Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 156


__ADS_3

Tiga hari berlalu pagi ini semua orang berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama, Anes menatap Rafael yang sangat tampan. Ia benar-benar tidak percaya jika El akan benar-benar setampan itu.


"Sayang pulang lah lebih awal." Ucap mom Dea, Anes menatap mommy nya ia bingung mommy sedang berbicara dengan siapa.


"Mom berbicara dengan siapa?" Tanya Anes.


"Tentu saja dengan kamu." Ucap sang mommy.


"Memangnya kenapa, biasanya juga aku pulang malam tidak masalah." Ucap Anes, mom Dea menatap suaminya.


"Sayang malam nanti kita akan melakukan pertemuan keluarga." Ucap dad Justin, Anes bingung pertemuan keluarga siapa.


"Pertemuan keluarga siapa?" Tanya Anes.


"Begini mom ingin kamu melakukan pendekatan dengan lelaki pilihan mom dan Daddy, jadi kamu harus datang dan tidak boleh telat." Ucap mom Dea, Anes tercengang mendengar perkataan mommy nya.


Apa katanya tadi pendekatan, apakah ini termasuk perjodohan? Anes menatap Daddy nya yang terlihat serius begitupun dengan mommy nya.


"Kalian bercanda kan." Ucap Anes.


"No, untuk apa kami bercanda." Ucap mom Dea.


"Aunty." Rengek Anes, hanya Dena harapan nya kali ini.


"Lakukanlah sayang." Ucap Dena, membuat Anes terdiam kenapa aunty nya malah menyuruh Anes melakukan pendekatan.


"Ayolah kenapa kalian melakukan ini, apakah kalian tidak peduli lagi kepadaku." Ucap Anes, Dena dan mom Dea menatap Anes yang memasang wajah melas nya.


"Tidak ada pilihan lain, lakukan atau kamu tidak boleh lagi pergi ke kantor." Ucap dad Justin, Anes terbelalak.


"Ish, sudahlah terserah kalian saja. Lagian pembelaku juga sekarang sudah memihak kepada kalian." Ucap Anes, menatap Dena, Keanu, Alexi, dan Aiden.


"Tentu saja Karen kami semua ingin yang terbaik untuk kamu." Ucap dad Justin, Anes berdecak kesal ia bangun dari duduknya dan pergi begitu saja.


Setibanya di kantor Anes menangis membuat Aleta bingung, Anes tidak ingin seperti ini.


"Anes sudahlah kamu terima saja, lagipula mereka tidak mungkin menjerumuskan kamu. Bukankah kamu yang mengatakan, jika Arka, Azka, dan Axel selalu mengatakan bahwa kamu harus memiliki pasangan yang lebih baik dari kamu. Mungkin saja mereka sudah menemukan nya." Ucap Aleta, Anes menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


Tiba-tiba saja Alexi dan Aiden masuk kedalam ruang kerja Anes, kedua lelaki itu menatap Anes yang sedang menangis.


"Anes." Panggil Aiden, Anes melepaskan tangan nya yang menutupi wajahnya dan menatap Aiden juga Alexi.


"Kenapa kamu menangis?" Tanya Alexi, Anes menggelengkan kepalanya.


"Anes dengar kakak baik-baik." Ucap Aiden, Anes mengangguk dan menatap Aiden.


"Hmmmmmm." Jawab nya.


"Dengar kita melakukan semua ini untuk kebaikan kamu, lagipula bukankah selama ini kamu sudah bosan menjomblo. Kita melakukan ini bukan tanpa sebab nes." Ucap Aiden, Anes terdiam.


"Benar apa yang dikatakan oleh kak Aiden, aku, Daddy dan kak Aiden tidak bisa selamanya menjaga kamu. Buktinya saat ini kak Aiden tidak bisa terus memantau kamu seperti dulu, karena apa dia sudah memiliki istri dan akan memiliki anak. Bukan tidak peduli lagi, tapi fokus nya sudah terbagi Anes." Ucap Alexi, Anes semakin menunduk.


"Begitupun dengan Alexi tidak bisa terus memantau kamu, dia sudah memiliki Alea yang juga harus dia jaga. Dia juga ingin menikah, dan Daddy dia sudah tidak seperti dulu. Sudah seharusnya Daddy istrinya dan tidak harus memikirkan anak-anaknya lagi, kamu salah satu kekhawatiran terbesar kami, jika kamu sudah memiliki pasangan mungkin kami akan sedikit lebih tenang karena ada yang selalu menjaga kamu." Ucap Aiden, Anes menatap kakak dan adik nya.


"Maafkan aku." Ucap Anes.


"Kamu tidak perlu minta maaf, cukup penuhi keinginan Daddy dan mommy itu sudah cukup. Lagi pula dari cerita yang aku dengar sepertinya lelaki ini memang tipe kamu." Ucap Aiden, Anes hanya diam saja ia bingung harus mengatakan apa.

__ADS_1


.....


Malam hari semua orang sudah berkumpul di sebuah restoran mewah, tuan Justin sengaja mengosongkan restoran itu khusus untuk pertemuan nya dengan tuan Gavriel.


