
Sementara itu di kediaman Julian terlihat Tiana dan Axel yang masuk kedalam kamar yang sama, Tiana menatap kamar Axel yang begitu luar mungkin sama dengan ukuran rumah nya dulu.
"Kamu ingat karena kamu tinggal di kamar saya jadi kamu harus mematuhi peraturan yang saya buat, jangan bersikap seenaknya karena kamu hanya menumpang di sini." Ucap Axel, Tiana menatap Axel dengan datar.
"Hmmm." Balas Tiana.
"Sudah saya katakan jika saya sedang berbicara itu dijawab yang benar." Ucap Axel, Tiana menghela nafasnya dan menatap Axel.
"Baik." Jawab nya.
"Rapikan barang-barang kamu di ruang ganti, jangan satu lemari dengan pakaian saya kamu paham." Ucap Axel menunjuk pintu menuju ruang ganti.
"Iya saya paham." Ucap Tiana, ia berniat melangkahkan kakinya ke ruang ganti.
"Tunggu." Panggil Axel, dengan terpaksa Tiana menghentikan langkah kaki nya dan menatap Axel.
"Jangan pernah sentuh barang-barang saya apapun itu." Ucap nya, Tiana menghela nafas menatap Axel dengan kesal.
"Kenapa tidak membuatkan ruang ganti yang baru saja untukku, agar barang-barang ku tidak berada dalam satu ruangan dengan barang-barang Anda tuan." Ucap Tiana, Axel menatap marah kepada wanita itu.
"Menurut saja kenapa jangan membuat saya marah!" Ucap Axel, Tiana tidak menjawab lagi wanita itu pergi meninggalkan Axel.
Tiana masuk kedalam ruang ganti dan menatap ruangan yang lagi-lagi begitu besar dan mewah, wanita itu mengedarkan pandangannya namun tatapannya teralihkan oleh sebuah foto yang terpajang di atas meja.
"Siapa wanita ini?" Tanya nya, Tiana tidak mengenal wanita itu bahkan saat menikah juga Tiana tidak melihat wanita itu datang.
"Cukup Tiana ingat jangan pernah menyentuh barang-barang nya, kamu disini hanya numpang ya kamu bukan siapa-siapa nya." Ucap Tiana, wanita itu pun melanjutkan kegiatan merapikan pakaian di lemari nya.
Setelah selesai Tiana berjalan keluar namun ia tak melihat keberadaan Axel di kamarnya, karena merasa bosan Tiana pun memutuskan untuk berkeliling di rumah yang besar dan megah ini.
"Tiana." Panggil Aleta, Tiana menoleh menatap Aleta yang baru saja keluar dari kamar nya.
Ah Tiana baru menyadari jika kamar Axel dan Aleta itu berdampingan, Tiana tersenyum manis saat Aleta berjalan mendekati dirinya.
"Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya Tiana, Aleta tertawa kecil mendengar perkataan Tiana.
"Hey kakak saya kakak kamu sekarang, stop panggil saya dengan sebutan nona oke." Ucap Aleta, Tiana mengangguk gugup hal itu membuat Aleta tersenyum manis.
Aleta paham mungkin Tiana masih merasa canggung tinggal di rumah nya, namun Aleta akan membuat Tiana menjadi terbiasa dengan kehidupan nya yang baru.
"Kamu pasti merasa bosan karena tidak ada sesuatu yang bisa kamu lakukan." Ucap Aleta, Tiana mengangguk dan tersenyum.
"Kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau tidak perlu sungkan Tiana ini juga rumah kamu, lakukan apa yang ingin kamu lakukan." Ucap Aleta, Tiana menatap sendu sosok Aleta yang begitu baik kepadanya.
"Iya nona emm kak maksud saya." Ucap Tiana.
__ADS_1
"Ikut aku." Ucap Aleta mengajak Tiana ke balkon ruang televisi di lantai dua.
Kedua wanita itu terlihat sedang duduk disana Tiana menatap pemandangan yang begitu indah di atas rumah nya, setelah itu Tiana mengalihkan pandangan nya kepada Aleta.
"Kamu suka?" Tanya Aleta.
"Suka ini sangat indah." Jawab nya, Aleta memegang tangan Tiana hingga membuat keduanya saling bertatapan.
"Ada apa?" Tanya Tiana.
"Apakah Axel menyakiti kamu." Ucap Aleta, Tiana terdiam lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak aku bisa mengatasinya." Jawab Tiana dengan lembut.
