
Anes menghampiri Aleta dan Azka yang sedang duduk bersama para keluarga nya, setelah acara tukar cincin Aleta dan Azka memutuskan untuk berkumpul bersama keluarga mereka.
"Kamu darimana saja?" Tanya Aleta, Anes menatap Aleta sekilas.
"Tidak dari mana-mana." Jawab Anes, Aleta memicingkan matanya ia tahu Anes sedang berbohong. Jelas-jelas Aleta melihat jika Anes pergi bersama dengan Deandra.
"Gak usah bohong bilang aja gak apa-apa kok." Ucap Aleta, Anes memiringkan tubuhnya menatap Aleta.
"Memangnya kamu berharap aku habis darimana Aleta?" Tanya Anes, Aleta tersenyum dan mengarahkan pandangannya kepada Deandra yang baru saja bergabung dengan orang tuanya.
"Tuh." Tunjuk Aleta, Anes mengikuti arah pandangan Aleta.
"Tunggu saja sampai kelinci bertelur aku tidak akan mau pergi dengan nya." Ucap Anes, yang lain pun tertawa mendengar perkataan Anes.
"Anes jangan seperti itu, nanti kalau kamu jatuh cinta bagaimana." Goda Vee.
"Itu sangat tidak mungkin untuk terjadi." Ucap Anes, semua orang menggelengkan kepalanya.
Harus bagaimana mereka mendekatkan Anes dengan Deandra, kenapa perjodohan kali ini benar-benar sulit dan tidak mudah untuk mendekatkan mereka.
...
Keesokan harinya Anes bergelung dalam selimut, ia malas untuk bangun pagi ini. Biarkan saja ia akan libur ke kantor hari ini, saat Anes akan memejamkan matanya kembali tiba-tiba saja pintu kamar wanita itu terbuka.
Dena berjalan mendekati keponakan cantik nya, ia mengelus kepala Anes membuat Anes menatap Dena dengan sendu.
"Aunty kenapa?" Tanya Anes.
"Kamu masih tidak ingin bangun?" Tanya Dena lembut.
"Aku masih ingin tidur, memangnya ada apa." Ucap Anes, Dena tersenyum dan mengecup kening Anes dengan lembut.
"Pertunangan Aleta dan Azka sudah selesai sayang, dan perjodohan kamu dengan Deandra juga sudah di sepakati." Ucap Dena, Anes mengernyit heran ia langsung duduk menghadap ke Dena.
"Apa maksudnya?" Tanya Anes, Dena menangkup wajah cantik Anes.
"Itu artinya tugas aunty sudah selesai, hari ini aunty dan uncle, juga El dan Ayaza akan pulang sayang." Ucap Dena, Anes terdiam mematung.
Setelah sekian lama ia tidak bertemu dengan aunty dan uncle kesayangan nya, kini Dena akan pergi lagi meninggalkan Anes.
"Gak, aunty bohong kan. Kenapa aunty harus pulang secepat ini." Ucap Anes.
"Karena memang sudah saat nya aunty pulang girls, kamu baik-baik disini jaga diri dan jaga juga hubungan kamu dengan Deandra." Ucap Dena.
"Gak, aku gak mau aku mau aunty tinggal disini saja." Ucap Anes, ia memeluk Dena dengan erat.
Anes selalu manja kepada Dena, tidak peduli jika dirinya di anggap seperti anak kecil.
"Sayang hey, aunty harus pulang girls." Ucap Dena, Anes menggelengkan kepalanya.
Ia bangun dari duduknya dan berjalan keluar kamar, Anes menuruni anak tangga melihat begitu banyak nya koper milik Dena.
__ADS_1
Kali ini Anes yakin jika aunty nya sedang tidak bercanda, tapi apa iya harus secepat ini? Bahkan pertunangan Aleta dan Azka baru saja selesai tadi malam.
"Mommy aunty gak pulang kan." Rengek Anes.
"Aunty mau pulang sayang." Ucap Dea.
"Gak ah gak boleh, uncle." Ucap Anes memohon kepada Keanu.
"Uncle dan aunty harus pulang girls, nanti kamu saja yang main kesana bersama Deandra." Ucap Keanu, Anes mencebikan bibirnya ia tak rela jika Dena harus pulang.
Dena menuruni anak tangga menghampiri yang lainnya, ia menatap Anes dengan lembut dan memeluk Anes.
