
Setelah selesai meeting bersama Axel Anes berjalan menuju ruang kerja Aleta, ia ingin memberikan laporan mengenai hasil kerja Axel kepada Aleta.
Saat Anes masuk kedalam ruang kerja Aleta ia melihat Aleta yang sedang berkutat dengan pekerjaan nya, Anes pun duduk di sofa membuat Aleta mengalihkan perhatian nya.
"Bagaimana apakah Axel berhasil meyakinkan klien itu?" Tanya Aleta, Anes menghela nafasnya Axel memang berhasil membuat klien itu untuk bekerja sama. Namun ada Anes juga yang berjuang meyakinkan klien karena Axel terlihat kesal kepada klien yang selalu menatap Anes.
"Ya, Axel berhasil membuat klien baru kita untuk bekerja sama dengan perusahaan." Ucap Anes, Aleta terlihat senang kini wanita itu bangun dari duduk nya dan menghampiri Anes.
"Nes aku dengar Adelle sedang sakit." Ucap Aleta, Anes menoleh terkejut. Kenapa ia tidak tahu jika Adelle sedang sakit? Kenapa Aleta tahu hal ini lebih dulu dibandingkan dengan dirinya.
"Huh? Kamu tahu darimana kalau Adelle sedang sakit?" Tanya Anes, Aleta menyandarkan tubuhnya pada sofa.
"Dari Azka, tadi Azka mengatakan jika Adelle sedang sakit." Ujar nya, Anes mengusap wajah terlihat sekali wanita itu merasa lelah.
"Aku harus pergi ta." Ucap Anes, Aleta mengernyit menatap Anes.
"Kamu mau kemana?" Tanya Aleta.
"Tentu saja menjenguk Adelle, memangnya kemana lagi." Ucap Anes, Aleta mendengus bisa-bisanya Anes ingin menjenguk Adelle tapi tidak mengajak nya.
"Apa kamu fikir aku tidak ingin menjenguk Adelle." Sengit Aleta, Anes tertawa ia lupa jika Aleta juga pasti ingin menjenguk Adelle.
"Ck, maaf aku melupakan hal itu. Kalau begitu ayok kita pergi menjenguknya sekarang." Ucap Anes, Anes wanita cantik itu tumbuh menjadi wanita yang penyayang.
Semarah apapun Anes ia tak akan melupakan jika dirinya selalu menyayangi keluarga yang mungkin pernah membuat dirinya kecewa, bagi Anes setiap orang pasti memiliki kesalahan tapi itu semua bisa di maafkan dan bisa di perbaiki bukan.
Kedua wanita cantik itupun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, setelah Anes menghubungi Arka untuk bertanya mengenai keberadaan Adelle.
Sesampainya di rumah sakit Anes dan Aleta melihat Arka, Azka dan seorang wanita cantik yang berdiri dengan menggandeng tangan Azka.
"Dimana Adelle?" Tanya Anes to the points, Anes tak mempedulikan wanita yang tengah bergelayut manja kepada tangan Azka.
"Adelle ada di dalam nes." Ucap Arka, Anes pun mengangguk lalu masuk.
__ADS_1
Aleta menyapa kekasih Azka yang lumayan dekat dengan dirinya, setelah berbasa-basi sedikit Aleta menyusul Anes menemui Adelle.
"Adelle apa yang terjadi baby, kenapa bisa seperti ini hmmmmmm." Ucap Anes, Adelle tersenyum ia tahu Anes akan mengkhawatirkan nya.
"Hey, aku tidak apa-apa nes. Mungkin hanya karena aku kelelahan saja, keadaan ku sudah jauh membaik." Ucap Adelle, Anes menghela nafas lega.
"Kau harus kuat oke, ingat ada keponakan aku yang harus kau jaga. Dia akan menjadi superhero kamu." Ucap Anes, membuat Adelle berkaca-kaca. Ia tak percaya jika Anes akan menguatkan dirinya, Adelle bersyukur karena Anes begitu peduli kepadanya. Benar apa kata orang, jika kamu bersikap baik maka orang pun akan memperlakukan kamu dengan baik pula.
"Hmmmmmm, makasih karena kamu begitu baik dan peduli kepadaku." Lirih Adelle, Aleta menggenggam tangan Adelle membuat Adelle menoleh.
"Kamu mom yang kuat kan, maka buktikan bahwa kamu bisa mempertahankan baby sampai lahir oke. Jangan banyak berfikir, untuk saat ini fokus saja untuk kesehatan kamu dan baby." Ucap Aleta, Adelle mengangguk.
Saat mereka tengah berbincang Azka dan kekasih nya masuk kedalam ruang rawat Adelle, Azka memandang Aleta yang sedang menguatkan Adelle.
"Hmmmmmm, aku akan kuat untuk baby. Baby juga harus kuat karena dia memiliki aunty yang baik-baik kan." Ucap Adelle, Aleta dan Anes mengangguk sambil tersenyum manis.
"Tentu saja kami ini wonder onty." Kekeh Aleta, Anes dan Adelle ikut tertawa.
"Apakah kamu sudah membaik Adelle?" Tanya kekasih Azka.
"Syukurlah, jaga kesehatan kamu ya. Semoga kamu dan baby baik-baik saja." Ujar nya, kekasih Azka ini memang tipe orang yang calm dan lembut sekalipun ia suka bermanja dengan Azka.
"Kapan kau kembali?" Tanya Anes, wanita cantik itupun tersenyum.
"Kemarin, aku langsung kesini saat tahu Adelle sakit." Jawab nya, Anes mengangguk lalu kembali menatap Adelle.
"Apakah bang ai dan Vee sudah kesini?" Tanya Anes, Adelle menggelengkan kepalanya mungkin Vee dan Aiden belum sempat menjenguk Adelle.
"Belum, mungkin mereka sedang sibuk." Ucap Adelle, membuat Anes tertawa kecil mengingat Aiden yang selalu sibuk di kerjai oleh calon anak nya.
"Ya kau benar Adelle, seperti mereka sedang sibuk. Akhir-akhir ini Vee begitu sensitif, juga suka sekali membuat bang ai kocar-kacir atas permintaan aneh ibu hamil itu." Ucap Anes, Adelle dan Aleta tertawa membayangkan bagaimana Aiden menghadapi mood ibu hamil.
"Sepertinya cukup menghibur." Kekeh Adelle.
__ADS_1
"Ya begitulah." Balas Anes, kini mereka semua berbincang dengan penuh tawa. Sesekali Aleta dan Azka bercanda saling mengejek.
Namun hal itu tidak membuat Adelle, Anes, dan kekasih Azka berfikir yang tidak-tidak. Mereka merasa perdebatan Aleta dan Azka masih terbilang wajar, maka dari itu mereka semua biasa saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Rada-rada teka-teki ya bund 😁*
A: Nikmati saja bund 😂
N: Baiklah baiklah 😂😂
A: Banyak minta lomah ah 😂
N: Request bund 😂😂
__ADS_1
A: Hilihhh 😒
N: 😂😂😂