Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 42


__ADS_3

Siang hari Adelle keluar dari rumah nya ia berjalan menuju taman komplek, saat Adelle sedang berjalan ia melihat Vee yang juga sedang berjalan.


Rumah mereka memang lumayan dekat hanya beda beberapa meter saja, rumah milik Dea lebih dekat dengan taman yang dituju Adelle.


"Hai." Sapa Adelle membuat Vee menoleh.


"Eh, kau." Ucap Vee, Adelle tersenyum.


"Kau mau kemana Vee?" Tanya Adelle.


"Aku mau pergi ke supermarket depan." Jawab Vee, membuat Adelle mengernyit.


"Kau tidak membawa mobil?" Tanya Adelle, Vee menggelengkan kepalanya.


"Tidak aku sedang menunggu taksi yang aku pesan." Jawab Vee.


"Boleh aku ikut bersamamu?" Tanya Adelle Vee terdiam sebentar.


"Tentu." Jawab Vee, Vee pergi ke supermarket karena ingin membeli buah yang diinginkan oleh Aiden.


Lelaki itu berkata ingin memakan buah mangga yang membuat Vee kelimpungan mencari buah mangga di rumah, namun tidak menemukan nya.


Akhirnya Vee memutuskan untuk pergi ke supermarket, namun Aiden menahan nya karena tidak ingin ditinggalkan. Dengan perdebatan yang panjang akhirnya Vee berhasil menjadi pemenang nya.


Dalam perjalanan Adelle melirik Vee membuat Vee tersenyum dan menoleh menatap Adelle, membuat Adelle sedikit merasa tidak enak.


"Ada yang ingin kau bicarakan?" Tanya Vee, Adelle tersenyum.


"Tidak, aku hanya kagum kepadamu Vee." Jawab nya, Vee mengernyit heran.


"Ada apa? kenapa kau kagum kepada ku?" Tanya Vee, kini mereka turun dari taksi karena sudah sampai di supermarket yang di tuju.


"Aunty Dea memiliki banyak mobil tapi kau malah memilih menggunakan taksi." Ucap Adelle.


"Aku sedang malas menyetir." Jawab Vee.


"Kau melupakan supir yang bekerja di aunty Dea." Kekeh Adelle menatap Vee.


"Begini jika aku naik taksi maka aku harus bayar bukan." Ucap Vee, Adelle mengangguk.


"Tentu." Jawab Adelle.


"Maka dari itu aku bisa berbagi kepada mereka walah tidak banyak, supir yang bekerja di mommy itu sudah pasti mendapat gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nya. Tapi kau lihat supir taksi, supir angkot mereka harus mencari penumpang agar bisa mendapatkan uang." Ucap Vee, kini keduanya berjalan masuk.


"Kau benar, aku sampai tidak kefikiran akan hal itu." Kekeh Adelle, Vee tersenyum tipis.


"Ngomong-ngomong kau sedang apa di taman?" Tanya Vee.


"Aku sedang berjalan-jalan saja menghilangkan penat." Ucap Adelle, ia melihat Vee berjalan ke tempat buah.


"Kau tidak bekerja lagi?" Tanya Vee, dengan tangan yang aktif memilih buah mangga.


"Aku sedang cuti, untuk apa buah mangga itu?" Ucap Adelle.


"Oh ini untuk Aiden." Jawab Vee Adelle terdiam membuat Vee menoleh.


"Adelle maaf maksudnya." Ucap Vee.

__ADS_1


"Tidak masalah dia suamimu sekarang, kau lebih berhak atas dirinya." Ucap Adelle.


"Maaf." Lirih Vee.


Kini mereka sudah selesai membeli buah saat keluar dari supermarket Vee melihat seorang anak kecil yang duduk di pinggir jalan, ia memutuskan untuk menghampiri anak itu.


"Dek apa yang kamu lakukan?" Tanya Vee, bocah itu mendongak menatap Vee.


Adelle menatap Vee dari kejauhan ternyata keputusan Dea menikahkan Aiden dengan Vee adalah keputusan yang tepat, dulu Adelle selalu menolak jika Aiden menginginkan sesuatu yang tidak ada di apartemen nya.


Tapi kali ini Vee lebih memilih untuk mencari sesuatu yang diinginkan oleh Aiden, bahkan Vee rela keluar rumah tanpa bodyguard.


