
Sementara itu di kamar pengantin lebih tepatnya di kamar Axel dan Tatiana seorang wanita berjalan dengan mengendap-endap, ia menatap sekeliling kamar yang terlihat sepi belum ada makhluk hidup di dalam nya.
Tiana menghela nafas dan membalikkan tubuhnya untuk menutup pintu, saat sudah menutup pintu wanita itu berniat untuk membersihkan tubuhnya.
Namun saat ia kembali membalikkan tubuhnya tiba-tiba saja menabrak dada bidang seseorang, Tiana langsung menunduk dan mematung tubuh nya langsung terasa kaku dan sulit untuk di gerakan.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Axel, Tiana hanya menggelengkan kepalanya dan tidak menjawab.
"Kalau orang sedang berbicara itu di jawab jangan diam saja, saya rasa kamu punya mulut untuk berbicara." Ucap Axel, Tiana menghela nafasnya ia bingung harus berbicara dengan Axel sebagai apa.
Namun tiba-tiba saja perkataan Aleta, Adelle, Vee dan Anes terlintas di pikiran nya. Anes dan Aleta yang selalu mengatakan jika Tiana jangan terlihat lemah di hadapan Axel, tidak peduli jika Axel adalah saudara Anes dan Aleta tapi bagi kaum wanita jika lelaki angkuh seperti Axel harus di lawan.
Maksud dari melawan Axel bukan mengajak nya berkelahi, namun lebih terlihat kuat dan tegar tidak mudah di tindas itulah yang di ajarkan saudara-saudara Axel tanpa sepengetahuan lelaki itu.
"Tentu saja aku ingin membersihkan diri dan istirahat." Jawab nya, kini Tiana menatap wajah Axel yang menatap nya dengan datar.
"Ini kamarku untuk apa kau masuk ke kamar ini." Ucap Axel.
"Tapi aku istrimu tuan jadi bukankah ini juga kamarku." Ucap Tiana, jujur saja saat ini jantung nya sedang bergemuruh seperti akan melompat keluar dari tempat nya.
"Cih, aku tidak pernah ingin memiliki istri seperti kamu." Cibir Axel, perkataan yang cukup menyakiti Tiana. Ternyata lelaki ini pandai berakting juga, pantas saja Tiana banyak diberikan nasihat oleh para keluarga Axel.
"Tapi kenyataannya aku memang istrimu, kau baru saja mengucapkan ijab kabul hari ini jika kau lupa." Ucap Tiana tersenyum manis dan pergi dari hadapan Axel, wanita itu berjalan menuju koper untuk mengambil pakaian nya setelah itu Tiana pergi ke kamar mandi.
Axel tercengang melihat keberanian Tiana terhadap nya, sejak kapan wanita itu mau membalas setiap perkataan nya. Sementara Tiana wanita itu bersandar di balik pintu kamar mandi, ia memegang dadanya yang terasa sesak.
"Tahan Tiana ingat semua orang berpihak kepadamu, sabar ingat apa kata nona Anes dan nona Vee sekeras apapun dia kamu pasti bisa membuat nya menghargai kehadiran kamu." Gumam Tiana.
***Family group 😎
Mom Mae**: Axel semangat nak mami akan selalu mendukung kamu.💪*
Mei: Gas El biar sekali tembak langsung jadi. 😂
Mom Dea: Jangan lupa berdoa el. 😂
Dena: Baru kali ini orang mau malam pertama di semangatin, udah kaya mau lomba maraton. 😂
Mom Mae: Ini melebihi dari lomba de.😂
Mei: Percayalah anak-anak yang lain juga pasti ikut malam pertama lagi, seperti saat Alexi menikah dulu. 😂
Azka: Aku enggak ya aku enggak!
Anes: Wess santai dong kok ngegas. 😂
Arka: Ya gimana gak ngegas orang dia mau ikutan malam pertama, tapi malah disuruh beli mie ayam. 🤣
Aiden: Sabar ka 😂
Adelle: Azka harap bersabar itu perjuangan seorang ayah demi anak nya. 😂
__ADS_1
Vee: Kasian anak Azka belum apa-apa sudah dijadikan bahan ghibah. 🤣
Mom Mae: Gak usah ikut-ikutan lagi ka kan sudah berhasil. 😁
Mei: Benar orang di perut Aleta sudah ada Azka junior ko. 😂
Aleta: Lagian anaknya juga yang mau. 😊
Adelle: Ingat ka yang mau anaknya bukan mami nya. 😂
Axel: Bisa pada diam tidak saya ngantuk mau tidur! 😒
Aleta: Vee semangat tuan muda di tunggu kabar baiknya. 💪
Axel: Gak usah aneh-aneh Aleta.
