
Malam hari yang sangat cerah dan indah seorang wanita terlihat berjalan di bibir pantai, angin yang berhembus kencang menerpa wajah cantik nya.
Berdiri di bibir pantai saat malam hari adalah sesuatu yang sangat diinginkan nya sejak lama, ia merasa tenang dan bahagia saat melihat deburan ombak.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Aiden, suara Aiden membuat Anes menoleh dan menatap kakak pertama nya.
"Tidak ada, aku hanya sedang menikmati angin malam." Jawab nya, Aiden menatap Anes sendu.
"Jangan berbohong Anes, katakan apa yang sedang kamu fikirkan." Ucap Aiden, Anes tersenyum manis ia tahu jika Aiden tidak akan membiarkan dirinya menyendiri.
"Kau tidak berubah kak, selalu mengawasi aku padahal aku sudah besar dan bukan anak kecil lagi." Ucap Anes tertawa kecil.
"Sampai kapanpun kau dan Alexi adalah adik kecilku, kalian sama jadi jangan pernah berfikir jika aku tidak lagi mempedulikan kalian." Ucap Aiden, Anes mengangguk lalu menatap lurus kedepan.
"Aku tahu, sampai kapanpun aku akan tetap membutuhkan kakak." Lirih Anes, Aiden merasa ada kepedihan dalam perkataan Anes.
"Ada apa Anes, jangan pernah memikirkan sesuatu yang membuat kamu bersedih." Ucap Aiden menatap Anes, namun Anes sama sekali tidak menatap nya.
"Aku hanya berfikir jika setelah kau menikah dan sibuk dengan Vee, aku juga akan kehilangan Alexi bukan. Dia juga akan menikah dan sibuk dengan Alea." Lirih nya, air mata Anes menetes.
Aiden tahu dari kecil mereka memang selalu bertiga, sampai pada saat Aiden akan menikah pun Anes selalu bertanya diam-diam. Apakah Aiden bahagia, tapi Anes yakin Aiden akan mendapatkan kebahagiaan bersama Vee.
"Kenapa kamu mengatakan itu? Kamu tidak kehilangan satu di antara kami Anes." Ucap Aiden, Anes tertawa kecil.
"Ya, karena wanita yang kalian dapatkan adalah wanita baik-baik. Aku tahu mereka tidak akan memisahkan kalian dariku." Ucap Anes, Aiden mengangguk memeluk Anes.
"Sampai kapan hmmmmmm, mau sampai kapan?" Tanya Aiden, Anes menggelengkan kepalanya.
"Hiks...hiks... Aku belum siap." Lirih Anes.
"Anes apa lagi yang membuat kamu ragu, percayalah kamu akan bahagia." Ucap Aiden, Anes masih menggelengkan kepalanya.
"Huaaaaaaaaa, aku tidak bisa meninggalkan Daddy mommy dan kakak. Aku ingin tinggal disini bersama kalian, aku tidak ingin pergi." Ujar nya, Aiden menenangkan Anes Aiden tahu Anes memang sensitif jika menyangkut keluarga nya.
"Tidak apa-apa kamu bisa memulainya dengan pelan-pelan, jangan terlalu dipaksakan." Ucap Aiden, Anes mengangguk selama ini ia selalu memikirkan orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri.
"Kak." Lirih Anes.
"Kebahagiaan kamu lebih penting Anes, bicarakan ini baik-baik dengan nya." Ucap Aiden, Anes diam sebenarnya Anes sudah membicarakan hal ini.
Dan itu tidak ada masalah sama sekali, Anes juga senang karena banyak orang yang mendukung dan mengerti dirinya.
Sementara itu di sudut lain terlihat Alea yang sedang duduk di kursi bawah pohon kelapa, dari kejauhan Aleta yang melihat Alea duduk sendirian pun memutuskan untuk menghampiri Alea.
__ADS_1
"Hai." Sapa Aleta.
"Hai kak." Balas Alea, Aleta tersenyum manis kepada Alea.
"Sendirian, Alexi kemana?" Tanya Aleta.
"Oh, tadi Alexi sedang mencari kak Aiden dan kak Anes." Jawab Alea.
"Kamu tidak ikut bersama Alexi?" Tanya Aleta, Alea menggelengkan kepalanya.
"Tidak, mereka membutuhkan waktu untuk bersama." Jawab Alea, Aleta tertawa kecil.
"Apa ada yang lucu?" Tanya Alea heran.
"Hmmmmmm, kamu lucu dan menggemaskan." Ucap Aleta, Alea tertawa kecil.
"Benar kamu juga menggemaskan Aleta." Ucap seseorang, membuat Alea dan Aleta menoleh.
"Titan gak ada kerjaan kah selain ngebuntutin orang." Ucap Aleta, Azka tertawa kecil duduk di samping Aleta.
"Gak ada sekarang lagi nganggur." Jawab Azka nyeleneh.
"Ish, gak peduli lagian ngapain si kesini gak liat apa aku lagi ngobrol." Ucap Aleta.
"Elah ngobrol mah ngobrol aja kali ta." Balas Azka, Alea merasa tidak enak karena berada di antara Azka dan Aleta.
"Eh, gak apa-apa Al disini aja gak ganggu ko." Ucap Azka, membuat Aleta semakin kesal.
"Eh, enggak kok gak apa-apa aku kedalam duluan." Ucap Alea.
"Yasudah kita masuk bareng-bareng Al." Ucap Aleta, Azka menatap Aleta yang memegang tangan Alea.
"Kak gak apa-apa kakak sama kak Azka saja." Ucap Alea.
"Gak ah, aku males sama si Titan." Ucap Aleta, Azka tertawa kecil.
"Hati-hati benci jadi cinta loh ta repot nanti." Goda Azka
"Azka ngomong sekali lagi aku lempar palamu pakai kelapa." Ucap Aleta, saat Azka akan bersuara ponselnya berdering menandakan panggilan masuk.
Saat melihat nama penelpon raut wajah Azka berubah menjadi dingin, membuat Aleta dan Alea saling menatap.
"Kalian masuklah ini sudah malam." Ucap Azka pergi di hadapan Alea dan Aleta, kedua wanita itu menatap kepergian Azka.
__ADS_1
"Yuk Al kita ke kamar saja." Ucap Aleta, Alea mengangguk keduanya pun berjalan masuk kedalam villa besar itu.
"Kalian sudah kembali dimana Anes?" Tanya mom Dea saat melihat Alea dan Anes.
"Kak Anes sedang bersama kak Aiden mom." Jawab Alea, Dea mengangguk dan tersenyum manis.
"Kalian pasti lelah istirahatlah, besok kita masih harus bangun pagi." Ucap mom Dea, Aleta dan Alea pun mengangguk lalu pergi ke kamar nya masing-masing.
Mom Dea berjalan ke depan villa ia melihat ketiga anak nya sedang berbincang di bibir pantai, terlihat Alexi dan Aiden yany sedang memeluk Anes.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Ada apa lagi Thor demen banget bikin gue mikir 😌*
A: Kaga ada apa-apa Uun 😒
N: Jan boong ye kan, jangan pamali. 😁
A: Kaga uun siapa si yang boong etdah 😌
N: Kang cilok depan gang, udah ah jangan gantung Mulu cepet lanjut 😂
__ADS_1
A: Vote mangkanya biar semangat 😌
N: Ngokhey 😂