"Aku lapar." Lirih nya, Vee tersenyum lembut.


"Kau lapar, ayok ikut kakak." Ucap Vee, ia membawa anak kecil itu ke Restoran terdekat.


Vee memberikan makanan dan juga membeli banyak makanan untuk dibungkus, ia memberikan nya kepada adik kecil itu.


"Kau makan lah dengan tenang, dan ini makanan untuk kau bawa pulang aku sudah membayar semuanya. Tapi maaf aku tidak bisa menemani kamu makan, karena suamiku sedang sakit jadi aku harus pulang." Ucap Vee, adik kecil itu mengangguk senang.


"Terimakasih kak, semoga kakak selalu bahagia." Ujar nya, Vee tersenyum manis.


Adelle yang mendengar Aiden sedang sakit ingin sekali menjenguk Aiden, namun ia tidak bisa menyakiti Arka.


"Kau turun disini Adelle?" Tanya Vee saat Adelle meminta untuk turun di taman.


"Iya kau pulang lah Vee, Abang pasti sudah menunggu mu." Ucap Adelle, namun Vee malah ikut turun dari taksi.


"Baiklah aku juga akan turun disini saja." Ucap Vee kini sudah berdiri di samping Adelle.


"Kenapa?" Tanya Adelle.


"Nona apa yang anda lakukan disini?" Tanya nya.


"Mbak kenapa kesini, aku sudah membeli buah dari supermarket depan." Ucap Vee.


"Tuan muda mencari nona, biar saya bawakan." Ujar nya meminta belanjaan yang berada di tangan Vee.


"Tidak apa-apa saya bisa bawa ini sendiri." Jawab Vee.


"Tidak nona biarkan saya membawa nya." Pinta nya, baiklah untuk kali ini Vee mengalah saja dulu.


"Hmmmmm, ini." Ucap Vee memberikan nya, wanita itu menatap Adelle.


"Aku duluan." Ucap Vee mengelus pundak Adelle.


"Hmmmmm." Balas Adelle, ia menatap kepergian Vee bersama pelayan rumah Dea.


"Kau mencari ku padahal kau sudah tahu jika aku sedang membeli buah." Ucap Vee, membantu Aiden bangun.


"Kau membeli buah kemana ke planet kenapa lama sekali." Ucap Aiden, oh God kenapa lelaki dingin ini menjadi manja.


"Ini jus nya, aku sengaja membuat nya menjadi jus agar kau mudah untuk memakan nya." Ucap Vee.


"Kau fikir aku pesakitan sampai tidak bisa mengunyah." Cebik Aiden.


"Ssstttt, jangan banyak bicara dokter mengatakan kau harus banyak istirahat." Ucap Vee, Aiden mendengus kesal kini orang yang posesif bertambah satu yaitu Veronica.

__ADS_1


"Aku sudah besar bukan bayi." Cebik Aiden, meminum jus yang dibuat oleh Vee.


"Sudah habiskan saja jus nya setelah itu kau minum obat lalu istirahat." Ucap Vee, setelah selesai meminum jus Vee memberikan obat dan Aiden kembali berbaring.


Kali ini Vee ikut berbaring disamping Aiden membuat Aiden senang karena ditemani, suhu tubuh Aiden masih panas dan belum menurun.


"Cepat sembuh orang baik, jangan galak-galak kamu itu lagi sakit. Kalo kamu galah nanti aku tendang kan gak lucu kalau gak bisa ngelawan." Ucap Vee, Aiden yang memejamkan matanya menahan tawa. Karena memang belum tertidur.


"Cepet sehat ya suami." Ucap Vee.


Vee mengelus kepala Aiden dan menatap wajah Aiden yang terlelap, ia merasa tidak tega dengan Aiden yang terlihat lesu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aiden



Veronica



***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Vee boleh tuker posisi gak 😂


A: Heh ngarang 😌


N: Gue pengen gantiin Vee Thor jagain Aiden 😂


A: Ngarang Lo ye 😒


N: Kalo Lo turutin kan gue gak jadi ngarang Thor 🤣

__ADS_1


A: Serah Lo jamileh serah 😌


N: 🤣🤣🤣*


__ADS_2