
Satu Minggu berlalu Anes dan Aleta melakukan perjalanan bisnis keluar kota, Anes dan Aleta harus mengurus beberapa hal disana.
Selain urusan bisnis ada juga urusan di perusahaan cabang milik keluarga nya, saat Anes tengah berjalan ia terlihat tidak fokus karena Anes sedang memainkan ponselnya.
Sampai akhirnya tanpa sengaja Anes menabrak seseorang, tubuh mungil nya terpental dan terjatuh. Aleta terkejut melihat Anes yang terduduk di lantai.
"Nes kamu gak apa-apa?" Tanya Aleta.
"Aassshhh, gak apa-apa udelmu. Kamu gak liat tubuh mungil aku mental." Dengus Anes, Aleta tertawa kecil dan membantu Anes untuk bangun.
Namun sebelum itu Anes mendongak menatap seseorang yang di tabrak nya, orang itu sama seklai tak bergeming sedikitpun.
Hal itu membuat Anes kesal, bukannya minta maaf tapi malah menatap Anes tanpa ekspresi. Tapi tunggu, disini Anes yang salah karena berjalan sambil memainkan ponselnya.
"Awwwhhh." Lirih Anes, orang itu hanya menatap Anes dari atas sampai bawah.
"Lain kali kalau jalan pakai mata." Ujar nya dingin, Anes menganga baru kali ini ada orang yang dingin terhadap nya.
"Dimana-mana jalan itu pakai kaki, mana ada jalan pakai mata." Sengit Anes, bukannya meminta maaf Anes justru malah terpancing emosi.
"Cih, pakai kaki saja tidak cukup. Lain kali gunakan matamu dan lihat lurus kedepan, bukan hanya fokus kepada ponsel saja." Ujar nya, Anes geram ia ingin sekali mencakar orang itu.
"Kau_" Pekik Anes, orang itu malah pergi dari hadapan Anes begitu saja. Tak lupa juga diikuti oleh para ajudan nya.
"Nes sabar nes sabar." Ucap Aleta.
"Sabar-sabar apaan si ta, itu orang ngeselin banget tau gak sombong dan arogan." Ucap Anes, Aleta mengusap tangan Anes mencoba untuk menenangkan saudaranya itu.
"Sudah nes jangan marah-marah, ingat kita kesini mau kerja bukan mau nyari musuh." Ucap Aleta, Anes menatap Aleta dengan kesal.
Keduanya berjalan menuju hotel karena nanti malam mereka akan datang ke acara pesta, pesta yang di adakan oleh rekan bisnis nya.
Setibanya di kamar hotel Anes memilih untuk merebahkan tubuhnya yang terasa lelah, selain lelah Anes juga masih merasa kesal kepada orang yang menabrak nya.
Aleta yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap Anes, ia tertawa kecil melihat Anes yang tengah memejamkan matanya.
"Kamu masih memikirkan orang itu?" Tanya Aleta, pertanyaan Aleta membuat Anes membuka matanya kembali.
"Cih, tidak ada gunanya aku memikirkan dia." Ucap Anes, Aleta tertawa mendengar perkataan Anes.
"Lebih baik kamu mandi sekarang, kita akan menghadiri undangan pesta tuan x." Ucap Aleta, Anes menghela nafasnya lalu bangun dari tempat tidur.
Ia berjalan menuju kamar mandi, tiga puluh menit berlalu Anes pun keluar dari kamar mandi dan mengenakan pakaian nya.
Tak lupa juga ia memoles wajah nya dengan sedikit make-up, tak usah ribet bagi Anes sedikit make-up saja sudah membuat nya cantik.
...
__ADS_1
Malam hari Anes dan Aleta pun sampai di sebuah gedung mewah, dimana acara pesta itu di adakan. Anes menghampiri tuan x yang sudah mengundang mereka ke acara nya.
"Nona muda Abrisham, suatu kebanggaan bagi kami karena kalian berdua berkenan hadir disini." Ucap nya ramah.
"Itu terlalu berlebihan tuan, justru kami yang merasa bangga karena tuan mau mengundang kami." Ucap Anes, ya Anes memang selalu seperti itu.
"Tidak nona, saya sangat berterima kasih karena nona mau memenuhi undangan saya." Ucap nya lagi, Anes dan Aleta tersenyum.
