Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 172


__ADS_3

Siang hari Ayaza menghampiri Rafael yang sedang berada di kamar nya, El sedang menikmati hari-hari nya yang hanya seperti itu.


Ia jenuh dan bosan karena para keluarga hanya menyuruh nya untuk berdiam diri dan beristirahat, padahal setiap hari El beristirahat.


Ini semua terjadi karena Dena sang mommy yang mengatakan jika saat di negaranya, El sama sekali jarang berada di rumah.


Lelaki itu lebih sering berada di kantor dan pergi kesana-kemari untuk urusan bisnis nya, maka dari itu untuk kali ini El hanya diminta untuk dirumah saja. Bahkan Keanu pun menyetujui nya.


Saat El berniat untuk memejamkan matanya, tiba-tiba saja pintu kamar El diketuk oleh seseorang.


"Kakak." Panggil Ayaza, El kembali membuka matanya dan membuka pintu kamar nya.


"Ada apa?" Tanya El, semenjak kejadian itu El sangat memanjakan Ayaza.


Bukan apa-apa dengan kembali nya Ayaza El merasa Tuhan sedang memberikan kesempatan untuk nya, untuk El kembali bersama Ayaza dan untuk menjaga nya.


Maka dari itu El selalu memperlakukan adik nya dengan baik, meskipun terkadang kelakuan konyol Ayaza yang membuat El kesal tidak hilang sedikit pun.


"Aku bosan jika berdiam diri di rumah." Ucap Ayaza.


"Lalu?" Tanya El.


"Temani aku keluar dan berjalan-jalan." Ujar nya.


"Kamu ingin jalan-jalan kemana, kakak tidak tahu daerah sini." Ucap El, Ayaza menunjukkan go*gle m*ps di ponselnya.


"Kan ada ini." Ucap Ayaza memainkan alis nya.


"Gak ya, kakak gak mau terakhir kali kamu pake itu kita nyasar." Ucap El, ya mereka memang pernah nyasar berakhir dengan Alexi dan Axel yang menjemput nya.


"Haha, enggak sekarang Ayaza sudah tahu." Ucap Ayaza.


"Gak, kakak gak mau." Ucap El, lelaki itu berniat untuk membalikkan tubuhnya.


"Kakak aku aduin mommy dan Daddy." Ancam nya, oh God lihatlah tingkah menyebalkan Ayaza sedang mode on.


"Ngadu aja sana." Ujar nya.


"Yasudah Aya bilang kalau kakak gak mau menemani Aya." Ucap Ayaza, El menghela nafasnya kasar.


Bolehkah El memukul kepala Ayaza, namun El berpikir lagi karena Ayaza adik nya. Adik perempuan satu-satunya kesayangan mommy, Daddy, Oma dan opa nya. Baiklah El akan menuruti keinginan tuan putri Richard itu.


"Baiklah nona muda Richard saya akan menemani anda." Ucap Rafael, Ayaza tersenyum penuh kemenangan.


"Ayok ikut Aya." Ucap nya, El menahan tangan Ayaza membuat adik nya itu menoleh.


"Kakak." Rengek nya, El menunjukkan penampilan nya yang memakai celana pendek dan kaos saja.


"Mon maap ni ya non saya ganti baju dulu gitu, yakali muka ganteng cuma pake kol*r sama kaos doang." Ucap El, Ayaza menatap El dari atas sampai bawah.


"Tidak ada yang salah." Ucap Ayaza santai, kali ini El benar-benar ingin memukul kepala adik nya.

__ADS_1


"Aya jangan aneh-aneh deh, kamu kaya nya beneran pengen banget orang ngira kakak supir kamu." Ucap El, Ayaza tertawa mendengar perkataan El.


"Hahaha, yasudah kakak ganti baju sana jangan lupa siap-siap yang ganteng." Ucap Ayaza, El memutar bola matanya malas.


Setelah El selesai bersiap-siap ia keluar dari kamar nya dan mencari keberadaan Ayaza, ia tidak melihat Ayaza dimana adiknya itu.


"El kamu sedang apa?" Tanya Dea, membuat El terkejut.


"Eh, cari Ayaza mom." Ucap El, Dea tersenyum kepada El.


"Aya ada di bawah sama mommy kamu." Ucap Dea, El pun mengangguk ia berjalan menuruni anak tangga.


