Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 183


__ADS_3

Aleta masuk kedalam kamar hotel nya dan melihat Anes yang sedang terlelap, ia tersenyum melihat Anes.


Aleta memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu setelah itu ia akan ikut berbaring di samping Anes, mereka sengaja hanya memesan satu kamar saja agar keduanya tidak kesepian.


"Kamu sudah pulang?" Tanya Anes, saat melihat Aleta yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Hmmm, kamu kenapa bangun?" Tanya Aleta, Anes tersenyum dan menatap Aleta.


"Tidurku sudah cukup." Ujar nya, wanita itu bangun dari tempat tidur dan duduk di sofa.


"Anes." Panggil Aleta, Anes menoleh menatap Aleta.


"Hmmm, ada apa?" Tanya nya.


"Tadi aku bertemu dengan wanita yang saat itu bersama dengan Deandra." Ucap Aleta, ia ingin melihat reaksi Anes.


Aleta berharap Anes akan merasa cemburu, namun ternyata ia salah reaksi Anes biasa saja dan tidak menunjukkan jika Anes merasa terganggu mendengar hal itu.


"Lalu." Balas Anes santai.


"Dia bersama dengan seorang lelaki tapi bukan Deandra." Ujar nya.


"Lalu apa hubungannya dengan ku Aleta?" Tanya Anes.


"Anes come on, kamu dan Deandra memang saling menolak perjodohan ini. Tapi tetap saja Deandra itu calon suami kamu begitupun sebaliknya kamu calon istri Deandra." Ucap Aleta, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Aleta.


"Bangun hey, jangan mimpi." Ucap Anes menusuk-nusuk kening Aleta.


"Siapa yang mimpi?" Tanya Aleta mulai kesal.


"Tentu saja kamu memangnya siapa lagi." Balas Anes, Aleta menghela nafasnya menatap Anes.


"Lihatlah kelakuan kamu ini Aneska, sudahlah aku malah berbicara dengan kamu." Ucap Aleta membuat Anes tercengang, memangnya apa yang salah? Bukankah Anes berkata benar.


Sudahlah Anes biarkan saja Aleta seperti itu, wajar juga jika Aleta merasa kesal karena Anes dan Deandra yang selalu berdebat jika keduanya bertemu.


Anes memikirkan sesuatu yang menurutnya mungkin dan tidak mungkin, haruskah Anes benar-benar menerima perjodohan ini? Tapi ia tidak memiliki prasaan apapun kepada Deandra, mungkin lelaki itu juga sama tidak memiliki prasaan terhadap Anes.


...


Malam hari Anes dan Aleta memutuskan untuk pergi keluar, malam ini mereka ingin sekali makan malam diluar.


"Kita mau makan malam dimana?" Tanya Aleta.


"Dimana saja, aku bosan jika berada di hotel terus." Ucap Anes, Aleta mengangguk dan melajukan mobilnya dengan santai.


"Kamu mau makan apa Anes?" Tanya Aleta lagi.


"Ta aku ingin makan nasi goreng yang di pinggir jalan itu." Ucap Anes, membuat Aleta sedikit berpikir.


"Pinggir jalan mana?" Tanya Aleta, Anes diam ia mengingat-ingat tempat penjual nasi goreng itu.

__ADS_1


"Yang dekat pertigaan restoran X loh." Ucap Anes, Aleta mengernyit menatap Anes.


"Kenapa harus yang dipinggir jalan?" Tanya Aleta, Anes menatap Aleta dengan intens.


"Memang nya kenapa jika dipinggir jalan." Balas Anes, Aleta menggelengkan kepalanya.


"Ya, tidak apa-apa si." Jawab Aleta, Anes mengangguk dan Aleta melajukan mobilnya menuju tempat tujuan.


Setibanya disana Anes memesan dua porsi nasi goreng, dan mereka duduk lesehan dipinggir danau.


Karena memang penjual nasi goreng itu berada tepat dipinggir danau, banyak pasangan kekasih disana membuat Aleta menatap pemandangan malam itu dengan senyuman manis nya.


"Bukankah tidak kalah dengan makan di restoran berbintang." Ucap Anes, Aleta mengangguk ia menatap Anes dengan lembut.


"Anes." Panggil Aleta, Anes menoleh dengan memakan kerupuk.


Disana bukan hanya ada penjual nasi goreng, tapi juga ada penjual sate dan makanan yang lainnya.


"Hmmm." Sahut Anes.


