
Satu bulan berlalu pukul 2 dini hari Vee terbangun dari tidurnya, ia merasa menginginkan sesuatu Vee menatap Aiden yang tertidur pulas dengan memeluk nya.
"Kok lapar ya tumben banget." Gumam Vee, wanita itu melepaskan pelukan Aiden dari tubuh nya.
Vee tak ingin mengganggu tidur suaminya namun apalah daya, seperti ada sesuatu yang mendorong nya sehingga Vee harus mengganggu tidur nyenyak Aiden.
"Ai bangun." Lirih Vee.
"Emmmhhh, sayang aku masih ngantuk." Ucap Aiden.
"Aiden bangun." Ucap Vee lagi menggoyangkan tangan suaminya, Aiden mengerjapkan matanya dan menatap Vee dengan sendu.
"Ada apa hmmmmm." Tanya Aiden menangkup wajah Vee, dan mengecup nya.
"Aku lapar." Lirih Vee, Aiden mengernyit heran ini kali pertama selama menikah Vee merengek lapar dimalam hari.
"CK, sayang kamu ngigo?" Tanya Aiden.
"Enggak aku lapar." Lirih nya, wajah Vee terlihat seperti orang yang kelaparan.
"Yasudah ayok aku temani kamu makan." Ucap Aiden lelaki itu menyibakkan selimutnya, dan berniat untuk pergi ke dapur. Namun Vee menahan pergerakan Aiden dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
"Ada apa lagi?" Tanya Aiden lembut.
"Aku pengen makan bakso." Ucap Vee membuat Aiden menelan Saliva nya, mau mencari bakso kemana di jam seperti ini.
"Sayang makan bakso nya pending dulu ya, kamu makan yang ada dulu saja ya." Ucap Aiden, mencoba sabar.
"Enggak mau aku maunya bakso Aiden." Ucap Vee, Aiden terlihat seperti orang bo*oh. Kerasukan apa istrinya itu Tuhan kenapa ingin bakso di tengah malam.
"Iya besok kita beli bakso sama pabrik-pabrik nya kita beli, sekarang kamu makan dulu katanya lapar." Ucap Aiden, Vee menatap Aiden dengan wajah kesal tidak lupa ia menghempaskan tangan suaminya.
"Kamu pelit." Sengit Vee, Aiden tercengang bukan main.
"Vee sayang aku gak pelit sungguh, mau kamu beli Abang bakso se Ind*n*sia juga gak apa-apa tapi besok." Ucap Aiden, Vee menundukkan kepalanya ia kesal kepada Aiden.
"Gak aku gak mau makan." Kesal Vee, wanita itu kembali masuk kedalam selimutnya.
"Vee, kamu kenapa si katanya lapar." Ucap Aiden masih mencoba sabar.
"Aku pengen bakso." Lirih Vee, terdengar Idak tangis disana yang semakin membuat Aiden frustasi.
__ADS_1
"Yasudah kamu tunggu sini ya, aku mau cari mini market bakso instan gak apa-apa ya." Ucap Aiden, Vee membuka selimutnya dan menatap Aiden.
"Beneran?" Tanya Vee.
"Iya sayang beneran, kamu tunggu sini dulu ya jangan tidur lagi." Ucap Aiden, Vee mengangguk antusias. Akhirnya ia akan memakan bakso.
Aiden keluar dari kamarnya dan berjalan menuju garasi mobil, penjaga yang melihat Aiden merasa heran kenapa tuan nya keluar di jam segini.
"Buka gerbang." Ucap Aiden, setelah keluar dari rumah Aiden pergi mencari super market yang buka selama 24jam.
Setelah berputar-putar akhirnya Aiden menemukan supermarket yang masih buka, ia mencari bekso instan terserah lah mau rasa apa yang penting bakso.
Aiden membeli semua bakso yang ada di supermarket itu, bahkan kasir supermarket terlihat bingung untuk apa lelaki setampan Aiden membeli banyak bakso seperti ini?
Setelah selesai membayar Aiden kembali ke rumah nya, ia memanggil Vee tak lupa juga Aiden memasakkan makanan untuk istrinya.
"Waaaaah banyak sekali." Ucap Vee, Aiden tersenyum melihat wajah senang istrinya.
"Dimakan ya." Ucap Aiden, Vee mengangguk ia senang karena keinginan pertama sudah terpenuhi.
Setelah kenyang Vee menyandarkan tubuhnya di kursi, Aiden tertawa gemas dengan Vee yang terlihat kekenyangan.
"Mau lanjut tidur lagi." Tanya Aiden, Vee mengangguk dan merentangkan kedua tangannya. Dengan peka Aiden mengangkat tubuh mungil Vee, digendong nya tubuh Vee menuju kamar.
Pagi hari Vee merasa perutnya sakit melilit hingga membuat Vee berkeringat, Aiden yang masih tidur pun terbangun karena merasakan panas di tubuh sang istri yang di peluk nya.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Aiden panik.
"Sak_it hiks...hiks..." Lirih Vee.
"Sakit? Apanya yang sakit hmmmmm?" Tanya Aiden.
"Aaaaaaaaaa, perut aku sakit ai gak kuat." Teriak nya, Aiden benar-benar bingung harus apa.
"Vee tahan ya sayang ya, kita ke rumah sakit sekarang." Ucap Aiden.
"Enggak mau aku takut hiks...sakit Aiden." Teriak Vee, Aiden turun dari tempat tidur nya dan memanggil sang mommy yang masih berada di kamar.
"Mom buka pintunya mom." Panggil Aiden, kebetulan Dea sudah bangun hingga langsung membuka pintu kamar nya.
"Ada apa si kak pagi-pagi sudah ribut." Ucap Dea.
__ADS_1
"Vee mom Vee." Ucap Aiden, Dea yang panik langsung berlari ke kamar putranya.
"Yaampun Vee kamu kenapa sayang?" Tanya Dea.
"Sakit mom perut Vee sakit." Lirih nya.
"Sakit? Kamu ada salah makan atau minum mungkin?" Tanya Dea, Aiden memutar otaknya apa yang sudah dimakan Vee sampai membuat istrinya kesakitan.
"Bakso mom semalam Vee makan bakso." Ucap Aiden, Dea mengernyit.
"Koki tidak masak bakso ai." Ucap Dea, Aiden pun menjelaskan jika semalam Vee merasa lapar dan meminta bakso. Aiden juga mengatakan jika ia membeli bakso kemasan di supermarket, mendengar itu Dea terlihat menatap tajam putranya. Kenapa tidak membangunkan koki kenapa harus membeli makanan instan.
"Kita bawa Vee kerumah sakit sekarang." Ajak Dea, Aiden mengangguk lelaki itu mengangkat tubuh Vee dan membawa nya ke mobil.
Pada saat itu Anes dan Alexi belum keluar dari kamar nya, bahkan Justin saja baru selesai membersihkan diri. Dea meminta ijin untuk menemani Vee kerumah sakit, tentu saja Justin memberikan ijin karena dia juga merasa khawatir dengan keadaan Vee.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Masi pagi Thor udah bahas makanan aeee 😌*
A: Maaf ya Uun gimana lagi itu yang ada di fikiran gue 😂
N: Solimi sekali anda Thor 😂
__ADS_1
A: Mon di maapken Uun 😂
N: Ngokhey lah Thor 🤗😂