"Pernikahan kamu itu sama seperti pernikahan papi dan mami, tapi karena kesabaran mami akhirnya papi jatuh cinta kepada mami dan memiliki aku juga Axel. Aku yakin kamu bisa melakukan itu meskipun akan banyak rintangan yang kamu lewati." Ucap Aleta.
"Kak apakah setelah menikah papi juga menyimpan foto bersama wanita lain?" Tanya Tiana, Aleta menoleh menatap Tiana.
"Apakah Axel menyimpan foto wanita di kamarnya?" Ucap Aleta.
"Ah tidak aku hanya bertanya saja." Ucap Tatiana, Aleta tahu namun Tiana tidak ingin Aleta marah kepada Axel.
"Sepertinya tidak tapi papi senang bertemu dengan wanita-wanita diluar sana, bahkan mami yang pernah melihatnya dan saat sampai di rumah mereka bertengkar hebat. Kalau tidak salah saat itu mami sedang mengandung aku." Ucap Aleta, Tiana mengernyit bukankah mami dan papi menikah tanpa saling mencintai? Lalu bagaimana bisa mami hamil Aleta sebelum papi jatuh cinta.
"Kamu bingung kan, ya aku jauh lebih bingung yang jelas aku ini anak papi ya bukan anak orang lain. Saat itu papi memaksa mami untuk melakukan nya hingga akhirnya aku ada di perut mami." Ucap Aleta, Tiana mengangguk dan tertawa kecil.
"Sangat dramatis." Ucap Tiana.
"Ya memang aku saja sampai heran jika mendengar cerita mereka, karena sekarang mereka malah terlihat sangat lengket dan sulit untuk di pisahkan." Ucap Aleta, Tiana mengangguk disini ia mendapatkan pelajaran untuk sabar menghadapi sikap Axel.
...
Malam hari di kediaman Justin terlihat Dena yang sudah siap untuk kembali ke negaranya, namun mereka masih di sibukan untuk mencari Ayaza.
"Mom Aya tidak ketemu." Ucap Rafael.
"Anak ini kemana si tidak biasanya seperti ini, sudah tahu akan pulang malah menghilang." Ucap Dena.
"Mommy." Teriak Ayaza berlari menuruni anak tangga.
"Sayang yaampun dari mana hmmm, mommy Daddy dan kakak mencari kamu." Ucap Dena, wanita itu memeriksa keadaan putrinya takut ada yang luka.
"Di kurung kak Aiden di kamar nya, rese emang Aya sudah teriak-teriak tidak ada yang menolong." Ujar nya, Aiden dan Vee tertawa mendengar Ayaza yang mengadu kepada mommy nya.
"Benar-benar punya keponakan Lucknut, Aya kalau tidak keluar tepat waktu di coret sudah aku dari kartu keluarga sama Daddy nya." Ucap Dena, dad Justin dan mom Dea tertawa.
__ADS_1
"Lagian nyebelin di suruh tinggal disini dulu gak mau heran." Ucap Aiden.
"Kan takut di kurung lagi sama kak ai." Ucap Ayaza, Rafael dan Felly tertawa El mengusap kepala adiknya lembut.
"Kalau mau tinggal disini dulu juga tidak akan di kurung." Ucap Aiden.
"Aya harus kuliah kak yaampun Aya harus belajar, karena kalau Aya malas-malasan nanti gak dapat jajan dari kak El." Ucap Ayaza, semua orang tertawa mendengar perkataan Ayaza yang polos dan menggemaskan.
"Yasudah kalau begitu kita pamit dulu, Alea Vee jangan lupa main kesana bersama Varo ya." Ucap Keanu.
"Iya uncle, kalian hati-hati dijalan ya." Ucap Vee.
"Ai aunty pamit ya jaga anak dan istri kamu baik-baik, Alea Alexi aunty pamit ya sayang ya baik-baik sama Alexi. Alexi ingat jaga Alea baik-baik." Ucap Dena.
"Iya aunty." Balas Alexi dan Aiden.
Mereka semua menatap kepergian mobil yang di tumpangi oleh Dena dan keluarga nya, Alexi merangkul pundak Alea dan Aiden merangkul pundak Vee. Setelah dirasa mobil yang di tumpangi Dena tidak terlihat lagi, merekapun memutuskan untuk masuk kedalam rumah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Enak ya Ayaza Abang nya banyak 😂*
A: Disana disini kan 😂
N: Bukan lagi 😂
A: 😂😂😂
__ADS_1