"Sayang kalian mau pergi kemana?" Tanya Dena, saat melihat El yang tiba-tiba duduk di samping nya.


"Tanya saja kepada tuan putri, dia muncul dan mengganggu waktu istirahat ku." Ucap El, Dena menatap Ayaza yang mengaga mendengar perkataan kakak nya.


"Enggak orang kakak juga jenuh kan dirumah mulu, hayoo ngaku saja tidak apa-apa kok." Ucap Ayaza.


"Cih, sudah jadi pergi apa tidak?" Tanya El.


"Tentu saja jadi." Ucap Ayaza.


"Kalian jangan pergi berdua saja, nanti mommy minta beberapa orang untuk mengikuti kalian." Ucap Dena, ia khawatir dengan kedua anak nya.


Terakhir kali membiarkan kedua anak nya pergi hanya berdua tanpa bodyguard, ia malah mendapat kabar lucu jika kedua anaknya nyasar.


"Baiklah, tapi ingat jangan dekat-dekat dengan kami." Ucap El, ia malas menjadi pusat perhatian jika diikuti oleh para bodyguard.


Ia diikuti oleh tiga mobil lain, satu mobil di depannya untuk menunjukkan jalan. Dua mobil lagi di belakang nya, di antara semua saudara nya mungkin hanya El dan Ayaza yang di perlakukan seperti aset oleh Dena.


Bukan apa-apa Rafael adalah cucu pertama tuan Richard dan nyonya Ellen, sementara Ayaza adalah cucu perempuan satu-satunya tuan Richard.


Kedua anak Dena itu kesayangan tuan Richard dan Keanu, El melakukan mobil nya menuju mall ia akan mengajak Ayaza ke mall saja jadi tidak perlu ke banyak tempat.


Setibanya di mall El turun dari mobil dengan menggandeng tangan Ayaza, keduanya menjadi pusat perhatian di mall dan terlihat seperti sepasang kekasih.


"Kak Aya lapar." Ucap Ayaza, membuat El mengernyit menatap adik nya.


"Kamu ngajak kakak keluar hanya ingin makan?" Tanya El.


"Enggak gitu, Aya belum makan tadi di rumah." Jawab nya.


"Yasudah kita makan dulu saja, jangan lupa kamu kasi tahu para bodyguard mommy untuk makan juga. Tapi tidak satu meja dengan kita." Ucap El, bukan tidak suka. Sebenarnya jika di rumah El tidak masalah makan satu meja dengan mereka, tapi ini masalahnya mereka sedang berada di luar rumah.


"Hmmm." Sahut Ayaza, kakak dan adik itu berjalan menuju restoran untuk memesan makanan.


Setelah selesai makan Ayaza dan El memutuskan untuk pergi,ia pergi ke banyak tempat Ayaza juga membeli banyak barang.


Ia sengaja mengajak El karena ia ingin berbelanja, El hanya bisa pasrah saat Ayaza meminta salah satu kartu milik nya.


"Loh El Ayaza." Ucap Anes.

__ADS_1


"Kak Anes." Pekik Ayaza memeluk Anes.


"Kalian disini juga ternyata." Ucap Anes.


"Iya, Aya bosan di rumah jadi kami memutuskan untuk pergi." Ucap El, Anes tersenyum manis kepada El.


"Kakak sedang apa disini?" Tanya Ayaza.


"Kaka habis membeli sesuatu." Jawab Anes.


"Ohhh, kakak masih ada urusan lain?" Tanya Ayaza.


"Hmmm, kakak masih harus kembali ke kantor." Jawab Anes.


"Tapi ini sudah sore." Ucap El, ia melihat jam yang melingkar di tangan nya.


"Hanya untuk mengambil beberapa berkas untuk dibawa pulang." Ucap Anes, Ayaza dan El pun mengangguk.


Mereka berjalan bersama keluar dari mall, namun dan melajukan mobilnya ke arah yang berbeda.


Anes kembali ke kantor nya, sementara El dan Ayaza memutuskan untuk langsung pulang ke rumah saja karena mereka sudah merasa lelah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Yang kangen Ayaza dan El aku kasi nih sedikit 😁*


N: Akhirnya babang El bersuara juga 😂


A: Lah si Uun 😂


N: Kangen gue Thor sama dia 😂


A: Kasian 😂😂😂

__ADS_1


N: 😁😁😁


__ADS_2