Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 7


__ADS_3

Tiga hari kemudian kini Aiden memutuskan untuk menemui Adelle, bagaimana pun ia harus memberi tahu kekasih nya itu.


Bukan tanpa alasan Aiden melakukan ini selain karena perjodohan juga karena Justin yang kurang menyetujui hubungan nya dengan Adelle, berawal dari nekat menjalin hubungan dengan Adelle Aiden berharap jika sang Daddy akan merubah fikiran nya dan menyetujui dirinya bersama Adelle.


Namun bukan persetujuan yang Aiden dapatkan melainkan perjodohan, tidak di pungkiri Vee memang memiliki wajah cantik bahkan lebih cantik dari Adelle.


"Abang kau kemari." Tanya Adelle bahagia, gadis itu memeluk Aiden erat karena tiga hari ini Aiden tidak mengubungi Adelle dan tidak menemuinya.


"Hmmmmm, aku kemari." Ucap Aiden, Adelle mendongak berharap Aiden mengecup kening nya seperti yang biasa Aiden lakukan.


Namun kali ini Aiden tidak melakukan itu membuat Adelle bingung, apakah dirinya ada salah kepada Aiden sampai lelaki itu tidak mengecup nya.


"Adelle aku ingin bicara." Ucap Aiden.


"Sejak kapan kau memanggilku dengan sebutan nama?" Tanya Adelle.


"Ah, maaf aku ingin bicara dengan mu." Ucap Aiden, membuat Adelle mengangguk.


"Baiklah ayo masuk, apa yang ingin kau bicarakan." Ucap Adelle, kini mereka dmsudah duduk di ruang tamu apartemen Adelle.


Aiden menatap Adelle dengan sendu, ada rasa tidak tega untuk mengatakan semuanya. Namun Aiden harus melakukan ini, bagaimana pun ia tidak ingin menyakiti Adelle begitupun dengan Vee yang nanti akan menjadi istri nya.


Didikan Justin memang tidak pernah salah, Aiden memegang janji nya tanpa memiliki niat untuk menyakiti Veronica. Meskipun ia tahu Vee akan merasa sakit hati karena Aiden belum mencintai nya.


"Adelle maaf, aku mohon maafkan aku." Lirih Aiden menggenggam tangan Adelle.


"Apa maksudmu bang, kau tidak memiliki salah apapun kepadaku. Kenapa kau meminta maaf?" Tanya Adelle.


"Justru hari ini aku akan membuat kesalahan yang fatal karena mengecewakan mu Adelle, sungguh aku menyayangimu tapi aku tahu ini tidak bisa terjadi." Ujar Aiden membuat Adelle tercengang.


"Jangan bilang kalau Abang akan meninggalkan aku." Lirih Adelle.


"Hmmmmm, maafkan aku Adelle. Kita harus mengakhiri semuanya, dan aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini." Ucap Aiden, berhasil lelaki itu membuat air mata Adelle terjun bebas di pipi nya.

__ADS_1


"Tidak, kau pasti bohong. Kau bercanda kan Abang, kamu gak mungkin ninggalin aku." Pekik Adelle.


"Adelle aku mohon mengertilah." Ucap Aiden.


"Tidak, hiks...hiks... Aku tidak akan melepaskan mu bang." Teriak Adelle memeluk Aiden erat.


"Jangan seperti ini Adelle aku mohon, jangan membuat ku merasa bersalah." Lirih Aiden.


"Apa salah ku bang, kenapa Abang meninggalkan aku. hiks, aku tidak akan melepaskan mu bang sungguh aku tidak akan melepaskan mu." Lirih Adelle, Aiden mengusap wajahnya kasar.


"Adelle dengar, kau akan mendapatkan lelaki yang lebih baik dari aku. Tolong berbahagia lah." Ucap Aiden.


"Bahagia ku bersamamu bang, tapi kenapa Abang tega melakukan ini." Lirih Adelle.


Wanita itu melepaskan pelukan nya kepada tubuh Aiden dan berlari ke dapur, Aiden yang khawatir pun mengejar Adelle.


Benar saja Adelle mengambil pisau meletakkan di pergelangan tangan nya, Aiden menatap Adelle dengan jengah.


"Jangan lakukan itu Adelle." Ucap Aiden frustasi.


"Kemarilah Adelle lepaskan itu." Ucap Aiden mencoba mendekat.


"Jangan tinggalkan aku." Lirih Adelle saat Aiden berhasil merampas pisau yang di pegang Adelle, dan melemparkan nya.


"Tidak, tenanglah aku disini bersamamu." Ucap Aiden, tidak Aiden tidak berjanji ia hanya ingin menenangkan Adelle.


Aiden menggendong tubuh mungil Adelle dan membawanya ke sofa, Aiden merebahkan tubuh mungil yang masih menangis itu.


"Jangan pergi aku mohon." Lirih nya, Aiden hanya diam tanpa mengangguk.


Ia menenangkan Adelle hingga membuat Adelle terlelap, setelah itu Aiden menelpon manager Adelle dan meminta untuk menemani gadis itu.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊ðŸĪ— jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Berasa gue yang mau di tinggalin 😭


A: Nyes gitu kan ya 😂


N: Nyes si, tapi bisa-bisa nya elu ketawa Thor 😒


A: Yakali gue harus nangis un ðŸĪŠ

__ADS_1


N: Jangan lah, kalau sampai Lo galau lagi tar gue di gantung lagi kaya kemarin-kemarin 😂


A: Mangkanya 😂*


__ADS_2