Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 222


__ADS_3

Siang hari Aiden dan Vee sudah tiba di kantor nya, beberapa karyawan menatap kedatangan Aiden dan Vee.


"Itu anaknya tuan ai?" Tanya salah satu karyawan.


"Iya ganteng banget anak nya." Ucap karyawan yang lainnya.


"Bagaimana tidak ganteng hei emak dan bapak nya aja bukan kaleng-kaleng." Ucap yang lainnya.


"Siang tuan." Sapa salah satu karyawan.


"Siang." Ucap Aiden dan Vee, saat keduanya akan berjalan menuju ruang kerja Aiden seseorang memanggil Aiden.


"Aiden." Panggil nya, membuat Aiden yang sedang menggendong baby Varo menoleh begitupun dengan Vee.


"Kamu ngapain kesini?" Tanya Aiden.


"Aku mencari kamu beberapa hari ini aku tidak bisa menemui kamu Aiden kenapa."Ucap wanita itu.


"Untuk apa kamu mencari aku?" Tanya Aiden, wanita itu mengalihkan pandangan nya kepada Vee dan Varo.


"Di_dia siapa?" Tanya wanita itu.


"Ini Vee istriku dan ini putraku." Ucap Aiden, wanita itu menatap Vee dan Aiden secara bergantian.


"Anak istri?" Tanya nya, sementara Vee ia menatap wanita itu.


"Iya aku istrinya Aiden." Ucap Vee, wanita itu mengangguk-anggukkan kepalanya.


(Ternyata dia yang sudah merebut Aiden, pernikahan dia dan Aiden yang membuat aku depresi. Tapi bagaimana bisa Aiden meninggalkan Adelle dan menikah dengan dia.) Batinnya.


"Oh, saya teman kuliah nya Aiden." Ucap wanita itu, Vee mengangguk dan tersenyum tipis.

__ADS_1


"Iya Aiden sudah memberi tahu saya soal itu, kalian bertemu juga hanya untuk urusan bisnis benar begitu sayang." Ucap Vee, wanita itu terdiam menatap Aiden.


"Iya sayang kita memang hanya untuk urusan bisnis saja tidak lebih." Ucap Aiden, Vee tersenyum manis kepada suaminya itu.


"Hmmm, iya kalau begitu saya permisi dulu." Ucap wanita itu, Vee dan Aiden menatap kepergian nya.


Tunggu Vee merasa ada yang harus ia bicarakan dengan wanita itu, Vee menatap Aiden dengan tersenyum manis.


"Ada apa ngeliatin kaya gitu?" Tanya Aiden.


"Ada yang tertinggal di mobil, kamu pergi duluan saja." Ucap Vee, Aiden menatap Vee dengan intens.


"Beneran gak apa-apa aku tinggal?" Tanya nya.


"Iya gak apa-apa kok sayang." Balas Vee, Aiden mengangguk dan pergi ke ruangan nya lebih dulu bersama dengan Varo.


Vee menatap Aiden yang sudah masuk kedalam lift, setelah itu Vee langsung berlari mengejar wanita yang katanya teman Aiden.


"Ada apa?" Tanya nya.


"Ada yang ingin saya bicarakan." Ucap Vee.


"Oke katakan saja." Ucap wanita itu.


"Apa maksud dari perkataan kamu, tadi kamu mengatakan jika beberapa hari ini kamu mencari Aiden." Ucap Vee.


"Ya saya memang mencari Aiden kemarin, tapi itu hanya untuk urusan kerja saja." Ujar nya, Vee menatap wanita itu dengan sedikit menyelidiki.


"Hanya untuk urusan pekerjaan haruskah mencari Aiden setiap hari." Ucap Vee, wanita itu tertawa kecil mendengar perkataan Vee.


"CK, kamu tenang saja saya tidak ada tujuan lain." Ujar nya, Vee mengangguk-anggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya, semoga saja apa yang kamu katakan itu benar. Karena aku yakin kamu memiliki prasaan, dan kamu sekarang sudah tahu jika Aiden sudah memiliki anak dan istri." Ucap Vee, wanita itu merasa kesal di hatinya mendengar perkataan Vee.


"Iya kamu tenang aku bukan wanita seperti itu." Ujar nya.


"Aku harap memang kamu wanita baik-baik dan memiliki harga diri, kalau begitu aku permisi dulu." Ucap Vee, wanita itu mengeraskan rahangnya bisa-bisanya Vee membuat hatinya sakit dengan cara lembut.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Guys bantu vote novel Anes ya 🙏😊*


N: Otw vote Thor 😂


A: Makasih, untuk yang masih belum tahu novel Anes kalian bisa cek profil aku dan judulnya ***CINTA TUAN MUDA 😊


N**: Ngokhey 🤗*

__ADS_1


__ADS_2