
Malam hari Aiden pulang dari kantor nya, ia berjalan menuju kamar untuk mencari keberadaan sang istri.
Setibanya di kamar Aiden tidak melihat keberadaan Vee disana, tentu saja lelaki itu khawatir akan keadaan istrinya.
Aiden berjalan keluar kamar mencari Vee di setiap ruangan, namun nihin Aiden tidak bisa menemukan istri tercinta nya itu.
Karena terlalu khawatir akhirnya Aiden memutuskan untuk menanyakan Vee kepada para pelayan, Aiden berjalan ke dapur membuat para pelayan terkejut.
"Tuan ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan.
"Dimana nona." Ucap Aiden to the points, para pelayan saling pandang.
"Nona?" Tanya nya heran, nona yang mana yang dimaksud oleh Aiden. Pasalnya Aiden juga akan menyebut Anes hanya dengan sebutan nona saja.
"Maksud ku nona muda istriku." Ucap Aiden, setelah mengatakan itu para pelayan mengangguk mengerti.
"Bukankah nona ada di kamar, kami tidak melihat nona keluar rumah seharian ini." Ucap nya, Aiden mengernyit pasalnya ia tak melihat Vee di kamar nya.
"Tapi dia tidak ada dikamar." Ucap Aiden, para pelayan mulai panik dimana sebenarnya nona muda mereka.
Tanpa menunggu lama para pelayan pun memutuskan untuk pergi mencari keberadaan Vee, Aiden kembali ke kamar nya dan betapa terkejutnya Aiden melihat Vee yang sedang duduk di sofa dengan memangku setoples camilan.
"Sa_sayang." Panggil Aiden pelan.
"Hai, kamu sudah pulang." Ucap Vee, Aiden mengangguk ia menghampiri Vee dan duduk disamping istrinya itu.
"Kamu kenapa bisa ada disini?" Tanya Aiden, Vee mengernyit heran.
"Sejak tadi aku di kamar." Ucap Vee.
"Tapi tadi aku tidak melihat kamu disini." Ucap Aiden, Vee hanya tersenyum dan kembali fokus menatap laptopnya.
Wanita itu sedang menonton drama kesukaan nya, Aiden menatap Vee lalu menangkup wajah cantik istrinya.
"Jawab jujur tadi kamu dimana?" Tanya Aiden, Vee tertawa kecil lalu menunjuk ke arah ruang ganti.
"Kamu ada disana?" Tanya Aiden, Vee mengangguk memang ia berada di sana tepatnya di dalam lemari.
"Hmmmmmm, aku duduk di lemari." Ucap Vee, Aiden terbelalak mendengar perkataan Vee.
"Ngapain?" Tanya Aiden.
"Tidak ada, aku hanya mencari kenyamanan saja." Ujarnya santai, Aiden menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Jangan aneh-aneh lagi sayang, itu anak udah ngontrak makin kesini kenapa makin meresahkan." Ucap Aiden, Vee tertawa melihat wajah frustasi suaminya.
"Maaf sayang ini kan juga keinginan anak kamu." Kekeh Vee, Aiden mengangguk lesu ia memeluk Vee dari belakang.
"Sudah dulu nonton nya honey, kamu harus istirahat. Jangan bertingkah aneh-aneh lagi." Ucap Aiden, Vee tertawa kecil melihat wajah suaminya.
"CK, maafkan aku." Ujar nya.
"Anak aku doang emang belum lahir saja sudah sering membuat Daddy nya kebakaran jenggot." Ucap Aiden, Vee tertawa ia senang melihat Aiden seperti itu.
__ADS_1
Aiden berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, lalu ia berjalan keluar kamar lelaki itu akan membuat susu ibu hamil untuk Vee.
Setibanya di dapur Aiden bertemu dengan Anes dan Alexi, kedua adik kembarnya itu menatap Aiden dengan intens.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Tanya Aiden.
"Apakah Vee sudah ketemu." Ucap Anes, Aiden mengangguk membuat Anes dan Alexi bernafas lega.
"Hilang kemana Vee?" Tanya Alexi, Aiden menatap Alexi dengan gemas. Adik bungsu nya itu meskipun sudah dewasa dan sudah memiliki kekasih, tetap saja selalu menggemaskan.
"Tidak hilang, dia bersembunyi di dalam lemari." Jawab Aiden, Alexi dan Anes melongok total mendengar perkataan Aiden.
