
Aleta dan Anes sedang berjalan keluar dari restoran, dari kejauhan mereka melihat Axel yang sedang berbincang di pinggir jalan dengan mantan kekasih nya.
"Ya itu kan Axel." Ucap Anes.
"Oiya, ayok kita samperin nes." Ucap Aleta, wanita itu berjalan cepat lalu menarik tangan Axel hingga membuat Axel sedikit menjauh dari mantan kekasih nya.
"Apa-apaan si ta." Ucap Axel, memang ya adik laki-laki itu kadang suka seenak jidat kalau manggil kakak nya.
"Kamu yang apa-apaan Axel, kenapa kamu masih berurusan dengan wanita seperti dia." Ucap Aleta.
"Memangnya kenapa aku cuma mau bantu dia aj_" Ucapan Axel terhenti saat Anes mencomot bibir begitu saja.
"Ssssttt, cukup kamu mau bantu dia dalam hal apa? Materi hmmm." Ucap Anes, Axel mengerjapkan matanya menatap Anes.
"Memangnya kenapa si nes." Ucap Axel, wanita itu menatap kesal Aleta dan Anes.
"Kamu yang kenapa Axel Abrisham, kamu mau bantu dia apa bantu ngasi uang ke dia untuk dia shoping. Memangnya kamu pikir kamu pabrik duit? Kalau dia memiliki lelaki kaya raya yang menjadi incaran nya kenapa tidak minta saja kepada lelaki itu." Ucap Anes, membuat wanita itu tercengang.
"maksud kamu apa sih nes, kalau kamu nggak mau bantu ya udah nggak usah ngatain orang kayak gitu." Ucap wanita itu pura-pura lembut.
"Aku bukan nggak mau bantu ya, harusnya kamu sadar kesalahan apa yang udah kamu perbuat." Ucap Anes.
"maksud kamu?" Tanya nya.
"Nona cantik Udah ya kamu nggak usah pura-pura lagi, mungkin Axel gampang untuk kamu bohongin tapi enggak dengan aku. Kamu pikir selama ini aku diam aja enggak mencari tahu siapa kamu apa yang kamu lakuin bersama laki-laki kamu di luar sana." Ucap Anes, wanita itu diam ia takut apa yang Anes katakan benar.
wanita itu takut jika Anes akan mengatakan yang sebenarnya kepada Axcel, sementara Axel lelaki itu menatap Anes dengan bingung sebenarnya apa yang sudah mantan kekasihnya itu sembunyikan apa yang Axel tidak ketahui.
"Bukti apa yang kamu punya Anes?" Tanya Axel karena merasa ***** penasaran.
Anes mengambil ponselnya di dalam tas lalu menunjukkan sebuah video kepada Axcel, mantan kekasih Axel merasa bingung apa yang sebenarnya sedang di perlihatkan orang Anes.
"Lihat saja." Ucap Anes, Axel mengambil ponsel Anes dan melihat nya.
Axel terkejut saat melihat mantan kekasih nya itu sedang berhubungan b*d*n dengan lelaki yang mungkin seusia Julian papi nya, yang membedakan hanya lelaki itu berperut buncit sementara Julian tidak.
"Aakh terus om teruskan, lebih keras." Racau mantan kekasih Axel.
"Slow baby aku akan membuatmu pu*s malam ini, araaagggh. Aku tidak seperti kekasih kamu yang tidak pernah membuat kamu melayang bukan." Ujar lelaki buncit itu.
"Tentu saja dia terlalu Cemen untuk membuatku bahagia, dia fikir aku hanya ingin uang mya saja. Dia selalu beralasan tidak akan menyentuhku sebelum kami menikah, a*kh lagi ayo." Rengek nya, lelaki buncit itu lagi dan lagi membuat mantan kekasih Axel melayang*.
Melihat video itu membuat Axel meremat ponsel milik Anes, Axel menatap mantan kekasih nya dengan tatapan memburu.
Wanita itu memundurkan tubuhnya dari Axel, ia merasa takut melihat tatapan tajam Axel.
"A_axel aku." Lirih nya.
__ADS_1
"Aku kira kamu jauh lebih baik dari Lolita, cih ternyata aku salah. Kau bahkan sama saja dengan Lolita atau mungkin lebih r*ndah dari wanita itu." Ucap Axel.
"Enggak itu bohong video itu pasti bohong." Ujar nya.