"Selamat datang tuan Gavriel." Ucap tuan Justin.


"Ah, terimakasih tuan Justin." Ucap tuan Gavriel.


"Mari silahkan duduk." Ucap tuan Justin, membuat tuan Gavriel dan istrinya mengangguk.


"Baiklah, oiya tuan Justin perkenalkan ini putra saya Deandra. Deandra ini tuan Justin." Ucap tuan Gavriel.


"Deandra om." Ucap nya sopan.


"Justin." Ucap tuan Justin, semuanya duduk Deandra tercengang melihat anggota keluarga wanita yang akan di jodohkan dengan nya.


Sangat terlihat jelas jika keluarga wanita bukanlah orang sembarangan, apalagi saat Dean menatap Keanu yang duduk tidak jauh dari mereka.


Semua orang sudah berkumpul hanya Anes yang belum, nyonya dan tuan Gavriel dibuat terkagum-kagum ternyata mereka benar-benar tidak salah memilih. Sangat terlihat jika keluarga Justin adalah orang baik-baik, yang pastinya cocok untuk Deandra.


Setelah cukup lama Anes datang sendirian, karena Aleta lagi-lagi di culik oleh Azka. Entahlah mungkin Azka berubah menjadi seorang penculik, yang suka sekali menculik Aleta dari Anes.


"Maaf aku terlambat." Ucap Anes, mom Dea dad Justin, nyonya dan tuan Gavriel menoleh menatap Anes.


"Tidak apa-apa sayang mari duduk." Ucap mom Dea, Anes mengangguk ia mengalihkan pandangan nya kepada Deandra yang sedang menatap nya tajam.


"Kau." Ucap Anes, Deandra berdiri dari duduk nya.


"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Dean, Anes menatap Dean dengan sinis.


"Tentu saja aku ada disini mereka mommy dan Daddy ku." Ucap Anes, Deandra tercengang menatap wajah mom Dea dan dad Justin memang ada sedikit kemiripan dengan Anes. Karena wajah Anes lebih mirip dengan Dena.


"Mom dad, aku juga tidak mau di jodohkan dengan lelaki tiang ini." Ucap Anes.


"Apa katamu." Ucap Deandra.


"Lelaki tiang, yang tinggi bagaikan Titan." Ucap Anes.


"Dasar induk singa." Balas Deandra.


"Hei, tidak ada induk singa yang cantik sepertiku." Ucap Anes.


"Cih, terlalu percaya diri." Cibir Deandra, dari meja lain Vee menatap perdebatan keduanya.


"Sayang sepertinya mereka memang berjodoh." Ucap Vee, Aiden tertawa mengelus kepala istrinya.


"Aneska cukup." Ucap dad Justin.


"Dad." Lirih Anes.


"Duduk." Ucap sang Daddy, Anes pun menurut dan duduk.


"Deandra duduk nak." Ucap mama Dean, lelaki itu menatap tatapan tajam papa nya lalu duduk.


"Kalian tidak ada pilihan lain selain menuruti perjodohan ini." Ucap tuan Gavriel.


"Apa?" Pekik Anes dan Deandra.

__ADS_1


"Kenapa kau mengikuti ku." Sengit Anes.


"Kau bisa diam tidak." Ucap Dean.


"Kalian berdua diam." Tegas dad Justin, Anes dan Dean pun terdiam.


"Dean kamu tidak ada pilihan lain, jika kamu menolak papa akan mengambil alih perusahaan kamu." Ucap papa, membuat Deandra memutar bola matanya malas.


"Perusahaan itu hasil kerja keras ku, papa tidak bisa mengambil nya begitu saja." Ucap Deandra.


"Anes jika kamu menolak maka dad dan mom tidak akan mengijinkan kamu untuk pergi ke kantor, satu lagi kamu akan ikut bersama dengan aunty Dena." Ucap dad Justin, Anes terbelalak.


"Apakah tidak ada pilihan lain dad?" Tanya nya, membuat Deandra menatap Anes heran.


"Tidak ada." Jawab dad Justin.


"Kalian itu benar-benar curang, kalian menggunakan kelemahan aku. Sebenarnya tinggal dengan aunty Dena tidak masalah, hanya saja aku lebih ingin dekat dengan orang tuaku." Lirih nya.


"Jadi bagaimana." Ucap tuan Gavriel, Anes menghela nafasnya.


"Ya, baiklah atur sesuka kalian saja." Ucap Anes, membuat Deandra terbelalak.


"Tidak, aku tidak setuju." Ucap nya.


"Maka kamu akan papa kirim ke negara x." Ucap tuan Gavriel, Deandra hanya menghela nafasnya saja.


Kedua orang itu benar-benar tidak bisa berkutik lagi, Anes banyak memiliki ancaman selain dari mom dan Daddy nya. Anes juga sudah diberi peringatan oleh Dena.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜Š


N***: Anes sama Dean bener-bener kaya tikus sama kucing πŸ˜‚


A: Debat teroosπŸ˜‚


N: Lucu ya kan πŸ˜‚

__ADS_1


A: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2