Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 294


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu kini kandungan Alea sudah memasuki usia 9 bulan, dan perut wanita itu sudah semakin membesar bahkan Vee yang berstatus sebagai kakak ipar nya selalu usil kepada Alea.


Saat kedua wanita itu sedang menonton televisi dengan tanpa dosa nya Vee menaruh gelas yang di pegang nya di atas perut buncit Alea, Alea menoleh menatap Vee yang terlihat menahan tawa nya.


"Kakak." Pekik Alea.


"Inilah gunanya perut buncit." Ucap Vee tertawa renyah, mom Dea sampai dibuat geli oleh kelakuan Vee dan Alea.


"Gak gitu haha aku ingin tertawa nanti gelasnya jatuh." Pekik Alea, Vee ikut terbahak melihat wajah merah Alea yang menahan tawa.


"Sayang adiknya itu kasihan." Ucap mom Dea, akhirnya Vee pun melepaskan tangan Alea dan mengambil gelas nya.


"Nakal banget." Ucap Alea.


"Kalian ini benar-benar menggemaskan." Ucap mom Dea, Vee dan Alea pun tertawa mendengar perkataan mommy nya.


Sementara di kediaman Axel perut Tiana juga sudah terlihat membesar namun belum sebesar perut Alea, saat ini Axel sedang berbaring dengan kepala yang berada di pangkuan Tiana.


"Sayang nya papi sedang apa sedang renang ya sayang di dalam, atau sedang break dance nak." Bisik Axel konyol, membuat Tiana tertawa mendengar perkataan tak jelas dari suaminya.


"Tidak apa-apa kamu dance di dalam sayang asal jangan dugem saja, nanti dugemnya kalau sudah besar kita dugem bersama." Canda Axel, Tiana memukul tangan Axel membuat Axel tertawa.


"Gak ya gak ada dugem-dugem." Ucap Tiana.


"Tidak apa-apa sayang anak muda." Ujar nya.


"Sayang ish." Desis Tiana, Axel tertawa kecil melihat istrinya yang merajuk.


"Nanti mami kita kurung di kamar biar gak ikut-ikutan, suka ribet kalau bawa emak-emak bukannya dugem nanti malah kaya orang mau piknik." Goda Axel lagi, karena kesal Tiana mengangkat kepala Axel menggunakan tangan nya dan menggigit telinga lelaki itu.


"Arrrggghhh, sayang sakit-sakit sayang." Teriak Axel.


"Sukurin." Ucap Tiana mencebikan bibirnya.


"Mami nya baby nakal masa siang-siang gini mainnya sudah gigit-gigittan si, nanti malam saja mom memang semalam masih kurang." Ledek cek, tuhan tolong Tiana ingin sekali mendorong tubuh suaminya agar terjatuh.


"Sayang cukup kamu bisa membuatku g*la." Sengit Tiana.


"Iya tahu kok aku tampan sampai membuat kamu tergila-gila ya kan." Ucap Axel lagi, ini Axel kesambet apa kenapa jadi menyebalkan sekali.


Karena kesal Tiana mendorong Axel dan benar saja lelaki itu terjatuh ke lantai, Tiana tertawa melihat Axel yang meringis kesakitan.


Namun bukannya marah Axel malah ikut tertawa apalagi saat melihat Tiana yang tertawa lepas, sangat terlihat jika saat ini Tiana memang benar-benar bahagia.


...


Malam hari Alea berjalan ke dapur untuk meminum susu hamil nya, namun saat mengambil gelas Alea merasa ada sesuatu yang mengalir di kakinya.


"Kok kaya basah-basah apa ya." Gumam nya, Namun Alea tidak menghiraukan hal itu ia terus berjalan untuk menyeduh susu dan meminum nya.


Namun saat akan berjalan untuk kembali ke kamar Alea merasa ada yang aneh ia pun menunduk dan mengernyit melihat kakinya yang basah oleh air, Alea terdiam sejenak dan berpikir apakah ia mengompol? Sepertinya tidak.

__ADS_1


Alea terus berdiri mematung berpikir air apa yang keluar dari kakinya, dan saat itu kebetulan Vee dan Aiden berjalan mendekati dapur.


"Alea." Teriak Vee tiba-tiba, sampai membuat Aiden melompat karena kaget.


"Kak." Balas Alea, wajah tenang dan santai Alea membuat Vee khawatir.


"Sayang ada apa?" Tanya Aiden.


