Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 159


__ADS_3

Semua orang sudah berkumpul di kediaman Justin, mereka semua menatap Aleta dan Azka yang sedang menjadi tersangka.


Sementara Axel lelaki itu menahan tawa nya, ia benar-benar tidak menyangka jika Azka jatuh hati kepada Aleta. Apakah pesona Aleta mengalahkan pesona Mae mami nya, karena Axel tahu jika dulu Mae menyukai Dio tapi tidak bisa mendapatkan Dio dan berakhir dengan Julian lelaki yang saat ini menjadi papi nya.


"Kepala mami pusing dengan kelakuan kalian." Ucap Mae, Aleta menunduk dalam ia takut jika mami nya marah.


"Azka bagaimana bisa kamu menyukai Aleta?" Tanya Mei, wanita itu cukup terkejut melihat semua ini. Namun dibalik itu hati Mei bersorak gembira, akhirnya ia bisa mendapatkan Aleta sebagai menantu nya.


Bukan apa-apa sejak Aleta kecil Mei sudah mengincar bocah itu, namun saat dewasa Mei berharap Aleta bisa meluluhkan hati Arka namun ternyata tidak, Arka justru malah jatuh cinta kepada Adelle.


Hingga akhirnya Mei berharap Azka akan bersama dengan Aleta, harapan itu juga sempat musnah karena Azka menjalin hubungan dengan Lolita.


Saat Lolita dan Azka berpisah Mei sudah trauma untuk berharap kepada Aleta, pasalnya Mei selalu patah hati dengan kenyataan yang di terima nya.


Namun lihatlah sekarang ternyata ia bisa mendapatkan Aleta, wanita cantik yang masuk kriteria untuk menjadi menantunya.


"Ja_jadi begini mom_" Ucap Azka.


Flashback on...


*Beberapa waktu lalu saat Azka berhasil mengakhiri hubungan nya dengan Lolita, ia merasa cukup patah hati. Azka berfikir semua wanita itu sama, hingga akhirnya Aleta datang untuk menemui nya bertanya mengenai kabar nya.


Pada saat itu Aleta belum memiliki perasaan apapun kepada Azka, karena memang ia hanya menganggap Azka sebagai saudara.


Hingga tiba saat acara perjodohan Anes dan Deandra, Azka kembali menculik Aleta untuk pergi bersama dengan nya.


"Titan kita mau kemana?" Tanya Aleta, ia ingin menghadiri acara perjodohan Anes dan Deandra saat itu.


"Kita akan mencari dunia kita bersama." Ucap Azka, Aleta mengernyit menatap tajam Azka.


"Titan cukup aku ingin pulang." Tariak Aleta.


"Kita akan pulang bersama ke istana kita nanti." Ucap Azka.


Aleta kekeh ia mencoba membanting stir mobil hal itu membuat Azka menginjak rem dengan mendadak.


Azka dan Aleta keduanya bertatapan dengan jantung keduanya yang berdisko ria, tidak Aleta belum merasakan debaran jantung saat itu hanya Azka saja yang merasa gugup saat bertatapan dengan Aleta.


Tiba-tiba Azka mengecup kening Aleta membuat wanita itu mengerjapkan matanya berkali-kali, Aleta merasa terkejut dengan sikap Azka.


Dengan cepat Aleta membenarkan posisi duduk nya, Azka tertawa kecil melihat tingkah laku Aleta yang menggemaskan.


"Menyebalkan." Gumam Aleta, Azka tertawa kecil lalu kembali melajukan mobilnya, dan disinilah mereka berada di sebuah taman yang terlihat begitu indah.


Aleta tertegun melihat keindahan taman itu, Azka tiba-tiba menggenggam tangan Aleta membuat Aleta menatap Azka dengan heran.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" Tanya Aleta.


"Aku suka kamu." Ucap Azka.


"Hah?" Sahut Aleta terkejut.


"Ta aku bicara jujur dan serius aku suka kamu, aku sayang kamu. Entah sejak kapan aku punya perasaan ini keoda kamu, tapi sungguh ta aku gak bisa liat kamu sama cowok lain apalagi disakiti oleh mereka." Ucap Azka, Aleta tertegun mendengar perkataan Azka.


"Ka aku belum siap untuk membuka hati." Ucap Aleta.


