
Di sebuah restoran mewah tepatnya di sebuah ruangan VVIP terlihat lima lelaki tampan yang sedang duduk bersama, disana terlihat keempat lelaki itu sedang menghakimi orang yang masih terlihat santai.
Siapa lagi jika bukan para lelaki dari keluarga Artadinata dan Abrisham, Alexi menatap heran Azka. Selama ini Alexi tahu betul jika Azka begitu mencintai Lolita, terlihat dari cara Azka yang rela terbang ke luar negeri hanya untuk seorang Lolita.
Sementara Axel ia menatap Azka dengan tatapan tanda tanya, ada apa dengan seorang Azka yang terlihat tenang. Axel dan yang lain sudah bisa menebak ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh Azka, jika lelaki itu masih terlihat tenang itu artinya masih aman.
Namun jika Azka sudah bersikap nyeleneh seperti menenangkan diri untuk pergi ke club, itu artinya ada sesuatu yang menyakiti hati dan harga dirinya.
"Apa yang ingin kalian ketahui?" Tanya Azka santai.
"Ni anak apa si maunya, heran udah di sidang begini masih aja santai." Dengus Axel, Azka tertawa kecil.
"Lalu aku harus apa? Harus nangis-nangis dan memohon agar kalian mendukung aku." Ujar nya.
"Ka, sebenarnya ada apa? Hal apa yang sedang kamu sembunyikan." Tanya Aiden, Azka diam ia tak bisa berbohong kepada Aiden.
Arka menatap ekspresi Azka yang berubah saat Aiden angkat bicara, Arka tahu ada sesuatu yang disembunyikan oleh adik kembarnya itu.
"Tidak ada yang aku sembunyikan, memangnya kenapa? Kalian masih ingin memintaku untuk melakukan pertunangan secepatnya? Aku tidak mau!" Ucap Azka menegaskan.
"Apa yang membuat kamu tidak ingin mempercepat pertunangan kalian?" Tanya Arka, Azka tersenyum sinis.
"Kak aku kenal siapa Lolita, aku tahu bagaimana dia mengejar mimpi-mimpi nya. Melihat dia kembali dan tiba-tiba meminta untuk mempercepat pertunangan kami itu aneh, itu bukan Lolita yang aku kenal." Ujar nya, Alexi mengernyit heran.
"Ini soal Lolita kah, lalu bagaimana dengan perasaan kamu Azka apakah kamu masih mencintainya?" Ucap Alexi, Azka tertawa kecil namun terlihat miris.
"Banyak hal yang harus aku cari tahu sebelum aku berkata aku masih mencintainya atau tidak." Ucap Azka, Axel dan yang lain saling menatap heran.
"Azka dulu kamu begitu mencintai Lolita, bahkan kamu rela meninggalkan meeting hanya untuk seorang Lolita." Ucap Arka.
"Ya, itu salah satu kebo*ohan yang pernah aku lakukan." Ucap Azka, Axel tertawa kecil menatap Azka seperti itu.
"Kenapa kamu jadi seperti ini, apa kau akan mengikuti jejak Axel." Ledek Aiden, Axel tercengang menatap kakak sepupu nya.
"Kenapa jadi aku?" Tanya Axel tak terima.
"Tentu saja kamu, karena selama ini yang suka sekali berganti pasangan hanya kamu." Ucap Aiden, Arka tertawa melihat wajah kesal Axel.
__ADS_1
"Setidaknya tidak ada yang datang kerumah untuk meminta pertanggung jawaban." Ucap Axel bangga, Axel memang terkenal playboy namun Axel bukan tipe orang yang suka meniduri wanita.
Axel merasa j*j*k jika harus dekat dengan wanita lalu menidurinya, ia selalu berfikir seperti memakai pakaian yang sama dengan orang lain. Dan itu bukanlah dirinya, hal itulah yang membuat Julian dan Justin membebaskan Axel.
"CK, benar juga." Ceplos Azka, Axel tertawa bangga ia bangga karena sekalipun banyak berita tentang dirinya yang sering berganti pasangan. Namun ia masih suci itulah yang Axel utamakan.
....
Di tempat lain terlihat Aleta dan Anes yang sedang memeriksa ruang pemotretan, keduanya terlihat sedikit sibuk dengan pekerjaan mereka.
"Ta kenapa ya kok Azka tiba-tiba kaya ngulur buat tunangan sama Lolita." Ucap Anes, Aleta menatap Anes heran.
"Ya mana aku tahu nes, aku kan bukan emak nya." Ucap Aleta, Anes tertawa benar juga harusnya ia bertanya kepada aunty Mei.
"Oiya, hahaha sorry ta." Kekeh Anes, Aleta memutar bola matanya malas.
Saat keduanya memutuskan untuk pergi keluar terlihat Azka dan Axel yang memasuki kantor, Axel menghampiri Anes memberikan beberapa laporan.
"Hai jomblo." Goda Azka, Aleta mendengus dan menatap Azka tajam.
"Lebih baik jomblo ya, daripada punya pacar tapi gak dikasi kepastian." Sengit Aleta, Azka tertawa kecil.
"Iya nih, tapi mending lah daripada yang diminta buat mempercepat pertunangan malah ngulur waktu." Balas Aleta, Azka mendengus merangkul leher Aleta.
"Si*l nya aku kesindir." Ucap Azka, Anes dan Axel tertawa melihat Aleta dan Azka yang berdebat.
"Eh si kampr*t putus ini leher yaampun, satu-satunya Azka." Pekik Aleta.
"Gak apa-apa lah kan bisa di ganti pake leher ayam." Ceplos nya.
"Bener-bener kudu di kutuk ini anak." Sengit Aleta, sementara Azka tertawa puas.
"Kutuk lah jadi pangerannya tuan putri." Goda Azka.
"Dih, ssuuddiiihhhh." Sengit Aleta, Anes dan Azka tertawa melihat wajah Aleta yang terlihat kesal.
"Sudah-sudah kalian itu kalau ketemu kaya kucing sama tikus." Ucap Anes, Aleta membuang wajah nya dari Azka.
__ADS_1
"Cieee ah Aleta malu-malu tuh." Goda Azka.
"Ka sekali lagi ngomongin aku sambit pala mu." Kesal Aleta, Azka pun berlari mengejar Axel yang sudah pergi lebih dulu.
Sementara Aleta menggerutu kesal membuat Anes mengelus pundak Aleta, Aleta bingung bisa-bisanya Lolita jatuh cinta kepada Azka yang bobrok seperti itu.
"Sabar ta sabar, kita gantung Azka nanti di pohon toge." Ucap Anes, Aleta memutar bola matanya malas.
"Gedean si Titan Anes sama pohon toge nya." Protes Aleta, Anes tertawa kini keduanya berjalan keluar kantor.
Karena emang Anes dan Aleta akan ada pertemuan dengan klien, hal itu membuat Anes dan Aleta sedikit sibuk hari ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N***: Pohon toge mulai debut di cerita di othor gaesπ
A: Sssstttt, Uun jangan berisik π
N: Sangat-sangat mengakakπ€£
__ADS_1
A: Hilihhh π
N: π€£π€£π€£