"Alea kenapa kamu gak bilang kalau air ketuban kamu sudah pecah, sayang cepat bawa Alea kerumah sakit." Pekik Vee.


"Kak aku gak apa-apa ini gak sakit." Ucap Alea.


"Sayang cepat." Teriak Vee tidak menghiraukan perkataan Alea.


"Iya-iya." Sahut Aiden, namun saat Aiden berniat untuk menggendong Alea Alexi muncul dan menatap tajam kakaknya.


"Ada apa?" Tanya Alexi.


"Kebetulan ada pawang nya nih bawa Alea kerumah sakit." Ucap Aiden, Alexi mengernyit heran kenapa dibawa kerumah sakit sementara Alea masih baik-baik saja.


"Kenapa ke rumah sakit?" Tanya Alexi.


"Alea mau melahirkan kata Vee." Ucap Aiden.


"Apa?" Pekik Alexi, lelaki itu langsung mengangkat tubuh Alea dan membawanya ke rumah sakit.


"Sayang ada apa kenapa ramai sekali?" Ucap mom Dea.


"Alea mau melahirkan mom." Ucap Vee, mom Dea terkejut mendengar perkataan Vee.


"Sudah di bawa kerumah sakit sama Alexi, ini aku sedang meminta mbak untuk mengambil perlengkapan Alea dan bayinya." Ucap Vee.


"Yasudah mommy siap-siap dulu oke kalian tunggu sebentar." Ucap mom Dea, akhirnya Vee, Aiden dan mom Dea pun menyusul Alexi dan Alea ke rumah sakit.


"Sayang apakah sakit?" Tanya Alexi saat keduanya sudah berada di dalam ruang bersalin.


"Tidak." Jawab Alea.


"Hah?" Sahut Alexi tak percaya, namun saat dokter mengecek jalan keluar nya bayi barulah Alea meringis merasa mulas yang luar biasa.


"Aaaaaa." Lirih Alea.


"Kenapa ada apa?" Tanya Alexi panik.


"Sakit." Desis Alea.


"Nona tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan." Ucap dokter memberikan arahan.


"Huh-huh sakit sayang sakit." Teriak nya, Alexi mengangguk dan terus menguatkan istrinya.


Alexi sedikit berpikir mengingat saat Aleta melahirkan Azka keluar dengan keadaan yang berantakan, lalu apakah ia juga akan sama? Tapi Alea terlihat begitu tenang sampai Alexi yang sibuk dengan pikirannya sendiri tak sadar jika bayi nya sudah keluar.

__ADS_1


Alexi tersentak saat mendengar suara tangisan bayi yang begitu nyaring, lelaki itu menoleh menatap bayi mungil yang berada di gendongan dokter.


"Sayang anak kita sudah lahir?" Tanya Alexi.


"Hmmm." Balas Alea tersenyum, Alexi mengecupi setiap inci wajah cantik Alea..


"Terimakasih banyak terimakasih honey." Lirih nya, Alexi mengangguk dan tersenyum manis.


"Tuan selamat bayi anda laki-laki." Ucap dokter, Alexi tersenyum dan tapa sadar air matanya menetes.


Alexi mengecup hidung putranya dan tak lupa juga mengadzani putranya, setelah itu Alexi meletakkan bayi itu di pelukan Alea.


Melihat istrinya menangis membuat Alexi ikut terharu, ia tak percaya jika ternyata dirinya kini sudah menjadi seorang Daddy.


"Al bagaimana apakah Alea dan bayinya baik-baik saja?" Tanya mommy, saat Alexi keluar dari ruang bersalin.


Alexi mengangguk dan langsung memeluk mommy nya, lelaki itu memenangi dalam pelukan mom Dean Vee tersenyum melihatnya.


"Semua baik-baik saja selamat karena putra kecil mommy kini sudah memiliki putra, ingat bahagiakan anak dan istri kamu." Ucap mom Dea, Alexi mengangguk dan mengecup kening mommy nya.


"Terimakasih untuk semuanya mom." Ucap Alexi, mom Dea mengangguk dan tersenyum manis lalu mengecup kening Alexi penuh sayang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading šŸ¤—šŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya šŸ™šŸ˜Š


N**: Huaaaa ikut terharu, selamat untuk Alexi dan Alea šŸ¤—*


A: Iya makasih Uun šŸ¤—


N: Alexi dan Alea hei bukan elu šŸ˜’


A: Sama aja 😁


N: Kaga mau beda 😌

__ADS_1


A: Maksa bener yaampun šŸ˜’


NšŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚


__ADS_2