Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 207


__ADS_3

Di kediaman Dio Azka yang baru saja selesai berbincang dengan papi nya berjalan keruang tengah, ia melihat Adelle dan Arka yang sedang menjaga putranya yang diberi nama Rava Artadinata.


"Waaaah Rava sedang apa nih." Ucap Azka.


"Sedang bermain uncle." Ucap Adelle menirukan suara anak kecil.


"Papi nya Rava sudah tua ya kan sudah punya anak." Ledek Azka.


"CK, sebenarnya kamu juga gak kalah tua cuma telah nikah saja." Ledek Arka tak mau kalah.


"Cih mana ada seperti itu." Ucap Azka.


"Faktanya seperti itu, coba kalau duku kamu gak sok-sokan LDR dengan Lolita pasti sudah beranak cucu." Cibir Arka.


Mendengar perkataan Arka membuat Azka memukul tangan kakak kembarnya, Arka tertawa kenapa melihat Azka yang memukul nya.


"Asshh, sakit Mansyur." Ucap Arka.


"Bisa tidak jangan membahas soal itu, kalau Aleta mendengar nya bisa habislah aku." Ucap Azka.


"Yaelah gak bakal denger ka si Aleta, orang jauh kok ke rumah uncle Julian." Ucap Arka, lelaki itu memangku Rava putranya.


"Kamu juga jika dulu tidak LDR dengan Adelle sudah beranak cucu, mungkin Sudan menjadi eyang Kakung." Ceplos Azka membuat Arka memelototkan matanya.


"Dasar." Cebik Arka.


"Apa faktanya seperti itu kan." Kekeh Azka, Arka hanya memutar bola matanya malas.


"Ka bagaimana Aleta sudah hamil?" Tanya Adelle.


"Belum dell mungkin belum waktunya." Ucap Azka.


"Kamu kurang pro kaya nya." Ucap Arka.


"Bukan kurang pro Ar tapi tergantung dikasihnya." Ucap Azka.


"Benar aku saja dulu telat hamil kok, kalau kata Anes aku dan Vee itu lebih dulu aku dan Arka yang memulai nya. Tapi nyatanya lebih dulu Vee yang hamil, kita hanya bisa berusaha dan berdoa sisanya kita kembalikan lagi kepada yang memberikan takdir." Ucap Adelle.


"Dengar tuh, kalau aku kurang pro itu artinya kamu juga kurang pro kan Adelle dan Vee lebih duku Vee yang hamil." Ucap Azka, Adelle dan Arka tertawa kecil.


"Rava lebih baik ikut uncle saja, disini papi nya Rava nyebelin." Ucap Azka.


"Sembarangan memang kamu bisa kasih Rava susu." Ucap Arka.


"Bisa lah nanti aku kasi susu langsung dari sapi nya." Ceplos Azka membuat Adelle tertawa.


"Gak sekalian susu kambing ka." Cebik Arka.


"Boleh-boleh susu tikus juga boleh kalo bisa." Ucap nya nyeleneh, lihatlah keluarga ini memang berwibawa diluar doang kalau sudah di kandang kelihatan konyol nya.


"G*la bisa g*la kalau anak aku kamu yang urus." Ucap Arka.


"Lagian ada mami papi nya ngapain aku yang urus hey." Ucap Azka, tolong siapapun yang ingin memiliki anak boleh angkut saja Azka karena Arka sudah tidak lagi membutuhkan adik nya yang meresahkan itu. Begitulah isi fikiran Arka.


"G*la kamu ya." Ucap Arka.


"Iya aku g*la karena terlalu lama berbincang dengan kamu." Ujar nya, Adelle sampai dibuat sakit perut oleh orang kembar itu.


"Pi Azka aku lelang ke toko barang antik boleh ya." Teriak Arka, membuat Azka terbelalak mendengar perkataan kakak kembarnya.


"Mi kemarin ada yang bikin berita mencari anak nya yang hilang, ternyata Arka anak boleh nemu ya mi. Pantes ngeselin." Teriak Azka, Adelle tertawa terpingkal-pingkal dengan tingkah keduanya.

__ADS_1


"Kalian ini kenapa si kenapa pada teriak-teriak." Ucap Mei.


"Ini mi kemarin di parkiran sana ada yang nempel brosur pake foto Arka, katanya dicari anak hilang." Ucap Azka, Arka menendang kaki Azka membuat adik kembarnya tertawa puas.


"Pergi kamu." Ucap Arka.


