
Pagi hari Anes meninta Vee untuk ikut bersamanya ke tempat pemotretan, sebelumnya Aiden sudah melarang namun dengan segala jurus nya Anes bisa memenangkan perdebatan sengit dengan sang kakak.
Anes mengatakan jika Aiden melarang dirinya mengajak Vee, maka Anes akan menggangu acara honeymoon kedua Aiden nanti.
Aiden pun langsung menyetujui nya, dalam hati Anes tertawa puas karena honeymoon pertama Aiden yang berjalan lancar pun ada peran dirinya dan Aleta disana.
"Loh Vee mau kemana?" Tanya Dea.
"Vee mau aku ajak ke tempat pemotretan mom, ada sesuatu yang harus aku cek bersama Aleta." Ucap Anes.
"Tapi kenapa mengajak Vee?" Tanya Dea.
"Aku yang ingin mengajak nya, lagi pula kan Vee juga di rumah Mulu." Jawab Anes, akhirnya sang mommy pun mengangguk daripada harus berdebat dengan putrinya.
"Kak ai udah kasi ijin?" Tanya Dea melirik Aiden yang sedang meminum teh nya.
"Sudah tanya saja." Jawab Anes, akhirnya Aiden pun buka suara karena ia tahu Anes tidak pernah main-main dengan ucapan nya.
"Biarkan saja mom lagian Vee juga gak pernah keluar kan." Ucap Aiden, Dea tersenyum.
"Yasudah hati-hati sayang." Ucap Dea, Anes dan Vee pun mengangguk.
"Dijagain awas saja kalau lecet." Ucap Aiden, saat mereka sudah berada di teras rumah.
"Yaelah dikira mau aku suruh-suruh kali ya." Ucap Anes.
"Pulang kakak periksa kalau ada lecet Anes kena hukuman!" Tegas Aiden, Anes tercengang.
"Yaampun padahal Vee kan manusia dia juga bisa jaga diri, kalo gini caranya berasa jaga berlian dah." Gumam Anes, sementara Vee dan Alexi tertawa kecil.
"Sudahlah, ayok Vee kita berangkat." Ucap Anes, Vee pun mengangguk.
Kini ketiga anak Justin dan Dea pergi dari rumah dengan Melajukan mobil secara beraturan, paling pertama sudah pasti mobil Aiden, kedua mobil Anes dan terakhir mobil Alexi.
Dalam perjalanan Vee yang merasa bosan pun menatap Anes yang fokus menyetir, Anes yang merasa Vee bosan tersenyum dan bertanya.
"Ada yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Anes.
"Memangnya boleh aku bertanya." Ucap Vee, Anes tertawa.
"Vee kau itu kakak ku, dan sejak kapan aku melarang kamu untuk tertawa." Ucap Anes Vee tersenyum.
"Kemarin Adelle kerumah." Ucap Vee, membuat Anes menoleh.
__ADS_1
"Kerumah, Mau apa dia kerumah?" Tanya Anes.
"Entahlah, tapi dia membicarakan topik yang menyangkut bang Aiden." Ucap Vee, membuat Anes ngerem mendadak.
Ckiiiitttt..... tiiiinn....tiiinnnnn... Anes yang ngerem mendadak membuat Alexi terkejut dan membunyikan klakson mobil nya.
"Ashhh, aku lupa kalau dibelakang ada Alexi." Kekeh Anes menepuk dahinya.
"CK, kau ini." Ucap Vee, Anes tertawa kecil.
"Vee apapun yang dibicarakan Adelle kau tidak boleh mempedulikan nya, itu bukan urusanmu dan kai fokus saja kepada Aiden dan dirimu." Ucap Anes.
"Aku hanya merasa tidak enak saja." Jawab Vee, Anes tersenyum.
"Jangan pedulikan hal itu, yang terpenting sekarang berikan aku keponakan yang lucu cepat." Ucap Anes, Vee tertawa kecil.
"Semua itu butuh proses Anes." Ucap Vee.
"Benar sekali, padahal aku sudah berusaha membuat cebong bang ai segera launching." Ucap Anes, membuat Vee mengernyit.
"Maksudnya gimana?" Tanya Vee, Anes langsung menoleh dan tertawa.
"Berusaha mendoakan agar cebong bang ai lolos interview." Ucap Anes, dalam hatinya Anes merutuki mulutnya yang tiba-tiba blong.
"Ooh, kau kapan nikah?" Tanya Vee membuat Anes memekik, Vee sengaja bertanya seperti itu. Karena Anes yang selalu membicarakan tentang anak.
"CK, kau itu bisa saja." Kekeh Vee, kini merekapun sudah tiba di tempat pemotretan yang dimaksud oleh Anes.
Julian memang selalu melibatkan Anes dan Aleta jika menyangkut tentang model-model di perusahaan nya, karena perusahaan milik nya dan milik Justin ada kerja sama.
"Ayok." Ajak Anes, saat masuk kedalam gedung Anes dan Vee berpapasan dengan Adelle.
"Loh Vee kamu ada disini." Sapa Adelle.
"Eh, iya aku lagi nemenin Anes." Jawab Vee, Anes menatap Adelle.
"Dimana Aleta?" Tanya Anes.
"Di dalam, tapi sebentar lagi dia keluar." Jawab Adelle.
"Oke, ayok Vee." Ucap Anes menarik tangan Vee, Adelle menatap kepergian Vee dan Anes dari kejauhan terlihat keduanya berbincang.
Anes meneliti konsep pemotretan yang dipilih oleh Aleta, Anes meminta beberapa diganti dan Aleta menyetujui hal itu.
__ADS_1
Setelah selesai Anes, Vee, dan Aleta pun keluar dari ruang kerja, mereka berjalan menuju ruangan pemotretan.
"Adelle cantik ya." Ucap Vee, terlihat jika Vee begitu tulus.
"Kamu lebih cantik." Ucap Anes dan Aleta, Vee tertawa melihat tingkah Anes dan Aleta.
"Siang ini bang Aiden ada meeting disini, kota tunggu meeting selesai aja kali ya baru pergi." Ucap Aleta.
"Setuju ta setuju." Ucap Anes semangat, Aleta tahu kenapa Anes begitu semangat.
Anes dan Vee melihat Adelle yang sedang bekerja, Anes terus mengoceh tentang dirinya yang dilarang bekerja.
Kerjaan Anes yang seperti ini mondar-mandir ke kantor Aleta, ke kantor sang Daddy, ke kantor Aiden juga ke tempat Alexi.
Tapi dia tetap mendapatkan gadi dari Daddy kakak dan adik nya, mereka selalu mengatakan bahwa itu bayaran Anes yang sudah mau menurut.
Vee tertawa mendengar ocehan Anes, dari diri Vee tahu jika dad Justin, Aiden dan Alexi begitu menyayangi wanita yang berstatus sebagai adik ipar nya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Uun vote Uun 😂
N: Otw Thor otw 😂
__ADS_1
A: Ngokhey 😂
N: 😂😂😂*