"Sepertinya keponakan aku suka sekali mengerjai Daddy nya." Ucap Anes tertawa kecil.
"Bisakah kalian menjaga keponakan kalian yang belum lahir itu, belum lahir saja sudah membuat heboh satu rumah." Ucap Aiden, Alexi dan Anes tertawa kecil.
"Jangan seperti itu kak, ingat biar begitu juga itu hasil kerja keras kakak." Kekeh Alexi.
"CK, benar sekali. Bukankah itu hasil kerja keras tiap malam." Goda Anes.
"Kerja keras si kerja keras, tapi tidak seperti ini juga." Ucap Aiden.
"Kenapa harus di ambil pusing, Vee hanya bersembunyi bukan kabur." Ucap Alexi, Aiden terdiam benar juga yang dikatakan oleh adik bungsu nya itu.
"Lagian itu juga masih di dalam rumah." Balas Anes, kini kedua adik lelaki itu sangat kompak menyudutkan Aiden.
"Kenapa jika soal membela Vee dan bayi nya kalian selalu kompak?" Tanya Aiden curiga, Anes dan Alexi tertawa kecil.
"Tentu saja, ingat anakmu itu calon penerus utama keluarga Abrisham setelah kita." Ucap Anes, Aiden menelan saliva nya.
Setelah selesai membuat susu Aiden kembali ke kamar nya, ia tidak melihat Vee di atas tempat tidur. Aiden mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Vee.
"Vee." Panggil Aiden.
"Sayang." Panggil nya lagi.
"Aku disini." Sahut Vee, Aiden mengikuti arah suara Vee.
"Kamu ngapain?" Tanya Aiden, saat melihat Vee yang duduk di balkon kamar nya.
"Aku sedang menikmati angin malam." Jawab nya.
"Sayang masuk, angin malah tidak bagus untuk kesehatan kamu." Ucap Aiden.
"Tidak mau." Lirih Vee.
"Sayang jangan aneh-aneh ya, aku takut nanti tiba-tiba anak kamu minta kamu lompat dan kamu mau saja. Ayok masuk." Ucap nya, mengangkat tubuh Vee.
"Aaaaaa, lepas aku gak mau masuk." Teriak Vee.
"Tapi aku gak mau kamu diluar, kamu duduk disini dan ini minum susu nya." Ucap Aiden, Vee mendengus.
Yang benar saja anak nya ingin lompat, Vee juga punya fikiran. Mana ada ibu hamil yang akan membahayakan dirinya sendiri, emang suka ngarang Aiden.
__ADS_1
Setelah itu Aiden merebahkan tubuh Vee di atas tempat tidur, ia ikut berbaring disamping istrinya.
"Anak Daddy jangan aneh-aneh ya nak ya, masa Daddy nya ganteng cool anak nya meresahkan." Ucap Aiden, Vee yang semula kesal jadi tertawa mendengar perkataan konyol Aiden.
"Daddy jangan aneh-aneh deh, gak apa-apa meresahkan selama dalam kandungan. Asal jangan meresahkan setelah lahir saja, kasian Daddy takut tertekan." Balas Vee, Aiden tertawa gemas ia mengecupi wajah cantik Vee.
"Gemesin banget si kamu istri siapa si." Ucap Aiden.
"Oh jelas istri tuan muda Aiden." Ucap Vee bangga, Aiden tertawa dan memeluk Vee dengan erat.
"Sehat-sehat anak dan istriku tercinta." Ujar nya.
"Aduh dibilang tercinta neng jadi bapeureu bang." Ucap Vee.
"Jangan konyol deh lagi serius ini." Ucap Aiden, Vee tertawa dan mengecup pipi juga kening suaminya.
"Sehat terus suami baik." Ucap Vee, Aiden tersenyum keduanya saling berpelukan hingga terlelap.
Candaan kecil Vee dan Aiden selalu menjadi santapan sehari-hari keduanya, bagi Vee dan Aiden hal kecil seperti itu bisa menghangatkan suasana jika mereka sedang berduaan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Vee itu kaya benar-benar jatuh ketangan lelaki yang tepat ga si 😌*
A: Iya tepat banget emang, dapetin nya gak main-main langsung Aiden kan 😌
N: Padahal gue juga kalo diksi mah mau Thor 😂
A: Jangankan elu, gue aja kalo dikasi kaga bakal nolak 😒
__ADS_1
N: 😂😂😂