"Apaan anda lupa jika ini juga rumah saya." Ledek Azka.


"Semenjak kamu menikah kan kamu jadi anak uncle Julian." Ucap Arka, Azka tertawa ia benar-benar merasa g*la melihat tingkah Arka dan dirinya.


"Loh kalau begitu kamu juga dong, kamu sudah menjadi anak uncle Juna jadi pergi saja sana." Ucap Azka, Arka mendelik tajam membuat Azka tertawa penuh kemenangan.


"Sudah ah mau pulang kangen istri." Ucap Azka, Mei tertawa mendengar perkataan putra bungsu nya.


"Cih, sombong mentang-mentang sudah menikah." Ucap Arka.


"CK, iyadong harus. Kamu tahu." Ucap Azka.


"Enggak, memangnya apa." Ucap Arka.


"Gak jadi deh takut kamu pengen." Ujar nya, Arka menyumpah serapahi Azka yang selalu membuat nya kesal.


"Aku pulang dulu mi." Ucap Azka.


"Iya sayang hati-hati." Ucap Mei, Azka mengangguk dan tersenyum manis kepada mami nya.


....


Saat tiba di kediaman Julian Azka di sambut oleh Aleta yang berjalan dengan memegang segelas jus jeruk, Azka tersenyum manis melihat tingkah istrinya yang menggemaskan.


"Baru pulang sayang." Ucap Aleta.


"Iya sayang, maaf ya lama dan membuat kamu nunggu." Ucap Azka.


"Kamu gak ikut ke kamar." Goda Azka.


"Kalau aku ke kamar nanti yang ada bukan mandi dong." Ucap Aleta.


"Apa tuh?" Tanya Azka.


"Olahraga nanti aku di kerjain kamu lagi." Ucap Aleta tertawa kecil.


"Gak apa-apa yuk temenin aku." Ucap Azka.


"Azka baru pulang nak." Sapa Mae.


"Iya mi aku baru pulang." Jawab nya.


"Yasudah ta kamu temani Azka ke kamar, mami mau masak untuk makan malam." Ucap Mae.


"Aleta bantuin ya mi." Ucap Aleta.


"Enggak usah sayang kamu temani suami kamu saja." Ucap Mae, Azka tersenyum senang mendengar perkataan mami mertua nya.


"Temani aku sayang." Ucap Azka tersenyum devil.


Setibanya di kamar Aleta menyiapkan air untuk suaminya mandi, Aleta menyiapkan handuk juga untuk Azka.


Tiba-tiba saja Azka memeluk Aleta dari belakang, Aleta terkejut dan menoleh menatap suaminya.


"Jangan aneh-aneh sayang aku sudah mandi." Ucap Aleta.

__ADS_1


"Mandi lagi kan gak apa-apa sayang." Ucap Azka.


"Ngarang atuh ih jangan." Ucap Aleta, namun Azka tidak menghiraukan nya dan mengangkat tubuh mungil istrinya.


"Azka." Pekik Aleta, Azka tertawa kecil.


"Titan yaampun jangan." Teriak Aleta keceplosan, Azka menatap tajam istrinya.


"Apa?" Tanya Azka, meminta Aleta mengulang perkataan nya.


"Titan, maaf aku keceplosan." Ucap Aleta.


"Nakal kamu ya ngatain suami sendiri." Ucap Azka.


"Enggak sayang itu keceplosan." Ucap Aleta, Azka tidak lagi mempedulikan itu dan membawa Aleta masih kedalam bathub.


Aleta menatap Azka dengan pasrah saat pakaian nya sudah basah kuyup, Azka tertawa senang melihat wajah pasrah istrinya.


Di dalam kamar mandi kedua orang itu bukan hanya membersihkan diri, tapi juga saling mengadu kekuatan.


Aleta terlihat mengimbangi gerakan Azka dan Azka senang karena Aleta mulai men*kmatinya, tangan Azka tidak diam dan bergerak kesana-kemari membuat Aleta tidak ada celah untuk bernafas dengan tenang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Azka



Arka



***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: The real bibit unggul 🤩*


A: Unggul ye kan 😂


N: Azka Mon maap lu nyata gak si ngapa ganteng gak ada obat ka 😭


A: Biar Uun oleng soalnya jadi ganteng Mulu 🤭


N: Arka sama Azka gak bosen apa ganteng Mulu, sesek gue liat nya 😩


A: Enggak lah yakali bosen 🤣🤣

__ADS_1


N: Nangis banget gue 😭😭😭


__ADS_2