"Aku tahu kenapa kamu belum siap, kamu takut kan karena selama ini lelaki yang menjalin hubungan dengan kamu hanya ingin menjadikan kamu alat untuk mereka mendekati Anes. Tapi aku enggak Aleta aku beneran sayang sama kamu, lagipula aku gak mungkin buat sama Anes." Ucap Azka, Aleta terdiam ia mencerna setiap perkataan Azka.


Memang benar Aleta hanya takut saat ia benar-benar sayang, lelaki itu mengatakan jika ia sebenarnya menyukai Anes. Aleta takut hal itu terjadi.


"Kamu gak usah ragu, aku siap nikahin kamu kapanpun kamu mau. Kita coba dulu ya ta." Ucap Azka.


"Ka hubungan itu bukan untuk coba-coba." Ucap Aleta, ia tak ingin mencoba hubungan jika akhirnya ia ditinggalkan.


"Aku ngajak kamu mencoba bukan untuk meninggalkan kok, aku ngajak kamu mencoba menjalin hubungan agar aku bisa berusaha membuat kamu nyaman dan bahagia. Kebahagiaan kamu yang utama bagi aku." Ucap Azka, Aleta diam membisu Azka.


Sementara Azka tersenyum dan memeluk Aleta, Azka memohon agar Aleta mau menerimanya. Jika dulu mami Aleta yang mencintai papi Azka, kali ini anak Dio lah yang mengejar anak Mae dengan segala usaha nya.


Azka mengatakan banyak hal hingga akhirnya Aleta mengangguk, Aleta mau menerima Azka sekalipun banyak hal yang harus di pertimbangkan*.


"Azka kenapa gak bilang dari dulu kalau kamu suka kepada Aleta, kan mami bisa langsung lamarin Aleta untuk kamu." Ucap Mei semangat 45.


"Apa nih main lamar-lamar saja, kita nego dulu lah mahar nya berapa." Ucap Mae, Dea dan Dena tercengang mendengar perkataan Mae dan Mei.


"Halah soal mahar mah gampang yang penting restu nya dulu, gak udah panik tau kan Azka anak nya tuan dio keluarga Artadinata." Ucap Mei.


"Hei, jangan lupa jika Aleta anak tuan Julian keluarga Abrisham." Ucap Mae, Mei terdiam cara apa lagi agar mae mau setuju.


"Begini jangan ngomongin mahar dulu itu gampang." Ucap Mei.


"Terus?" Tanya Mae.


"Kak Mae lihat produk unggul nya bang Dio gak main-main kan, kakak dulu suka sama bang Dio gak dapet sekarang bisa tuh memperluas bibit unggul dengan menikahkan Azka dan Aleta." Ucap Mei, Axel tertawa lepas mendengar perkataan Mei.


"Ini ceritanya kegagalan kisah cinta mami ku dilanjutkan oleh aku, yang menikahi putra lelaki yang gagal di dapatkan oleh mami." Ucap Axel, Julian dan Dio menggelengkan kepalanya sementara Mae terbelalak mendengar perkataan Mei dan Axel.


"Ini lagi serius, Azka kenapa harus Aleta di ka emang gak ada wanita lain diluar sana." Ucap Mae.


"Aleta kamu tepat sekali memilih Azka, aunty yakin kamu tidak akan merasa sakit hati lagi percayalah." Ucap Mei, Mae menatap Mei tajam.


"Mei jangan mengompori Aleta." Ucap Mae.

__ADS_1


"Jangan dengarkan mami kamu ta, pokoknya Azka sudah paling the best." Ucap Mei, Aleta dan Azka menjadi bingung begitupun dengan Anes.


"Terimakasih Aleta dan Azka karena aku berhasil memergoki kalian, mereka melupakan kisahku dan Deandra." Ucap Anes tersenyum senang, Dena dan Dea menatap Anes dengan menghela nafasnya.


"Tidak ada yang melupakan." Ucap Dena.


"Ayok fokuslah untuk mengatur pernikahan Aleta dan Azka, aku akan sangat bahagia akan hal itu." Ucap Anes, Keanu, Rafael dan Ayaza tertawa kecil mendengar perkataan Anes.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N***: Anes be like: Makasi Aleta atas pengalihan fokus nya 😭


A: Seketika Aleta tertekan ye kan 🤣


N: Niat nya mau mencoba hubungan, malah menjalin lebih serius 😭


A: Devinisi minta rambutan dapet duren 😂


N: Gue juga pengen hey kaya Aleta 😭


A: Keep dreaming Uun 😌


N: 😭😭😭👍

__ADS_1


__ADS_2