
Sore hari saat Alea sedang duduk di sofa terdengar suara deru mesin mobil, hal itu membuat Alea yakin jika itu adalah suara mobil Haris dan Alia.
Mama yang tahu itu langsung duduk disamping Alea yang sedang menonton televisi, mama menatap Alea yang seperti tidak peduli dengan kedatangan Alia.
"Ma aku pulang." Ucap Alia, wanita itu berjalan memasuki rumah dengan menggendong tubuh mungil seorang anak.
"Oma." Teriak seorang bocah kecil, Alea yang mendengar itu merasa tersentuh namun ia menahan diri agar tak menoleh.
Alea merasa lelah karena merasa peduli namun selalu tak di hargai, Alea tersenyum sinis dan memindah channel yang ia tonton.
"Hai sayang." Ucap mama, Alia mendekati mama dan wajah nya berubah menjadi merah padam saat melihat Alea yang duduk santai di sofa dengan banyak buah dan camilan di atas meja tepat di hadapan Alea.
"Cih, ada tamu rupanya." Ucap Alia, Alea tidak menggubris nya dan masih tetap fokus kepada layar di depannya.
"Sayang ini tas kamu." Ucap Haris, lelaki itu terkejut melihat Alea yang semakin hari semakin cantik dan tubuh berisi Alea membuat nya menjadi semakin se*si di hadapan Haris.
"Oma siapa wanita ini?" Tanya anak Alia.
"Ini tante Naura sayang." Ucap mama, Alia melipat kedua tangannya di dada.
"Kenapa aku baru melihat wajah cantik tante?" Celoteh nya, Alea hanya menatap sekilas anak dari Alia.
"Iya karena tante tidak tinggal disini nak." Balas mama.
"Lalu dimana tante tinggal?" Celoteh nya, lagi-lagi Alea fokus kepada televisi di hadapan nya mata Alea berkedip lucu membuat Haris tidak bisa mengalihkan pandangan nya.
"Tante tinggal bersama dengan suaminya sayang." Balas mama Alea lagi, bocah kecil itu mengalihkan pandangan nya kepada perut buncit Alea.
"Tante kenapa perutmu terlihat buncit apakah ada adik bayi di dalam nya?" Ujar nya, hal itu membuat Haris dan Alia mengalihkan perhatian nya kepada perut buncit Alea.
"Kau sedang mengandung rupanya tapi apakah itu benar-benar anak Alexi." Cibir Alia, Alea tersenyum sinis lalu menatap Alia yang berdiri tak jauh dari tempat nya duduk.
"Alia aku tidak pernah mengganggu kehidupan kamu, dan satu lagi aku sarankan jaga sikapmu. Jika aku mau maka aku bisa membuat Daddy Alexi memberikan pelajaran untuk kamu, suamimu seorang pengusaha juga bukan harusnya kamu tahu bagaimana kejam nya keluarga Abrisham." Tegas Alea, membuat Alia menelan saliva nya.
"Kau mengancam ku?" Cibir Alia.
"Tidak ada gunanya aku mengancam kamu, jika mau aku bisa meminta Alexi untuk membuat kamu dan suamimu kehilangan semuanya!" Telak Alea berhasil membuat Alia bungkam, kenapa Alia bungkam ya ia percaya dengan perkataan Alea setelah melihat Alea yang sedang mengandung.
"Kamu mau kemana sayang?" Tanya mama, saat melihat Alea berjalan menuju kamar nya.
"Aku mau ke kamar jika Alexi datang minta untuk menemui aku di kamar." Ucap Alea, Haris dan Alia menatap kepergian Alea.
Tak lama kemudian Alexi tiba dan mama langsung menyuruh Alexi pergi ke kamar putrinya, dan tak lama Alexi kembali bersama Alea Alexi begitu melindungi Alea.
__ADS_1
"Ma kami pulang dulu." Ucap Alea.
"Ra kamu gak mau menginap?" Tanya mama.
"Maaf ma aku tidak bisa menginap disini tanpa suamiku." Ucap Alea, akhirnya mau tak mau mama membiarkan Alea pergi bersama Alexi.
"Tante." Panggil anak Alia membuat Alea menoleh tanpa bicara.
