
Malam hari Vee terlihat baru saja keluar dari kamar mandi, membuat Aiden yang baru pulang dari kantor menatap istrinya dari atas sampai bawah.
Vee mengernyit heran dengan tatapan suaminya yang seperti itu, selain merasa bingung Vee juga merasa malu dengan tatapan Aiden.
"Kenapa kamu menatap aku seperti itu?" Tanya Vee, Aiden tersenyum devil kepada istrinya.
"Kamu mau menggoda aku sayang." Ucap Aiden.
"Hah?" Sahut Vee merasa bingung.
"Kalau kangen bilang saja sayang tidak usah kode-kode." Goda Aiden lagi, semakin membuat Vee tidak mengerti.
"Maksudnya gimana?" Tanya Vee, Aiden melekatkan tas kerja nya di sofa lalu memeluk Vee.
"Ish, sayang kamu belum mandi." Ucap Vee.
"Iya nanti kita mandi bersama." Bisik Aiden, membuat bulu kuduk Vee berdiri.
Melihat sikap Aiden yang aneh membuat Vee ingin melesat menyembunyikan dirinya, tapi lihatlah suaminya itu kenapa tiba-tiba seperti ini? Apakah Aiden salah minum obat atau salah memakan sesuatu.
"Sayang engap." Ucap Vee, Aiden tersenyum dan mengec*p kening istrinya.
"Aku mandi dulu setelah itu kita lanjutkan." Ucap Aiden, memainkan sebelah alisnya.
"Lanjutkan apa yang dia maksud?" Gumam Vee, sudah lah Vee merasa Aiden benar-benar aneh.
Saat Aiden sedang membersihkan tubuhnya Anes datang ke kamar Vee dan duduk begitu saja di hadapan kakak ipar nya, Vee mengernyit menatap Anes yang menatap nya dengan intens.
"Ada apa?" Tanya Vee.
"Kau tadi siang pergi bersama aunty Mae?" Tanya Anes, Vee mengangguk.
" Kau berbelanja apa saja? Oiya aunty Mae juga bilang kamu bertemu dengan ibu tiri kamu." Ucap nya, Vee kembali mengangguk membuat Anes menatap Vee dengan lembut.
"Apa gang dia lakukan? Atau apakah dia melukai hati kamu Vee?" Tanya Anes, Vee menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis.
"Tidak, tapi aku minta kamu tidak memberi tahu Aiden soal ini." Ucap Vee, Anes mengernyit heran.
"Kenapa?" Tanya Anes.
"Anes bagaimana pun juga dia masih istri dari papi aku, dan aku tidak mau papi terkena masalah. Selama ini papi sudah banyak mengalami masalah setelah kepergian kakek aku." Ucap Vee, Anes mengangguk ia juga tidak ingin membuat Vee merasa terbebani.
"Baiklah kalau itu yang kamu mau, tapi jika sekali lagi aku tahu dia menyakiti perasaan kamu maka aku tidak akan tinggal diam." Ucap Anes, Vee mengangguk.
Aiden keluar dari kamar mandi dan melihat Anes yang duduk berhadapan dengan istrinya, Aiden menghela nafasnya kenapa Anes selalu ada di kamar nya di saat yang tidak tepat.
"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Aiden.
"Memangnya kenapa jika aku ada disini." Ucap Anes.
"Kau mengganggu, pergilah ke kamar mu." ucap Aiden lagi.
"Tidak mau, aku ingin disini dulu memangnya kenapa." Ucap Anes lagi, oh my jika Anes bukan anak perempuan satu-satunya di keluarga Justin, maka sudah dapat dipastikan jika Aiden akan menenggelamkan Anes saat itu juga.
__ADS_1
"Kau mengganggu Aneska Devira Quenby Abrisham." Ucap Aiden, Anes tercengang mendengar nama lengkap nya di sebut.
"Kamu kenapa si kak sesi amat, lagi datang bulan ya." Ledek Anes, Aiden merasa ia seperti memiliki anak gadis yang selalu menempel kepada istrinya.
"Sepertinya kamu memang harus segera di nikahkan." Ucap Aiden.
"Apa hubungannya?" Tanya Anes, Aiden melengos begitu saja membuat Vee tertawa kecil.
"Sepertinya dia kurang asupan." Ucap Anes, blushh wajah Vee langsung merona.
