Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 200


__ADS_3

Aleta pun memutuskan untuk kembali ke kamar nya, saat memasuki kamar tiba-tiba saja Azka memeluk nya dan langsung mengunci pintu kamar.


Azka menyerang b*b*r Aleta membuat Aleta terkejut, pasalnya tidak ada persiapan dalam diri Aleta.


Azka menggendong tubuh Aleta dan merebahkan nya di tempat tidur, perlahan tapi pasti Azka berhasil membuat istrinya tidak makai sehelai benang pun.


Cumb*an Azka tur*n dan membuat Aleta mend*s*h, Aleta menj*mbak rambut Azka, melihat jika istri nya sudah terbawa suasana Azka pun langsung melakukan nya.


"Az_ka*hh." Des*h Aleta.


"Iya sayang." Sahut Azka dalam permainan nya.


"Eung*h ampun." Ucap Aleta, Azka tertawa.


"Emang aku apain minta ampun." Goda Azka, Aleta memejamkan matanya ia malu kepada Azka.


"A*k*hh, ud_ah ampun." Ucap Aleta, membuat Azka semakin bersemangat hingga setengah beradu kekuatan dengan cukup lama Azka ambruk di atas tubuh mungil istrinya.


"Makasih sayang." Ucap Azka mengecup kening Aleta, dan Aleta hanya mengangguk saja wanita itu cukup kelelahan mengimbangi permainan suaminya.


...


Pagi-pagi sekali di kantor masih sepi Tatiana sengaja datang lebih pagi untuk merapikan ruang kerja bos nya, yang pertama Tiana rapikan adalah ruang kerja Aleta dimana di ruangan itu ada beberapa foto orang-orang terdekat nya.


Tiana menatap foto Axel dan Aleta yang sedang berdampingan, lalu menatap foto Aleta dan Anes yang sedang berpelukan.


Di ruangan itu ada dua bingkai foto Aleta dan Anes, dari situ Tiana menyimpulkan jika Anes adalah satu-satunya sepupu perempuan yang dekat dengan Aleta.


"Nona Anes sangat terlihat cantik dan tegas, sementara nona Aleta terlihat cantik dan lembut." Gumam Tiana, setelah itu Tiana melihat satu bingkai yang menarik perhatian nya.


Yaitu foto Julian dan Mae, Tiana menatap wajah Julian yang sangat mirip dengan Axel. Namun Tiana berpikir apakah sikap Julian sama galak nya dengan Axel?


Entahlah, Tiana langsung pergi ke ruang kerja Anes Tiana menatap ruang kerja Anes yang terlihat sederhana namun elegan.


Terdapat foto Anes dan Aleta disana, selain itu ada juga foto Anes bersama dengan kedua orang tuanya.


"Apakah ini mama dan papa nona Anes?" Gumam Tiana.


"Pantas saja nona Anes begitu cantik, orang mama dan papa nya saja cantik dan tampan." Gumam Tiana, ia menatap foto-foto itu sambil membersihkan ruang kerja nona nya.


Foto Anes dan Julian Tiana menatap Julian yang terlihat merangkul pundak Anes, Tiana tersenyum ternyata keluarga itu saling menyayangi.


Setelah selesai dari ruang kerja Anes tinggal ruangan Axel, Tiana merasa ia diberi tugas yang cukup berat karena bersangkutan dengan privasi tuan dan nona muda nya.


Tiana masuk ke ruang kerja Axel ada satu foto Axel dan saudara-saudara nya dalam satu bingkai, foto Aleta, Anes, Vee dan Adelle dalam satu bingkai. Lalu foto Mae, Julian, Justin, Dea, Mei dan Dio dalam satu bingkai.


Tiana menggelengkan kepalanya apakah Axel tipe orang yang pelit, terserah itu bukan urusan Tiana.

__ADS_1


Wanita itu merapikan meja kerja Axel dan saat Tiana merapikan nya ada sesuatu yang terjatuh ke lantai, Tiana menatap sebuah gambar yang jatuh.


"Foto siapa ini." Gumam nya, Tiana menatap foto-foto yang terpajang di ruangan lelaki itu.


"Tidak ada salah satu dari mereka." Gumam nya, mendengar suara langkah kaki membuat Tiana buru-buru menyelesaikan pekerjaan nya.


Saat Axel membuka ruang kerja nya ia melihat Tiana yang juga akan keluar, Tiana terlihat takut kepada Axel.