"Bohong katamu, kau bahkan melakukan itu saat kita masih memiliki hubungan." Bentak Axel.
"Axel dengarkan aku." Ujar nya.
"Dulu aku ingin berusaha untuk mendapatkan kamu kembali, tapi sekarang aku merasa bersyukur karena sudah terlepas dari wanita r*ndah seperti kamu." Ucap Axel, membuat wanita itu emosi.
"Cukup Axel cukup, kamu tahu aku wanita dewasa yang menginginkan suatu kep*asan. Aku bukan tidak mau melakukan itu bersama kamu, tapi kamu tahu bagaimana Aleta dan Anes hmmm." Ucap nya, Axel tertawa renyah.
"Jika aku tidak memiliki kakak seperti Aleta dan Anes, tetap saja aku tidak akan melakukan sesuatu yang memalukan seperti itu. Bukankah tanpa aku melakukannya dengan kamu, aku tahu bagian tubuhmu." Ucap Axel tersenyum mengejek.
"Kau_" Pekik nya.
"Tidak terlalu indah ternyata." Ejek Axel.
"Cukup Axel." Teriak nya.
"Dia juga mencoba untuk mendekati Deandra." Ucap Anes, Axel menoleh dan tertawa terbahak-bahak.
"Kau ingin bersama dengan lelaki kaya raya, haha apa aku masih kurang kaya. Atau kau berpikir jika aku tidak memiliki kebebasan." Ucap Axel, wanita itu menatap Axel tajam.
"Dengar baik-baik kau tidak pantas bersanding dengan lelaki seperti Deandra, dan asal kau tahu jika Deandra adalah calon suami Anes." Ucap Axel, membuat wanita itu menatap Anes dengan tajam.
"Karena yang kamu dekati itu keluarga ku, kau ingin Deandra ambil saja jika dia mau dengan wanita seperti kamu." Ucap Anes, wanita itu mendekati Anes dan mendorong Anes ke jalan raya.
Dari kejauhan terlihat mobil yang melaju kencang ke arah Anes, Aleta dan Axel melotot melihat itu.
"Aneska." Teriak Axel, membuat Anes menoleh.
"Aaaaaaa." Teriak nya dan_
Brukkk.... Tubuh Anes terjatuh ke samping jalan karena ada seseorang yang menarik nya, Anes memejamkan matanya ia takut untuk membuka mata.
"Kau berniat untuk bun*h diri?" Ucap seseorang, membuat Anes membuka matanya dan menatap orang itu.
"Kau." Pekik Anes.
"Ya aku, kenapa kau terkejut karena aku selalu membantu kamu." Ucap Deandra, Anes buru-buru bangun dari posisi nya.
"Awwwh." Lirih Anes.
"Lain kali kalau mau bun*h diri jangan di jalan raya, kamu naik ke atas gedung lalu melompat agar tidak ada yang menolongmu." Ucap Dean, lelaki itu berdiri dan berhadapan dengan Anes.
"Apa si orang aku di dorong." Ucap Anes.
__ADS_1
"Anes kamu gak apa-apa?" Tanya Aleta.
"Enggak kok aku gak apa-apa." Jawab Anes.
"Ada yang sakit tidak?" Tanya nya, Anes menggelengkan kepalanya.
Axel menatap Deandra yang menyelamatkan Anes, Axel mengulurkan tangannya kepada Dean dan Dean menerima uluran tangan Axel.
"Thanks karena sudah menolong Anes." Ucap Axel.
"Sama-sama lagian hanya kebetulan saja saya berada di daerah sini." Ucap Deandra.
Mantan kekasih Axel menatap Deandra yang berdiri di samping Anes, dan Axel yang berdiri di samping Aleta.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Anes juga tidak apa-apa kan." Ucap Deandra.
"Oke, sekali lagi makasi." Ucap Axel, Deandra mengangguk lalu pergi dari hadapan mereka semua.
Mantan kekasih Axel akan di urus nanti, yang terpenting sekarang adalah mengajak Anes ke rumah sakit takut ada luka dalam.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Dah babang Axel sama aku aja ya 😂*
A: Dih ngarep Uun 😂
N: Ngarep lah, apalagi kalo di kasi beuh mau banget 😂
A: Mari kita berhallu un 😂
N: Sue 😌😌😌
__ADS_1
A: 😂😂😂