Padahal asupan yang dimaksud Anes itu makanan atau vitamin, namun berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Vee.
Tak lama setelah itu Anes pun pamit pergi kepada Vee, sementara Aiden belum juga kembali ke kamar nya.
Vee memutuskan untuk menghampiri suaminya yang berada di ruang kerja, Vee mengetuk pintu ruang kerja Aiden dengan hati-hati.
Tok...tok...tok... Vee mengetuk pintu ruang kerja suaminya.
"Siapa?" Tanya Aiden dari dalam ruangan nya.
"Ini aku sayang." Ucap Vee, mendengar suara istrinya dengan cepat Aiden membuka pintu ruang kerja nya.
Setelah pintu terbuka Aiden langsung menarik tubuh Vee dan menyandarkan nya di belakang pintu, Aiden ******* b*b*r Vee dengan lembut.
Tangan nya mengunci pintu ruang kerja agar tidak ada yang menggangu nya lagi, Aiden menggendong tubuh Vee dan merebahkan nya di atas sofa.
"Euuu*ngh." Lenguh Vee, Aiden tersenyum manis mendengar suara istrinya.
Ia m*ny*kap dress tidur yang dikenakan oleh Vee, Aiden berm*in di bawah sana membuat Vee benar-benar melayang.
Setelah puas berm*in Aiden dan Vee pun melakukan nya, Aiden benar-benar merindukan istrinya. Ia mencoba untuk membuat Vee nyaman dengan segala pergerakan nya, Vee benar-benar ingin menj*rit atas perm*inan suaminya.
Selama tiga puluh menit Aiden dan Vee saling melepas rindu, hingga akhirnya tubuh Vee ambruk di atas tubu Aiden.
Keringat membahas keduanya, wajah lelah Vee membuat Aiden tersenyum dan mengecup lembut kening istrinya.
"Terimakasih sayang." Bisik Aiden.
"Hmmm." Balas Vee, wanita itu memeluk Aiden tanpa mengubah posisi membuat Aiden senang.
"Lelah hmmm?" Tanya nya.
"Sedikit." Jawab Vee.
"Mau lagi?" Goda Aiden, mata Vee membulat sempurna mendengar perkataan suaminya.
"No!" Pekik wanita itu membuat Aiden tertawa, dengan jahil tangan Aiden merayap ke d*d* Vee membuat Vee terbelalak.
"Sayang ampun." Lirih Vee.
"Aku rindu." Bisik Aiden.
"Aku juga rindu tapi aku lelah sayang." Ucap Vee.
__ADS_1
"Satu kali lagi." Ucap Aiden.
"Sayang kasihan dedek nya capek." Ucap Vee, ia sengaja mengingatkan Aiden jika dirinya sedang mengandung.
Vee takut jika Aiden akan lepas kontrol dan memperbaharui baby nya, Aiden tersenyum dan mengelus perut buncit Vee.
"Yasudah kita lanjutkan nanti saja, sekarang kita mandi dulu." Ucap Aiden, ia menggendong tubuh Vee dan membawanya ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.
Di dalam kamar mandi Aiden kembali mengajak Vee adu kekuatan meskipun hanya sebentar, setelah selesai keduanya memakai baju dan kembali duduk di sofa.
"Bagaimana belanja hari ini?" Tanya Aiden.
"Sangat menyenangkan." Jawab Vee, Aiden terdiam ia tahu apa yang terjadi kepada istrinya.
Aiden juga tahu jika Vee sengaja menyembunyikan itu hanya untuk melindungi papi nya, papi Vee memang tidak salah. Dari dulu yang salah itu ibu tirinya, yang selalu menghasut sang papi.
"Benarkah?" Tanya Aiden.
"Hmmm." Jawab Vee, Aiden tersenyum dan mengecup puncak kepala Vee.
Ternyata wanita yang dulu ia kira wanita yang licik itu berhati baik dan lembut, Vee pernah membuat Aiden merasa menyesal karena menikah dengan Vee hingga kini wanita itu juga berhasil membuat Aiden merasa bersyukur karena sudah menikah dengan Vee.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Aiden dan Anes meresahkan sekali kalian 😩*
A: Bukan Aiden dan Anes kalau tidak meresahkan Uun 😌
N: Ya, bener juga si Thor 😂
A: Ya emang bener kan 😁
__ADS_1
N: 😂😂😂