Alexi tertawa gemas.


"Sarapan dulu setelah itu Daddy akan mengantar kamu ke sekolah." Ucap Alexi.


"Dad nanti pulang nya siapa yang menjemput?" Tanya Gavin.


"Tentu saja mommy kenapa memangnya." Ucap Alexi lagi.


"Tapi aku ingin bermain ke kantor Daddy." Ucap Gavin.


"Sayang Daddy sibuk hari ini jadi Gavin main sama mommy saja oke." Ucap Alea.


"Dad aku pergi sekolah dengan Daddy juga?" Kali ini Varo yang bertanya kepada Aiden.


"Tentu saja memangnya kenapa?" Tanya Aiden.


"Aku kira mommy yang akan mengantar ke sekolah." Ucap Varo, Vee tertawa kecil mendengar perkataan putranya.


"Mommy tidak bisa pergi karena harus membantu Buna di rumah, nanti pulang sekolah Varo pulang bareng Gavin dan mommy Alea gimana?" Ucap Vee.


"Boleh nanti mommy jemput Varo juga ya." Ucap Varo kepada Alea.


"Emmm tentu saja sayang mommy akan menjemput kamu dan Gavin." Ucap Alea,Vee dan yang lain pun tertawa kini mereka sarapan pagi dengan tenang.


Setelah kepergian para putranya Vee dan Alea mulai membantu mom Dea membuat kue kesukaan anak-anak nya, mom Dea berharap sekali jika anak-anak bisa berkumpul.


"Mom kenapa tidak membeli kue di toko langganan mommy saja?" Tanya Vee.


"Tapi di toko kue yang tempat Tiana bekerja juga rasanya tidak kalah enak, maksudku sangat enak." Ucap Alea.


"Benar sekali, atau begini saja sebaiknya mommy istirahat biarkan aku dan Alea yang membuat nya." Ucap Vee, tak lama muncullah Aleta yang datang kerumah mom Dea.


"Mommy." Panggil Aleta dengan sekotak kue kesukaan sang mommy.


"Hai sayang." Sahut mom Dea.


"Kalian sedang apa sepertinya sibuk sekali." Ucap Aleta, setelah putranya pergi ke sekolah wanita itu memutuskan untuk berkunjung kerumah Dea bersama dengan Tiana.


"Kami sedang membuat kue sayang." Ucap mom Dea.


"Kenapa tidak beli saja Vee nanti mommy kecapekan." Ucap Aleta.


"Bukan tidak ingin beli tapi mommy maksa ingin membuat nya sendiri." Ucap Vee.


"Anes Adelle belum kesini?" Tanya Vee lagi.


"Belum mungkin Anes sedang sibuk." Ucap Vee.


"Benar juga apalagi Dean sedang sibuk pergi-pergi ke luar kota dan luar negeri." Ucap Aleta.


"Hmmm, tapi bukankah beberapa waktu lalu katanya nyonya Gavriel sakit?" Ucap Vee.


"Itu karena kelelahan dan karena kangen Alexa dan Alden mungkin, sini biar aku bantu." Ucap Aleta, mom Dea tersenyum manis melihat kebersamaan itu.

__ADS_1


"Oiya mom ini tadi Tiana dan kak Aleta mampir dulu di toko kue di cobain ya mom." Ucap Tiana.


"Yaampun repot-repot sekali na." Ucap mom Dea, merekapun fokus membuat kue sampai tak terasa sudah waktunya untuk menjemput anak-anak.


"Kak Aleta Tiana ini leo dan Vano mau sekalian aku jemput gak?" Ucap Alea.


"Boleh deh pulang ke rumah juga gak ada siapa-siapa mami sedang pergi bersama papi." Ucap Aleta.


"Yasudah kalau begitu aku pergi dulu ya." Ucap Alea Tiana dan yang lain mengangguk


Sesampainya di sekolah Gavin, Varo, leo dan Vano Tiana berdiri di samping mobil tak lupa ia membawa mobil lain untuk para suster anak-anak.


"Mommy." Panggil Gavin.


"Mommy Alea." Panggil yang lainnya, mereka berlari dan memeluk Alea.


"Aduh-aduh senang nya dalam hati di peluk anak-anak ganteng." Ucap Alea, mereka semua tertawa kecil mendengar perkataan Alea.


"Mommy mami aku dan mami Vano ada di rumah Buna Dea kan." Ujar Leo.


"Iya nak mami nya Leo dan Vano ada di rumah Buna, maka dari itu mari kita pulang." Ucap Alea, anak-anak pun bersorak dan masuk kedalam mobil Alea.


Dari kejauhan terlihat Alia yang menatap sinis Alea, wanita itu mengepalkan tangannya melihat kebahagiaan Alea.


"Kurang ajar kamu Naura, apa si maunya kamu sudah mendapatkan suami dan keluarga baru tapi bisa-bisanya kamu merebut semua kebahagiaan aku. Lihat mereka bocah-bocah kecil itu bahkan memanggil kamu dengan sebutan mommy." Geram Alia, ia benar-benar menyesal karena merebut Haris dari Alea.


Jika tahu ada lelaki seperti Alexi mungkin Alia tidak akan sebo*oh itu merebut kekasih adiknya yang malah membuat ia kehilangan semua kebahagiaan nya, Alia menunduk dan menitihkan air matanya kala mobil milik Alea sudah tak terlihat lagi di hadapan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜Š


N**: Rasain Lo Alia mangkanya jadi orang jan serakah πŸ˜‚


A: Baru kena batunya dia ☺️


N: Mantep kan☺️


A: Bukan lagi πŸ˜‚

__ADS_1


N: 🀣🀣🀣*


__ADS_2