
Di sebuah rumah besar terlihat sebuah keluarga yang sedang berkumpul di ruang keluarga, Alea sedang duduk disamping sang mama.
Tak lama kemudian datanglah Alia bersama dengan Haris suaminya, Haris menatap Alea yang sedang duduk dan sibuk dengan ponselnya.
"Mama Alia sangat merindukan mama." Ucap wanita itu, ya Alia sudah tinggal terpisah dari keluarga Xavier sejak ia menikah dengan Haris.
Sejak kejadian itu Alea tidak ingin tinggal bersama kedua orang tua nya jika Alia tinggal dirumah, namun meskipun begitu Alia akan tetap berkunjung ke rumah dan menginap.
Seperti saat ini wanita itu datang dengan membawa koper, yang artinya Alia akan menginap cukup lama di rumah nya.
"Sayang bagaimana kabar mu?" Tanya mama.
"Kabar Alia baik ma, bagaimana kabar mama dan papa?" Tanya wanita itu.
"Seperti yang kamu lihat, mama dan papa baik-baik saja." Ucap mama, Alia menatap Alea yang sejak tadi diam tak menyapanya.
"Alea bagaimana dengan mu?" Tanya wanita itu, Alea mendongak dan menatap Alia.
"Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja." Ucap Alea, Alia mengangguk ia menatap papa yang juga diam.
"Syukurlah, itu artinya kau sudah melupakan Haris." Ucap Alia, Alea tersenyum sinis menatap kakak angkat nya.
"Tentu saja, untuk apa aku memberikan cintaku yang begitu berharga kepada seorang penghianat." Tegas Alea, membuat Haris diam sementara Alia merasa kesal kepada Alea.
"Alea jaga ucapan mu, Haris itu sudah menjadi kakak ipar mu sekarang." Ucap Alia.
"Kakak ipar katamu? Apa kau lupa jika dulu Haris adalah kekasihku, yang terpaksa harus menikah dengan kamu." Ucap Alea.
"Alea cukup, jaga ucapan mu Alia ini kakak mu." Teriak Haris, Alea menatap sinis Haris.
"Aku tidak pernah punya kakak ataupun adik!" Tegas Alea, wanita itu bangun dari duduk nya dan berjalan cepat menuju kamar.
Tak lama kemudian Alea kembali turun dengan menggunakan jaket, dan memegang kunci mobilnya. Mama dan papa yang melihat Alea akan pergi pun bangkit dan mengejar putri kandungnya keluar rumah.
"Naura." Panggil mama, itu adalah panggilan kesayangan mama kepada putri semata wayangnya.
"Aku baik-baik saja." Ucap Alea menatap mama.
"Kamu mau kemana nak?" Tanya papa, lelaki itu begitu mencintai dan mengkhawatirkan Alea.
Sebenarnya bukan tanpa alasan papa menikahkan Alia dengan Haris, papa merasa Alea berhak bahagia dan mendapatkan pasangan yang lebih daripada Haris.
__ADS_1
Harapan papa saat ini hanya satu berharap putri tunggalnya bisa mendapatkan pasangan, yang benar-benar mencintai Alea dan menerima Alea dengan baik.
"Alea butuh udara segar pa, Alea pasti akan pulang papa dan mama tenang saja." Ujar nya, gadis itupun berlari memasuki mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah.
Dalam perjalanan Alea menitihkan air matanya, ia selalu menangis dalam diam. Fikiran nya berkelana kenapa ia harus merasakan kepedihan seperti ini.
Selama ini Alea berfikir jika ia tak berjodoh dengan Haris, mungkin lelaki itu akan menikah dengan orang lain yang tidak Alea kenal.
Tapi kenapa kenyataan begitu pahit saat takdir mengatakan, bahwa Haris harus menjadi kakak iparnya. Menikah dengan kakak angkat nya, dan terkadang Alea harus menyaksikan kemesraan keduanya.