"Kamu cantik aku sayang kamu." Celoteh nya tiba-tiba, Alea hanya diam begitupun dengan Alexi dan akhirnya mereka berdua benar-benar pergi.
...
Malam hari Axel meletakkan kepalanya di pangkuan Tiana, dan wajah nya menghadap ke perut Tiana yang mulai membuncit.
"Sayang kenapa papi tidak bisa berjauhan dengan mami kamu, apakah kamu sedang menghukum papi hmmm." Ucap Axel.
"Aku tidak menghukum papi aku hanya ingin berada di dekat papi apakah salah?" Ucap Tiana menirukan suara anak kecil.
"Tentu saja itu tidak salah, tapi tolong jangan membuat papi bertingkah bo*oh di hadapan orang lain." Ucap Axel.
"Apakah kamu takut kehilangan wibawa kamu di hadapan orang lain." Goda Tiana.
"Bagaimana menurut kamu hmmm, siang ini lagi-lagi aku membuat kehebohan di kantor." Ucap Axel.
"Aku sampai beberapa kali meminta karyawan membeli makanan, dan mungkin sebagian dari mereka sedang mengumpati suami kamu ini honey" Ucap Axel, Tiana tertawa kecil mendengar perkataan Axel.
"Memangnya apa yang kamu inginkan?" Tanya Tiana.
"Aku tidak tahu yang jelas aku menginginkan banyak makanan." Jawab Axel, Tiana terkikik geli mendengar nya.
"Baiklah papi kalau begitu maafkan aku yang merepotkan papi." Ujar nya, Axel menghela nafasnya dan menyembunyikan wajahnya di perut Tiana.
Dan saat makan malam lagi-lagi Axel bertingkah yang membuat Aleta juga Azka tertawa, lelaki itu kekeh ingin makan satu piring berdua dengan istrinya dan minum satu gelas berdua.
"El istri kamu gak akan kenyang makanlah di piring kamu." Ucap Mae.
"Tidak mau mi aku selalu mual jika makan di piring ku." Jawab nya, Aleta dan Azka sampai tertawa renyah mereka puas dengan perubahan Axel sekarang.
"Kenapa kalian tertawa?" Tanya Axel kesal.
"Apakah ini yang dinamakan karma dibayar tunai." Kekeh Aleta.
"CK, dulu jangankan makan sepiring berdua tidur bersampingan aja gak mau." Goda Azka.
__ADS_1
"Tidak bisakah kalian diam." Ucap Axel.
"Kami tidak bisa diam karena sekarang kami merasa puas melihat kelakuan kamu." Kekeh Aleta, Axel mendengus mendengar perkataan Aleta.
"Yaampun Pi prasaan dulu pas hamil Aleta kamu gak kaya Axel, ini kenapa anak kaya gak bisa hidup tanpa Tiana." Ucap Mae, Julian ikut tertawa kecil.
"Papi bilang apa jangan menyakiti wanita jika tidak kamu akan kena batunya." Kekeh Julian, Tiana hanya bisa menunduk saja ia juga merasa bingung dengan kelakuan Axel.
Di kediaman Dio terlihat Adelle, Arka dan orang tuanya sedang makan malam. Sepertinya hanya keluarga mereka yang terlihat waras dan damai, karena tukang rusuh nya sedang tinggal di rumah Julian. Siapa lagi tukang rusuh di rumah Dio selain putra kembar nya, namun karena tidak ada Azka Arka menjadi kalem.
"Azka jarang sekali main kerumah." Ucap Mei.
"Lagi sibuk mungkin mi, lagian kalau Azka kesini nanti keadaan rumah yang semua tentram menjadi rusuh." Ucap Adelle, Dio tertawa mendengar perkataan menantunya.
"Kesel ya kak kalau mereka sudah kumpul pasti debatin hal-hal yang gak jelas." Ucap Mei tertawa kecil.
"Mangkanya mungkin Aleta juga kesel kali ya kalau suaminya pulang pasti berisik." Kekeh Adelle, merekapun tertawa sementara Arka hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N: Puas banget liat Alea dan Axel 😂
A: Alea mulai ketularan kaya nya 😌
N: Gapapa biar rame 😂
A: Hilihhh 😒
N: 😂😂😂
__ADS_1