Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 93


__ADS_3

Satu Minggu berlalu kini seorang gadis sedang menuruni anak tangga, Alea siapa lagi jika bukan gadis cantik itu.


Alea berjalan dengan santai tanpa mempedulikan tatapan Haris dan Alia, hari ini adalah hari ulang tahun sang mama.


Dimana semua orang sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk pesta nanti malam, jangan lupa pesta di adakan di hotel bintang lima.


"Naura nanti malam adalah pesta ulang tahu mama, apa kamu sudah mencari pasangan untuk datang ke pesta itu." Ucap Alia, Alea tersenyum tipis menatap wajah kakak angkat nya.


"Itu bukan urusan kamu Alia, mau aku datang dengan pasangan atau tidak itu hak ku." Ucap Alea.


"CK, sepertinya kamu memang benar-benar tidak bisa melupakan Haris." Ucap Alia, Alea tertawa kecil dengan tatapan mengejek nya.


"Sudah berapa kali aku katakan waktuku begitu berharga, tidak ada waktu untuk aku memikirkan seorang penghianat." Ucap Alea, Haris terlihat mengeraskan rahang nya.


Ia tak menyangka Alea gadis yang dulu dikenal dengan segudang kelembutan, menjadi gadis yang memiliki perkataan dan ucapan yang selalu menusuk hatinya.


"Naura jaga ucapan kamu." Ucap Haris, Alia tersenyum senang saat melihat Haris yang berbicara dengan nada tinggi kepada Alea.


"Kenapa bukankah itu kenyataan, lagi pula Alia kenapa kamu ingin tahu sekali tentang hidupku? Apakah kamu tidak bahagia dengan pernikahan mu." Ucap Alea, Alia menatap wajah Alea dengan kesal bagaimana mungkin ia tak bahagia setelah Alia berhasil merebut kebahagiaan Alea.


"Kamu salah Naura, justru aku sangat bahagia dengan pernikahan ku." Ucap Alia, Alea tersenyum smirk.


"Baguslah jika kamu memang bahagia, itu artinya aku bisa bebas mengajak seseorang untuk hadir di pesta nanti malam." Ucap Alea, Alia mengernyit dan berfikir apakah Alea sudah benar-benar mendapatkan pengganti Haris.


"CK, aku tunggu masa itu tiba." Ucap Alia.


"Tentu saja, tapi sebelum itu persiapkan dulu dirimu. Takut-takut nanti kamu merasa jika kamu menyesal menikahi Haris, karena ternyata ada yang lebih segala-galanya dari Haris." Ucap Alea menepuk pundak Alia, kini wanita itu pergi keluar rumah.


Sementara Alia mematung ia mencerna setiap ucapan Alea, lelaki yang lebih dari Haris apakah ada? Selama ini Alia berfikir hanya Haris lah yang menjadi sumber kebahagiaan Alea.


...


Malam hari tiba ternyata banyak tamu yang menghadiri pesta keluarga Xavier, tidak hanya itu keluarga Justin, Julian, dan Dio pun ikut hadir di acara tersebut.


Jangan lupakan Anes dan Aleta yang juga menghadiri acara itu, mereka bahkan di siapkan tempat khusus oleh keluarga Xavier karena memang Justin dan keluarga nya adalah orang yang banyak dikenal oleh para pembisnis dan pengusaha.


Mereka menatap kedua putri dari keluarga Xavier yaitu Alea dan Alia, Anes menatap sinis Alia entahlah Anes merasa Alia terlalu mencari sensasi dalam acara itu.


"Itu Alea kan cantik banget si nes." Ucap Aleta, Anes mengangguk menyetujui ucapan Aleta.


Dari kejauhan terlihat tuan Xavier berjalan mendekati perkumpulan keluarga Abrisham, ia tersenyum senang saat melihat Justin.


"Tuan Abrisham suatu kehormatan bagi kami karena tuan berkenan hadir." Ucap tuan Xavier.


"Anda terlalu berlebihan tuan Xavier, tentu saja kami akan hadir karena anda mengundang kami." Ucap Justin, tuan Xavier mengangguk.

__ADS_1


"Oiya tuan perkenalkan ini istri dan anak-anaknya saya." Ucap tuan Xavier.


