Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 168


__ADS_3

Mobil Deandra melewati jalanan yang begitu sepi, terlihat begitu jelas jika jalan yang di lewati mungkin sudah memasuki area kekuasaan Deandra.


Atau mungkin tanah-tanah yang berada disitu juga milik Deandra, Azka memandang mobil Deandra yang berada di depan nya.


Sampai akhirnya gerbang utama yang begitu besar dan tinggi terbuka membuat Azka sedikit mengernyit, Azka tersenyum devil ternyata keluarga Deandra juga sama seperti keluarga nya.


Memiliki markas pribadi hanya saja markas milik Deandra sedikit lebih besar, setelah mobil Azka memasuki gerbang para penjaga kembali menutup gerbang itu.


"Ikuti aku." Hanya itu yang Deandra ucapkan, tanpa banyak bertanya Azka mengikuti langkah kaki Deandra.


Ia tiba di depan pintu kamar, tangan kanan Deandra membuka pintu itu dan terlihat lah Lolita yang sedang duduk dengan tangan terikat kebelakang.


****, ternyata Deandra lebih kejam dari para keluarga nya, Lolita yang melihat Azka tersenyum ia berharap Azka akan menyelamatkan nya.


"Azka kamu kesini, aku tahu kamu akan menyelamatkan aku kan. Kamu tidak akan membiarkan mereka mengirim aku ke kota terpencil kan." Ucap Lolita, Azka menatap Deandra yang berdiri di samping nya.


"Cih, aku bahkan tidak s*di untuk menolong kamu, aku kesini hanya ingin mengatakan berhenti untuk mengganggu keluargaku termasuk Anes." Ucap Azka, Deandra terdiam mendengarkan perkataan Azka.


"Azka kamu tahu aku tidak akan menggangu Anes jika dia tidak menggangu aku lebih dulu, karena dia kamu pergi meninggalkan aku. Padahal kamu tahu aku begitu mencintai kamu." Ucap Lolita.


"Lolita jika kamu benar-benar mencintai aku, harusnya kamu berterima kasih kepada Anes. Karena Anes bisa membuat kamu tidak membohongi aku, jika bukan karena Anes dan kita melakukan pernikahan. Kamu tahu bagaimana hanc*rnya aku? Bagaimana kecewa dan marah nya aku saat tahu bayi yang ada di kandungan kamu bukan anakku." Ucap Azka, Lolita menggelengkan kepalanya.


"Enggak ka ini anak kamu." Lirih Lolita.


"Berhenti berbohong Loly, bagaimana bisa kamu mengatakan jika itu anakku. Sementara kamu tahu aku tidak pernah menyentuh kamu, bahkan aku tidak pernah tidur bersama kamu." Ucap Azka.


Deandra mengernyit mendengar perkataan Azka, apakah ada lelaki seperti Azka? Dia menjaga wanitanya dengan susah payah, lalu dengan mudah si wanita menyerahkan diri nya kepada lelaki lain? Wooowww amazing. Itulah yang ada di pikiran Deandra saat ini.


"Enggak ka enggak, aku tidak pernah mengkhianati kamu." Teriak Lolita, Azka tersenyum sinis kepada Lolita.


"Bahkan kamu masih bisa mengelak saat Anes sudah berhasil memberikan semua bukti-buktinya Loly, cukup mengganggu Anes. Jangan lagi kamu berani mengganggu atau menyentuh nya." Ucap Azka, Deandra semakin dibuat heran kenapa selalu Anes? Dan sepertinya apa yang dikatakan Lolita di restoran itu benar, jika Anes selalu menjadi pelindung bagi saudara-saudara nya.


"Aku tidak akan membiarkan Anes bahagia." Ancam Lolita.


"Lakukan saja, saat kamu berencana untuk menyakiti Anes maka aku akan lebih dulu menghanc*rkan kamu." Ucap Azka.


Lolita tertawa keras membuat Deandra menggelengkan kepalanya, sepertinya wanita ini benar-benar g*la.


"Lakukan saja, sebelum aku pergi dari sini aku akan lebih dulu memb*n*h Anes." Ujar nya, Deandra dan tangan kanan nya terdiam.


Keduanya terlihat berpikir sepertinya Lolita tengah berhalusinasi, bagaimana mungkin ia bisa keluar dari tempat Deandra? Sementara tangan dan kaki nya terikat, bukan hanya itu sepertinya sebelum keluar dari tempat itu, Lolita akan menghabiskan waktu untuk mencari jalan keluar nya.


"Terserah apa katamu, yang jelas aku tidak akan membiarkan kamu untuk menyentuh Anes." Ucap Azka.