"Araaaaaaaaggggghhhhhh, aku benci kalian aku sangat benci. Jika bukan karena papa dan mama aku tidak ingin kembali ke rumah." Teriak nya dalam mobil, Alea memarkirkan mobilnya di sebuah taman kota yang begitu ramai.
Gadis itu berjalan menuju danau dan duduk menyendiri disana, tuhan Alea lelah bolehkah Alea meminta kebahagiaan yang seharusnya Alea dapatkan.
Alea tidak ingin menyerah karena ia bukan tipe wanita yang mudah menyerah, tolong kirimkan seseorang untuk gadis malang itu. Gadis yang di khianati oleh kekasih dan kakak nya.
"Tidak baik seorang wanita menyendiri di malam-malam seperti ini." Ucap seseorang, membuat Alea menoleh dan tertegun saat melihat wajah tampan Alexi.
Apakah Alea sedang bermimpi, bukankah baru saja ia meminta kebahagiaan dan meminta Tuhan mengirimkan sosok pangeran yang baik hati.
"Tu_tuan." Lirih Alea.
"Kau menangis? Kenapa?" Tanya Alexi, yaampun suaranya begitu lembut di telinga Alea.
"Ti_tidak." Jawab Alea gugup, Alexi mengangguk dan duduk disamping Alea membuat gadis itu sedikit salah tingkah.
"Terkadang kita memang harus menyembunyikan kesedihan kita, hanya agar tidak terlihat lemah dimata orang lain." Ucap Alexi, Alea menoleh ada apa dengan lelaki ini.
"Hmmmmm, karena orang lain hanya akan menertawakan kita disaat kita merasa semua tak baik-baik saja." Kata Alea, Alexi menatap gadis cantik disampingnya.
"Gadis cantik seperti mu tidak pantas untuk bersedih." Ucap Alexi, deg. Jantung Alea berdegup kencang, benarkah ini lelaki datar ya akhir-akhir ini sering ditemui nya.
"CK, apakah hanya orang cantik yang tidak boleh bersedih." Ucap Alea tertawa kecil.
"Tidak, semua wanita tidak boleh bersedih. Bukankah wanita layak untuk dibahagiakan." Ucap Alexi, Alea mengangguk dan tersenyum manis.
"Andai semua lelaki memiliki pemikiran yang sama seperti kamu, mungkin semua wanita akan merasa istimewa karena dibahagiakan oleh orang yang dicintainya." Ucap Alea.
"Setiap laki-laki memiliki cara tersendiri untuk membahagiakan pasangannya." Ucap Alexi.
"Hmmmmm, dan mereka juga punya cara tersendiri untuk mematahkan hati seorang wanita." Lirih Alea, mengingat kisah cintanya yang begitu buruk.
__ADS_1
"Kau akan bahagia meskipun bukan bersama dengan laki-laki yang kamu cintai sekarang." Ucap Alexi.
"Aku berharap lelakiku kelak memiliki pemikiran seperti kamu." Ucap Alea, keduanya saling bertatapan.
Entah mengapa Alexi merasa nyaman saat berdekatan dan berbincang dengan Alea, ia berfikir lelaki mana yang begitu jahat menyakiti hati seorang gadis yang begitu manis seperti Alea.
Sadar karena mereka saling bertatapan, Alexi dan Alea pun langsung mengalihkan pandangan menatap danau yang terlihat tenang. Entahlah apa yang ada difikiran keduanya, author pun tak tahu karena Alexi gak ngasi tahu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Rada-rada nyes gitu ya, semoga mereka berdua bisa bahagia 😊*
A: Iya tenang aja nanti Alexi bahagia kok sama gue😌
N: Thor cukup ya, jangan mancing gue buat minta jadi yg kedua lagi 😭
A: Mon maap ya gue hilap 😂
N: Solimi sekali anda 😭
A: 😂😂😂
__ADS_1