Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 55


__ADS_3

Malam hari Vee sedang duduk bersandar di tempat tidur nya, namun tiba-tiba Aiden masuk dan langsung memeluk Vee.


Sikap Aiden cukup membuat Vee terkejut sampai membulat kan matanya, Aiden menyembunyikan wajahnya di dada Vee.


"Hei, kamu kenapa?" Tanya Vee, namun Aiden hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Kamu kenapa cerita aja ada apa?" Tambah Vee, Aiden mendongak menatap Vee.


"Kamu gak marah?" Tanya Aiden, pertanyaan yang membuat Vee ingin menenggelamkan Aiden kedalam selimut.


"CK, kenapa aku harus marah." Ujar Vee Aiden membenarkan posisi nya, kini Aiden duduk disamping Vee.


"Kamu gak marah karena tadi kamu lihat aku bersama Adelle?" Tanya Aiden, Vee tertawa kecil.


"Aku marah, aku gak mau tidur sama kamu." Goda Vee, membuat Aiden menunduk seperti seorang anak yang sedang dimarahi oleh mommy nya.


"Maaf, sungguh aku gak ada maksud buat bertemu dia Vee." Ucap Aiden, Vee menahan tawa nya.


"Tapi tadi kamu pegangan tangan sama dia." Balas Vee, Aiden menatap mata Vee.


"Mana ada pegangan tangan, itu dia yang pegang tangan aku ya bukan aku yg pegang tangan dia." Ucap Aiden, Vee tertawa lepas melihat wajah kesal Aiden.


"Hahaha, iya aku tahu kok. Udah dong muka nya jangan gitu jelek." Ucap Vee, Aiden tersenyum lalu mengecup bibir Vee sekilas.


Aiden kembali memeluk Vee membuat Vee mengusap kepala Aiden lembut, Aiden merasa Vee selalu bersikap dewasa jika sedang bersama dengan nya.


"Kamu lelah?" Tanya Vee.


"Hmmmmm, sangat lelah." Jawab Aiden.


"Bangun dulu biar aku siapkan air hangat untuk kamu mandi." Ucap Vee


"Tidak, aku ingin seperti ini dulu." Ucap Aiden.


"Kok rada-rada manja ya pak ya." Kekeh Vee, Aiden tertawa kecil mendengar ucapan istrinya.


"Manja sama istri sendiri itu halal." Ucap Aiden, Vee tersenyum ia bersyukur karena semakin hari sikap Aiden semakin baik kepada nya.


Setelah itu Vee meminta Aiden untuk melepaskan pelukannya, ia berjalan ke kamar mandi untuk menyiapkan air untuk suaminya mandi.


Saat Aiden sedang mandi Vee berjalan keluar kamar berniat membuatkan teh hijau untuk suami nya, saat sampai di dapur Vee melihat Anes dan Aleta.


Ah gadis itu, sejak kapan Aleta ada di rumah nya? Kenapa Vee tidak tahu keberadaan Aleta.


"Hai Vee." Sapa Aleta.

__ADS_1


"Hai ta." Balas Vee, Vee membuat teh lalu ikut duduk berbincang dengan kedua saudara ipar nya.


"Tadi Arka ke kantor." Ucap Aleta, karena memang Anes dan Vee pulang lebih dulu.


"Huh? Tumben." Ucap Anes.


"Kok tumben nes, kan ada Adelle yang kerja disana." Ucap Vee.


"Tumben lah Vee, Arka kan jemput Adelle kalau lagi dapet info aja." Ucap Aleta, Vee terdiam.


"Benar tuh, mungkin Arka dapet kabar dari orang-orang nya jika Adelle menemui bang ai." Ucap Anes, Vee tersenyum manis membuat Aleta dan Anes saling pandang.


"Kenapa tuh senyum-senyum." Tanya Anes dan Aleta, keduanya tidak menyadari keberadaan Aiden yang berdiri di belakang Anes dan Aleta.


"Bagus ya suami nya nyariin malah pada ngegosip disini." Ucap Aiden, membuat Anes dan Aleta terlonjak kaget.


"Yaampun bang Aleta kira mahluk lain." Ceplos Aleta.


"Sembarangan kalo ngomong, ngapain nih pada ngumpul di meja dapur?" Tanya Aiden.


"Kita lagi_" Ucap Anes terhenti.


"Lagi ngegosip kan, Vee masuk kamar bisa-bisa ketularan solimi kalau lama-lama sama mereka." Ucap Aiden.


"Bisa-bisanya mereka bermesraan di hadapan jomblo kaya kita nes." Ucap Aleta.


"Meresahkan emang, mereka gak ada kasihan nya sedikitpun sama Aleta yang Jomblo." Kekeh Anes, Aleta mendengus kesal dengan perkataan Anes yang tidak sadar diri.


"Anes mah kalau ngomong gak make filter, udah itu gak sadar diri lagi kalau kamu juga jomblo." Sindir Aleta, Anes tertawa keras.


...


Sementara itu di kediaman Artadinata di sebuah kamar terlihat sepasang suami istri yang sedang duduk berhadapan, Arka menatap Adelle dengan tajam membuat Adelle sedikit ketakutan.


"Aku sudah tidak ingin mendengar alasan kamu lagi Adelle, sekarang kamu jawab pertanyaan aku dengan jujur." Ucap Arka.


"Bang aku_" Lirih Adelle, namun Arka menghela nafasnya membuat Adelle menghentikan ucapannya.


"Kenapa kamu masih berniat untuk menemui Aiden? Dia sudah beristri Adelle dan kamu juga sudah menjadi istriku." Ucap Arka.


"Aku hanya ingin menyelesaikan sesuatu bang." Ucap Adelle.


"Cih, lakukanlah Adelle lakukan apa yang kau inginkan. Sampai nanti tiba saatnya kamu tidak akan mendapatkan salah satu dari keluarga Artadinata!" Tegas Arka membuat Adelle terbelalak.


Arka pergi meninggalkan Adelle yang mematung, ia tidak percaya lelaki lembut itu bisa marah dan mengancam nya.

__ADS_1


Selama ini yang Adelle anggap memiliki sikap keras itu hanya Aiden, Alexi, Azka dan Axel, namun ternyata Adelle salah Arka juga memiliki sikap yang sama. Ia melupakan jika Arka juga memiliki darah Artadinata.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Yaampun Adelle gelud yuk Dell, bisa-bisa nya Lo tiba-tiba plin-plan kek gitu 😌


A: Adel salah makan kaya nya 😂


N: Kalau gak mau si Arka buat gue aja, dengan senang hati gue terima dah 😏


A: Elo.ah terima Mulu ini Uun, semua aja Lo mau 😂


N: Emang iya, gue berharap salah satu dari mereka jodoh gue 😂


A: Ku ajak kau melayang tinggi, dan ku hempaskan ke bumi! 😌


N: Gue baca nya bernada dong Thor 😂


A: Bodomamat 😒


N: 😂😂😂*

__ADS_1


__ADS_2