"Anak-anak anda begitu cantik tuan." Ucap Dea, tuan Xavier tersenyum.


"Halo Tante nama aku Alia." Ucap wanita itu.


"Dea." Ucap Dea.


"Alea Tante." Ucap Alea, Anes dan Aleta mendekati Alea.


"Kita bertemu lagi nona." Ucap Aleta, Alea mengernyit ah Anes dan Aleta ternyata.


"Ini apakah ini putri anda tuan?" Tanya tuan Xavier.


"Ya ini Aneska putri saya, dan ini Aleta putri dari Julian." Ucap Justin, tuan Xavier tersenyum ia mengagumi anak-anak keluarga Abrisham.


Saat mereka semua sedang berbincang suasana menjadi riuh karena kedatangan tamu yang menjadi pusat perhatian, bagaimana tidak menjadi pusat perhatian jika tamu yang datang cantik dan tampan.


Alea menatap ke arah pintu masuk dan tercengang melihat Alexi, Axel, Azka, Aiden yang menggandeng tangan Vee, juga Arka yang menggandeng tangan Adelle.


"Maaf kami terlambat." Ucap Alexi, Justin mengangguk sementara Dea wanita itu menghampiri Vee.


"Apakah ini?" Tanya tuan Xavier.


"Ya ini putra dari keluarga kami tuan, ramai bukan." Ucap Justin terkekeh, Alea tercengang melihat wajah Alexi dan Anes.


"Tentu Aneska dan Alexi mereka kembar." Ucap Justin, deggg Alea mematung pantas saja ia merasa nyaman saat berbicara dengan Anes.


"Begitu indah sekali keluarga anda ini." Ucap tuan Xavier, Dio tertawa melihat keramaian keluarga nya jika sedang berkumpul.


"Kita bertemu lagi nona." Ucap Alexi, membuat Alea tersentak kaget.


"Ah, iya kita bertemu lagi tuan." Balas Alea, Anes mengernyit heran.


"Kalian?" Tanya Anes.


"Kami teman hidup." Ucap Alexi, Alea tercengang bisa-bisanya Alexi mengatakan hal seperti itu di hadapan banyak orang.


"Teman hidup?" Tanya Justin bingung.


"Kenapa, apakah ada yang salah." Ucap Alexi.


"Tidak ada, tentu saja tidak ada yang salah." Ucap Anes, wanita itu mulai aktif dengan menggoda sang adik.


"Kalian sudah saling mengenal?" Tanya tuan Xavier.

__ADS_1


"Hmmmmm, sangat mengenal." Jawab Alexi lagi, bahkan lelaki itu tak memberikan kesempatan untuk Alea berbicara.


"Segera ajak teman hidup mu ini kerumah." Ucap Anes, Dea tertawa sementara Alia wanita itu terkejut bukan main.


Alia tahu siapa keluarga Abrisham tapi bagaimana mungkin Alea bisa mengenal Alexi, dan apa ini kenapa keluarga Abrisham begitu tampan dan nyata.


"Naura kenapa kamu tidak pernah bercerita tentang tuan muda Abrisham nak?" Tanya mama.


"Ma, aku_aku." Ucap Alea gugup.


"Karena kami ingin memberikan kejutan seperti sekarang, bukan kah kalian terkejut." Ucap Alexi, Aiden mendengus ternyata ia salah selalu menggoda Alexi dan mengatai Alexi jomblo.


"Alexi gak main-main, sekalinya bawa cewek langsung teman hidup." Goda Axel.


"Mangkanya jangan pacaran doang dinikahin kaga." Sengit Aleta, Axel mendengus bukan tidak ingin menikah Axel hanya belum siap saja.


"Sttttt, jangan suka buka kartu deh." Kekeh Axel, mereka semua tertawa. Tuan Xavier terlihat begitu bahagia saat melihat Alexi yang dekat dengan putrinya.


Ia berharap Alexi adalah lelaki yang mampu menjaga Alea, tuan Xavier hanya ingin kebahagiaan bagi putrinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Alexi gak main-main si 😂*


A: Gantle gitu kan 😂


N: Meleleh Adek bang 😂


A: Ngada-ngada ini orang 😌

__ADS_1


N: 😂😂😂


__ADS_2