Adelle: Apakah butuh wasit? Tenang saya siap menghitung tanpa di bayar. 😂
Vee: Sambil live boleh kali. 🤣
Dena: Semakin kesini ngapa makin meresahkan. 😂
Mei: Para penerus yang tidak mengecewakan. 😂
Axel menatap nanar grup keluarga yang sedang berpatroli, ia melempar ponselnya ke samping sofa. Axel mengalihkan pandangannya kepada Tiana yang baru keluar dari kamar mandi.
"Kamu tidur di sofa." Ucap Axel, bangun dari duduknya dan berjalan menuju tempat tidur.
"Kamu pikir saya mau berbagi tempat tidur dengan kamu? Jangan mimpi!" Ucap Axel, Tiana menghela nafasnya dan menarik selimut yang di pakai oleh Axel.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Axel.
"Bukankah kamu meminta saya untuk tidur di sofa." Ucap Tiana.
"Tapi kenapa kamu menarik selimut milik saya?" Tanya Axel.
"Saya tidak mungkin tidur di sofa tanpa selimut." Jawab Tiana datar, Axel berdecak dan bangun dari tempat tidur untuk mengambil selimut baru.
Tiana hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu merebahkan tubuhnya di sofa, ia terlalu lelah jika harus berdebat dengan Axel.
Axel menatap Tiana yang mulai memejamkan matanya, ia tak percaya malam pertama pernikahan nya akan seperti ini.
Dulu Axel membayangkan malam pernikahan seperti orang-orang pada umumnya, namun ternyata malah seperti ini yang lebih menyakitkan adalah ia menikahi wanita yang tidak dicintainya.
...
Pagi hari Axel terbangun dan terkejut melihat Tiana yang tiba-tiba ada di samping nya, Axel mengingat kejadian semalam ia tidak melakukan hal aneh kan.
"Hei kenapa kamu ada disini?" Tanya Axel.
"Emmh." Lenguh Tiana.
__ADS_1
"Tiana bangun." Teriak Axel, Tiana yang terkejut langsung bangun dan tanpa sengaja menendang tubuh Axel hingga terjatuh ke lantai.
Brukk...
"Assshhh, Tatiana." Geram Axel, ia menatap Tiana yang duduk di atas tempat tidur dengan linglung.
"Tuan kenapa anda duduk di bawah?" Tanya nya, Axel menatap marah kepada wanita itu.
"ini semua pernah kelakuan kamu, lagi pula kenapa kamu bisa ada di tempat tidur bukankah saya sudah meminta kamu untuk tidur di sofa." Ucap Axel, Tiana terdiam ia baru tersadar jika saat ini dirinya sedang duduk di atas tempat tidur.
"Kenapa saya bisa ada disini?" Tanya nya, oh God lihatlah Tiana berhasil membuat Axel emosi di pagi hari.
"Tatiana Jasmine kamu benar-benar membuat saya kesal di pagi hari, bagaimana saya bisa memulai hari yang baik jika pagi saya saja seperti ini." Ucap Axel, Tiana menatap Axel kenapa lelaki itu suka sekali marah-marah.
"Tuan saya tidak tahu kenapa saya ada disini, lagi pula memangnya kenapa jika saya tidur di atas tempat tidur yang sama dengan anda toh saya ini istri anda." Ucap Tiana, wanita itu masih belum menyadari jika semalam dirinya merasa tidak nyaman tidur di sofa hingga memilih pindah ke samping Axel.
"Berhenti menyebut kamu istri saya." Ucap Axel, lelaki itu bangun dari posisinya dan berjalan menuju kamar mandi.
Tiana menghela nafasnya sabar Tiana ini baru hari pertama, masih ada hari-hari berikutnya begitulah isi pikiran Tiana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Plis Tiana sering-sering tendang Axel sampai jatuh 🤣*
A: Seneng kan Lo 😂
N: Uuhh bahagia sekali saya 😂
A: Dasar lucknut 😂
N: 😂😂😂
__ADS_1