"Ma_maaf tuan saya baru saja membersihkan ruang kerja anda." Ucap Tiana.


"Hmmm." Balas Axel, hanya itu perkataan yang keluar dari mulut Axel.


Tiana buru-buru keluar sebelum Axel marah, ia tidak ingin membuat masalah lagi dengan lelaki yang bermulut pedas itu.


Tiana melihat Anes yang berjalan ke ruang kerja Aleta, hal itu tidak membuat Tiana peduli ia justru memutuskan untuk pergi saja.


"Ta." Panggil Anes.


"Ada apa nes." Sahut Aleta.


"Aku sudah mendapatkan informasi tentang mantan Axel." Ujar nya, Aleta menatap Anes.


Setelah satu bulan lebih Anes fokus pada kesembuhan Vee, ternyata wanita itu masih mengejar mantan kekasih Axel.


"Bagaimana apa yang kamu dapatkan?" Tanya Aleta.


"Begini ta_" Anes menjelaskan semuanya kepada Aleta, hal itu cukup membuat Aleta terkejut kepada Anes.


"Lalu pada saat kita memergoki dia bertemu dengan Deandra?" Tanya Aleta.


"Itu salah satu cara dia untuk mendapatkan lelaki yang lebih dari Axel, kalau di pikir-pikir memang tidak sebanding ta. Axel mengurus perusahaan ini karena permintaan opa, tapi Deandra dia mendirikan perusahaan dengan usaha dan jerih payahnya sendiri. Mungkin wanita itu berpikir jika mendekati Dean dia akan lebih bebas, karena Dean kan anak tunggal." Ucap Anes, Aleta menatap Anes dengan intens.


"Kamu yakin masih tidak ingin bersama Deandra?" Tanya Aleta.


"Ta aku sudah mengambil keputusan bagaimana bisa aku melepaskan Deandra, apalagi saat aku tahu jika yang diinginkan wanita licik itu adalah Dean. Meskipun aku tidak mencintai Dean setidaknya aku bisa membantu mama Dean kan." Ucap Anes, Aleta menoyor kening Anes.


"Gengsi saja terus." Ucap Aleta Anes mengernyit.


"Gengsi apanya si?" Tanya Anes.


"Kamu yakin belum mencintai Dean?" Ucap Aleta.


"Yaampun ta kalau aku cinta untuk apa aku selalu bertengkar dengan dia, jika aku cinta aku akan berusaha membuat dia jatuh hati. Tapi ini aku malah ingin membuat dia ilfeel." Ucap Anes.


"Sudah cukup." Ucap Aleta mencomot bibir Anes.


"Ashh, main comot-comot saja Aleta." Geram Anes Aleta tertawa kecil.

__ADS_1


"Apakah Axel masih suka memenuhi kebutuhan gadis itu?" Tanya Aleta.


"Mungkin saja, karena gadis itu tahu Axel masih berharap kepadanya. Kau tahu sendiri Axel gaya doang yg oke." Ucap Anes, Aleta mengangguk.


"Iya si, tapi sepertinya kita harus segera mencari bukti apa saja yang dilakukan oleh wanita itu." Ucap Aleta.


"Tenang Bu tenang, aku sudah punya semua bukti." Ucap Anes bangga.


"Ha, serius?" Tanya Aleta.


"Kapan aku pernah berbohong, hmm." Ucap Anes.


"Ya gak pernah si." Ucap Aleta tertawa, Anes memperlihatkan sesuatu kepada Aleta.


"G*la ini g*la." Ucap Aleta.


"Dia pro banget ga si." Ucap Anes, Aleta mengangguk tidak percaya.


Aleta dan Anes akan memberi tahu Axel tentang semua kebenaran nya, memang ya jika masih memiliki perasaan itu selalu membuat kita bimbang. Contoh nya Axel kadang cuek dan kadang masih peduli kepada mantan kekasih nya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Nes mending Lo nginep rumah gue kita berburu yok 😁*


A: Berburu apaan? 🙄


N: Berburu tetangga yang suka ghibah Thor 😂


A: Ngadi-ngadi Lo 😂


N: Thor deterjen pada nanyain jodoh elo yang masih di kekepin 🤣

__ADS_1


A: Uun 😌 jodoh gue dalam perjalanan kaya nya kejebak macet 😂


N: Suee 🤣


__ADS_2