"Hmmmmmm, sama-sama tuan." Ucap Aleta dan Anes.
"Mari nona silahkan nikmati hidangan nya." Ucap tuan X, Anes dan Aleta pun mengangguk.
Ia berjalan ke sebuah meja dan duduk disana, Aleta dan Anes memperhatikan setiap orang yang ada di pesta itu.
"Bukankah pesta ini terlalu meriah jika hanya untuk merayakan sebuah perusahaan." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan menatap Aleta.
"Sepertinya mereka semua tipikal orang yang suka berpesta." Ucap Anes.
"Kamu benar, kalau dilihat-lihat semua tamu yang datang juga sepertinya bukan orang-orang biasa." Ucap Aleta, Anes menatap Aleta kesal.
"Kau itu bagaimana? Tentu saja bukan, kau lupa siapa tuan X." Ucap Anes.
"CK, tentu saja tidak. Tapi Anes aku dengar tuan x memiliki dua istri." Ucap Aleta, Anes mengernyit menatap Aleta. Darimana Aleta bisa tahu hal itu fikir Anes.
"Huh? Benarkah?" Tanya Anes.
"Hmmmmmm, apakah kamu mau mendaftar jadi istri ketiga nya." Ucap Aleta, setengah mengejek. Anes terbelalak mendengar perkataan Aleta.
Aleta mengedarkan pandangannya dan ia melihat orang yang siang tadi bertabrakan dengan Anes, Aleta menoel tangan Anes membuat Anes menatap nya.
"Ada apa?" Tanya Anes.
"Bukankah itu orang yang tadi siang menabrak kamu." Ucap Aleta, Anes menoleh mengikuti arah pandang Aleta.
"Hmmmmmm, memangnya kenapa." Balas Anes.
"Dia bersama seorang wanita." Ucap Aleta lagi, Anes mengangguk polos.
"Lalu apa hubungannya dengan ku?" Tanya Anes, Aleta memukul tangan Anes.
"Kau itu kenapa polos sekali." Ucap Aleta, Anes diam ia berfikir apa yang dimaksud oleh Aleta.
"Kamu kenapa si ta aneh banget." Ucap Anes.
"Anes dia sudah menabrak kamu apakah kamu tidak ingin memberikan pelajaran." Ucap Aleta, Anes menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku tidak ingin berurusan dengan orang songong seperti dia." Ucap Anes, Aleta menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Tapi kalau difikir-fikir dia tampan." Ucap Aleta, Anes menggelengkan kepalanya.
"Tampan saja tidak cukup ta." Ucap Anes.
"Benarkah?" Tanya Aleta.
"Tentu saja, untuk apa dia tampan tapi sombong dan arogan. Cih, diluar sana masih banyak lelaki yang lebih tampan dari dia." Ucap Anes, Aleta tertawa Anes jika sudah kesal selalu membuat nya gemas.
"CK, bagaimana jika ternyata lelaki tampan diluar sana sama seperti dirinya yang sombong dan arogan." Ucap Aleta, Anes menatap Aleta dengan intens.
"Maka carilah lelaki yang biasa saja, tampan tidak menjamin kamu akan bahagia. Carilah lelaki yang baik, pekerja keras dan bertanggung jawab. Urusan tampan itu bonus." Ucap Anes, perkataan Anes membuat Aleta tertawa renyah.
Ini alasan Aleta selalu ingin pergi kemanapun bersama Anes, karena Anes selalu bisa membuat nya bahagia tanpa melakukan hal-hal yang diluar batas.
Anes menunduk dan menatap ponsel nya, Aleta tersenyum memperhatikan Anes. Anes memang tak memiliki kekasih tapi percayalah, diluar sana banyak lelaki yang rela mengantri hanya untuk mengenal seorang Aneska.
Tapi Anes tetaplah Anes ia tak suka memberikan harapan kepada siapapun jika hatinya tidak menginginkan itu, Anes lebih suka berkata jujur jika ia berkata tidak ya tidak.Itulah prinsip Anes.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N***: Anes dan Aleta udah kaya sodara kembar 😂
A: Dari kecil udah bareng-bareng si Uun 😂
N: Asli si mantep banget emang 😂
__ADS_1
A: bukan lagi 😂😂
N: Jadi pengen punya sodara kek gitu 😂