"Kamu tahu dari mana di pertigaan jalan ada penjual nasi goreng, dan makanan yang lainnya?" Tanya Aleta.


"Kita sering kesini ta, jadi otomatis aku tahu tempat ini." Ucap Anes, Aleta terdiam Anes tahu tempat ini tapi kenapa Aleta tidak tahu.


"Tapi aku tidak tahu tempat ini." Ucap Aleta, membuat Anes menghela nafasnya.


"Lagian bagaimana kamu bisa tahu orang setiap kita datang kesini, selalu saja ada yang menggangu kamu. Entah itu Azka atau teman-teman kamu." Ucap Anes, Aleta tertawa ia memang selalu berjanjian dengan teman-teman nya.


Karena apa? Ia pernah memiliki teman saat baru saja kembali ke tanah air, Anes begitu mempercayai teman nya itu, namun pada akhirnya teman Anes mengenalkan dari lelaki yang ternyata disukai oleh Aleta.


Bo*oh nya lelaki itu menjalin hubungan dengan Aleta hanya karena ingin dekat dengan Anes, padahal jika ingin benar-benar dekat tidak perlu mengorbankan Aleta di dalam nya.


Saat makanan sudah datang Anes dan Aleta langsung menyantap nya, mereka merasa senang karena nasi goreng yang mereka pesan tidak mengecewakan dan rasanya sangat enak.


"Berbicara soal teman kenapa kamu tidak pernah bertemu dengan teman kamu lagi?" Tanya Aleta, Anes tersenyum tipis.


"Aku mencari teman yang benar-benar tulus menganggap aku teman, bukan yang melibatkan orang lain hanya karena ingin terlihat baik." Ucap Anes, Aleta terdiam ternyata Anes masih mengingat kejadian itu.


"Anes maafkan aku." Lirih Aleta, Anes menatap Aleta.


"Kenapa kamu meminta maaf?" Tanya Anes.


"Karena aku sempat salah paham kepada kamu, tapi percayalah aku tidak berpikir jika kamu akan mengkhianati aku." Ucap Aleta, Anes tertawa kecil lalu menghentikan kegiatan makan nya.


"Kamu pikir lelaki itu termasuk kedalam tipe ideal ku?" Tanya Anes, Aleta terdiam dan menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya tidak." Ucap Aleta.


"Ya memang tidak, lagi pula Aleta lelaki seperti Deandra saja aku tolak bagaimana dengan dia? Sangat jauh berada dibawah Deandra." Ucap Anes, tunggu kenapa Anes jadi membahas Deandra?


"Deandra?" Tanya Aleta, Anes kelabakan bisa-bisanya ia menyebutkan nama lelaki itu.

__ADS_1


"Sudah jangan dibahas lagi." Ucap Anes, Aleta tertawa membuat Anes kesal.


"Kau mengingatnya Anes." Goda Aleta.


"Sudah cukup Aleta, lanjutkan makan mu." Ucap Anes.


"Ciee, mengingat nya itu berarti kau merindukan nya." Goda Aleta lagi, Anes menatap Aleta dengan tajam.


"Berhenti membahas nya, dan jangan berharap aku bisa bersikap manusiawi kepadanya." Ucap Anes, Aleta tertawa ia merasa lucu dengan tingkah Anes.


Begitupun dengan Deandra, lelaki itu menolak perjodohan ini tapi tidak mencari wanita lain untuk menggantikan Anes. Ada apa sebenarnya, kenapa mereka selalu memberikan teka-teki kepada para keluarga.


Setelah selesai makan Aleta dan Anes berdiam dulu di tempat itu, mereka ingin menikmati keindahan malam diluar hotel.


"Sepertinya tempat ini dijadikan sebagai tempat untuk berpacaran." Ucap Aleta.


"Hmmm, lihatlah mereka terlihat sangat bahagia meskipun hanya karena hal sederhana." Ucap Anes, Aleta mengangguk.


"Bukankah kata kamu kebahagiaan itu tidak perlu mewah." Ucap Aleta, Anes mengangguk.


"Memang, lagian percuma mewah kalau tidak membuat kita merasa nyaman dan bahagia." Ucap Anes.


Aleta dan Anes memperhatikan beberapa pasangan muda yang sedang berkencan, Aleta menemukan hal baru karena selama ini ia selalu pergi ke sebuah restoran mewah dan mall bersama dengan Azka.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Bisa tuh Anes jadi kakak ipar gue 😂*


A: Semua aja semua Uun 😌


N: 😂😂😂 Mon maap


A: Hilihhh 😒


N: 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2