"Kamu sudah besar, sudah bukan anak kecil lagi. Jadi kamu harus menjaga diri kamu baik-baik ya sayang, ingat pesan aunty jangan mengecewakan mommy dan Daddy kamu." Ucap Dena, Anes menatap Dena dengan berkaca-kaca.
Rasa kantuknya hilang begitu saja saat mendengar Dena akan pulang, rasa malas keluar kamar pun hilang begitu saja.
"Aunty." Lirih Anes, Dena tersenyum manis dan mengelus kepala Anes.
"Vee aunty titip Aiden, Alexi dan Anes ya. Disini kamu adalah menantu tertua yang menjadi harapan para keluarga." Ucap Dena.
"Iya aunty, aunty hati-hati dijalan ya jaga kesehatan juga." Ucap Vee, Dena tersenyum dan memeluk Vee.
"Aunty sayang sama Vee, kabari aunty jika Vee sudah akan melahirkan ya sayang." Ucap Dena.
"Hmmm." Balas Vee, Dena memeluk keluarga nya satu persatu.
"Aleta aunty titip Azka ya." Ucap Dena.
"Baik aunty." Jawab Aleta, Dena juga tak lupa memeluk Adelle.
"Siap aunty." Ujar nya.
Setelah itu Dena dan anak-anaknya berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan, Keanu menatap Anes yang menatap Dena dengan berkaca-kaca.
"Baik-baik girls." Ucap Kean, Anes hanya diam ia masih merindukan aunty nya.
"Hati-hati dijalan." Ucap semua keluarga, saat mobil Dena mulai melaju menjauh dari pandangan mereka.
"Sudah Anes nanti aunty Dena pasti akan kembali lagi." Ucap Vee.
"Huaaaaaaaaa, aunty kenapa pulang." Tangis Anes pecah, membuat para keluarga tertawa gemas.
"Anak Daddy sudah besar masa nangis nya kaya gitu." Ledek dad Justin.
"Daddy kenapa gak larang aunty, Anes masih merindukan aunty." Raung nya.
"Kamu saat aunty masih disini juga sibuk di kantor, sekarang aunty pulang kamu tangisin." Ucap mom Dea.
"Anes sibuk kan karena Aleta tidak masuk kantor beberapa hari ini, kenapa gak ada yang mengerti Anes." Ujar nya, wanita itu pergi ke kamar nya kembali.
Para keluarga menatap kepergian Anes, Aiden mendekati Vee membuat Vee mendongak menatap suaminya.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Vee.
"Aku akan ke kantor sayang ada meeting hari ini, kamu tolong bujuk Anes ya." Ucap Aiden.
"Hmmm, kamu tidak perlu khawatir sayang." Balas Vee, Aiden mengangguk dan mengecup kening Vee dengan lembut.
Siang hari Vee membawa makanan untuk Anes, sejak pagi wanita itu tidak makan apapun. Vee berpikir jika Anes sedang marah dan mengurung diri di kamar.
Saat Vee masuk ke kamar Anes ia cukup terkejut melihat Anes yang sedang tidur dengan nyenyak, Vee tersenyum ia mendekati Anes.
"Anes bangun kamu belum makan apapun sejak pagi." Ucap Vee.
"Aku masih mengantuk Vee." Ucap Anes.
"Kamu harus makan Anes, jika tidak nanti mommy dan Daddy akan khawatir." Ucap Vee.
Anes membuka matanya dengan terpaksa, ia menatap Vee yang duduk di samping nya. Anes merasa bersalah karena sudah membuat Vee repot, Anes duduk dan menatap Vee.
"Maaf karena aku sudah merepotkan kamu." Ucap Anes.
"Aku sama sekali tidak merasa direpotkan Anes, sebaiknya kamu makan oke." Ucap Vee, Anes mengangguk ia minum terlebih dahulu setelah itu memakan makanan yang sudah di siapkan oleh Vee.
Vee tersenyum karena Anes meniruti keinginan nya, ia bersyukur memiliki adik ipar yang baik seperti Anes meskipun terkadang manja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Maaaaakkkk cariin Abang istri kaya Vee Mak,pen punya kakak ipar kaya gituπ*
A: Langka kaya nya Uun π
N: Pengen punya gue Thor π
__ADS_1
A: Susah Uun, kadang rasa gengsi selalu menjadi penghalang π
N: Mengsedih πππ