__ADS_1


"Cih, Azka bukankah Anes cucu perempuan pertama di keluarga Artadinata. Bagaimana perasaan pada keluarga jika mereka melihat Anes terbujur kaku." Ucap Lolita menakut-nakuti, Azka tersenyum sinis dan mendekati Lolita.


"Tentu saja mereka akan murka selain menghanc*rkan kamu, sudah jelas mereka akan menyeret semua keluarga kamu." Ucap Azka, mengelus pipi mulus Lolita.


Mendengar perkataan Azka yang menyeret para keluarga nya, membuat tubuh Lolita bergetar hebat. Ia merasa takut jika kedua orang tuanya yang menerima hukuman.


"A_azka." Lirih nya.


"Ada apa, kenapa begitu gugup? Bukankah tadi kamu berbicara dengan lantang dan mengancam dengan semangat." Bisik Azka, Lolita menelan saliva nya.


"Apakah mereka sepasang kekasih?" Tanya tangan kanan Deandra.


"Apa kau harus memukul kepalamu agar kau tidak bo*oh, jelas-jelas dari tadi wanita itu mengatakan jika Azka meninggalkan nya." Ucap Deandra, tangan kanan nya tertawa kikuk.


"Tuan_" Ucapan nya terhenti, saat Deandra menginjak kaki nya.


"Berhenti memanggilku dengan sebutan tuan." Geram Deandra.


"Ah, iya maaf. Dean sepertinya nona muda Abrisham sangat menyayangi para saudara nya. Sampai mereka semua tidak ingin nona muda tersakiti." Ucap tangan kanan Deandra.


"Itu bukan urusanku." Ucap Deandra, tangan kanan nya hanya bisa diam saja Deandra benar-benar batu.


"Apa kau sudah selesai?" Tanya Deandra, saat melihat Azka yang berjalan ke arah nya.


"Ya, apa kau keberatan?" Ucap Deandra.


"Tidak, tapi alangkah baiknya kamu mengirim dia ke pulau terpencil." Ucap Azka, membuat Lolita terbelalak.


"Kalian berdua benar-benar jah*t, tidak memiliki hati." Teriaknya.


"Karena ini konsekuensi dari apa yang sudah kamu lakukan." Ucap Azka.


"Aku hanya menyiram Anes tidak melukainya." Teriak Lolita lagi.


"Tapi kau berusaha untuk mencelakai Anes." Ucap Azka, setelah mengatakan itu Azka dan Deandra keluar dari ruangan tempat Lolita di kurung.


"Azka kamu jahat Hiks... Kenapa akmu tidak sebaik dulu, mana Azka yang dulu. Azka yang tidak pernah rela melihat aku menangis dan terluka." Teriak nya, Azka tidak menggubris perkataan Lolita.


"Sepertinya dia begitu mencintai anda." Ucap Deandra.


"Mungkin, tapi dia menyalah gunakan kesempatan yang sudah saya berikan." Ucap Azka, Deandra mengangguk ia mengerti posisi Azka. Menerima itu semua memang tidak mudah, contohnya Dean sampai sekarang ia masih enggan untuk menjalin hubungan dengan wanita.


"Mungkin dia berpikir Anda akan memaafkan nya, dan menerima anak yang dikandung nya." Ucap Deandra, Azka tertawa memang seperti itu yang ada di pikiran Lolita.

__ADS_1


"CK, itu tidak mungkin. Berawal dari aku yang ragu untuk mengatakan kebenaran nya, karena keluarga kami sudah cukup dekat. Sampai pada akhirnya Anes yang membantu aku untuk mencari semua kebenaran tentang kehamilan Lolita, Anes juga yang mengatakan semua itu di hadapan keluarga dan orang tua Lolita." Ucap Azka, tangan kanan Deandra merasa kagum dengan sosok Anes.


"Kau beruntung." Ucap Deandra, Azka mengangguk dan tersenyum.


"Ya, aku beruntung karena memiliki kakak sepupu seperti Anes." Ucap Azka, setelah keduanya puas berbincang Azka pamit untuk pulang.


Selain itu Azka juga mengatakan agar Deandra segera mengirim Lolita ke tempat tujuan, ia tak ingin wanita itu masih berkeliaran disini. Dan dengan senang hati Deandra menuruti permintaan Azka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Deandra calon bini model kek gimana lagi yang elu mau 😭*


A: Yang paket lengkap kaya nya Uun 😂


N: Anes kurang lengkap gimana coba, udah cantik, baik, kaya, putri tunggal dari kedua orangtuanya. Ye kan tunggal, dia anak cewek satu-satunya 😂


A: Lah iya juga si, tau lah gue bingung 😭


N: Kasian othor nyari jodoh Anes aja kudu make pencerahan, sekarang udah dapet ehh malah disuruh berjuang 🤣


A: Diem lu Uun 😒


N: 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2