
Tengah malam Axel terbangun dan tidak melihat Tiana di samping nya, Axel yang semula sangat mengantuk pun langsung membuka matanya lebar-lebar dan menatap tempat tidur di samping nya yang kosong.
Tanpa menunggu lama Axel langsung turun dari tempat tidur dan mencari keberadaan Tatiana, Axel berjalan menuju kamar mandi namun Tiana tidak ada disana.
"Sayang." Panggil Axel, lelaki itu beralih ke ruang ganti namun Tiana juga tidak ada disana tentu saja hal itu membuat Axel sangat khawatir.
"Tatiana." Panggil nya.
"Sayang kamu dimana?" Teriak Axel, teriakan Axel membuat Aleta yang baru saja keluar dari kamar nya meringis.
"Heh malam-malam seperti ini ngapain berteriak si El." Ucap Aleta.
"Tiana hilang ta." Ucap Axel,Aleta menatap Axel dengan penuh tanda tanya.
"Hilang kemana Tiana tidak akan bisa keluar malam-malam seperti ini tanpa seijin papi untuk membuka gerbang, kamu tahu kan kalau rumah ini sangat ketat." Ucap Aleta, lihatlah kakak dan adik itu malah berdebat bukannya melihat cctv atau mencari Tiana.
"Bisa saja kan dia pergi diam-diam ta bantu aku cari Tiana ta." Ucap Axel, Aleta mengelus dada nya dan menghela nafas.
"Axel apaan si dia gak mungkin pergi diam-diam lagian mau pergi lewat mana? Manjat gak mungkin Tiana lagi hamil." Dengus Aleta, dan Axel tak ingin tahu pokoknya ia akan mencari Tiana.
"Sayang." Panggil Axel, Aleta yang kesal akhirnya memutuskan untuk pergi membangun mami dan papi nya.
"Ada apa si sayang tengah malam seperti ini membangunkan mami dan papi." Ucap Julian.
"Mi anak nya rese banget masa tengah malam teriak-teriak." Adu Aleta.
"Siapa Axel teriak kenapa?" Tanya Julian.
"Tiana hilang katanya Pi." Ucap Aleta.
"Apa?" Pekik Mae dan Julian, ternyata dugaan Aleta salah ia kira mami dan papi nya akan lebih tenang dari Axel taunya malah lebih heboh dari Axel.
"El beneran Tiana hilang El?" Tanya Mae.
"Iya mi aku sudah mencari Tiana tapi tidak ada." Ucap Axel, akhirnya merekapun memutuskan untuk mencari Tiana dengan berpencar.
Setelah cukup lama mencari keberadaan Tiana Axel dan yang lain berjalan menuju dapur karena hanya lampu dapur yang terlihat menyala, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Tiana yang sedang menikmati makanan nya.
"Tiana." Panggil Mae dengan terkejut.
"Sayang kamu ngapain disini?" Ucap Axel.
__ADS_1
"Eh mami sayang kamu kenapa kesini." Ucap Tiana.
"Tiana yaampun bayi gede kamu ini bikin heboh satu rumah pake bilang kamu hilang, taunya kamu disini sedang makan." Ucap Aleta tertawa kecil.
"Eh, maaf tadi aku merasa sangat lapar jadi aku memutuskan untuk makan. Apakah aku membuat kalian khawatir dan kerepotan?" Tanya Tiana.
"Tentu saja tidak sayang kamu tidak merepotkan kami, lanjutkan makannya papi dan mami mau lanjut tidur." Ucap Julian mengajak Mae kembali ke kamar nya.
"Sudah ketemu Tiana nya? Kalau begitu aku mau ambil air dan kembali ke kamar." Ucap Aleta, Axel menggaruk kepalanya yang tidak gatal sementara Tiana tertawa geli melihat wajah bingung Axel.
"Kamu kenapa gak bangunin aku hmmm." Ucap Axel duduk di samping Tiana.
"Tadi tidur kamu sangat nyenyak jadi aku gak enak untuk membangunkan kamu." Ucap Tiana, Axel menghela nafasnya dan mengusap kepala Tiana.
"Lain kali bangunkan aku oke, aku khawatir dan takut kamu kenapa-kenapa." Ucap Axel, Tiana pun mengangguk mengiyakan perkataan Axel.
...
Keesokan harinya di kediaman Justin terlihat Alea yang sudah rapi pagi-pagi sekali, Vee dan Aiden menatap Alea dan Alexi yang berjalan menuruni anak tangga.
"Kamu jadi kerumah mama dan papa kamu?" Tanya Aiden.
"Sudah tidak takut bertemu dengan Alia lagi sekarang?" Ucap Vee, meskipun Vee tahu Alea bukan takut kepada Alia melainkan malas untuk melihat wajah menyebalkan Alia.
"Bukankah tinggal di lawan saja, aku juga kangen kepada papa toh nanti sore Alexi akan jemput aku lagi." Ucap Alea.
"Yasudah kamu hati-hati disana ya, ingat jangan melakukan hal-hal yang akan menyakiti kamu dan kandungan kamu." Ucap Vee, Alea mengangguk Alea sangat bersyukur karena memiliki kakak ipar yang super baik dan perhatian seperti Vee.
"Iya kak aku akan baik-baik saja kok." Ucap Alea.
"Makanlah dulu aku sudah membuatkan sarapan khusus untuk kamu, dan juga sudah membuatkan susu hamil untuk kamu." Ucap Vee, Alea mengangguk dan menyantap makanan yang ada di hadapannya.
Setelah selesai sarapan Alea dan Alexi pun pergi menuju rumah orang tua Alea, sebenarnya Alexi merasa khawatir untuk meninggalkan istrinya disana.
Namun Alexi juga tidak ingin membuat papa mertua nya kecewa, ya karena papa lah yang meminta Alexi untuk mengajak Alea main ke rumah nya sudah sangat lama Alea tidak berkunjung ke rumah nya.
"Kita sudah sampai silahkan turun tuan putri." Ucap Alexi membukakan pintu mobil untuk Alea, wanita hamil itu tersenyum manis kepada Alexi dan memegang tangan suaminya.
"Terimakasih sayang." Ucap Alea, Alexi mengangguk dan tersenyum.
Di ambang pintu terlihat mama dan papa yang berdiri menyambut kedatangan putri kandungnya, air mata haru menetes saat papa berhasil memeluk putri semata wayangnya.
__ADS_1
"Maafkan papa dan mama maaf, kamu pasti merasa asing untuk berkunjung kerumah kamu sendiri. Kami akan menyelesaikan semuanya segera Naura, kami tidak ingin kehilangan kamu." Lirih papa, Alea tidak menangis ia sudah tidak bisa menangis lagi jujur Alea lebih bahagia berada di tengah-tengah keluarga suami nya.
Tapi apakah Alea salah jika memiliki prasaan seperti itu? Karena memang di keluarga nya ia tak merasa nyaman karena kehadiran Alia.
"Pa sudah aku baik-baik saja percayalah." Ucap Alea, Alexi tersenyum melihat istrinya yang sedang tersenyum manis.
"Ma pa aku titip Alea karena hari ini aku ada meeting penting, sore nanti aku akan menjemputnya untuk pulang." Ucap Alexi, Alea tersenyum manis namun tidak dengan kedua orang tuanya.
"Naura tidak akan menginap disini?" Tanya papa.
"Maaf pa aku tidak bisa membiarkan Naura menginap disini, bukan aku ingin menjauhkan mama dan papa dengan Naura hanya saja aku lebih mengutamakan kenyamanan istriku." Ucap Alexi, mama terdiam ia tahu bagaimana cara Alia membuat Naura nya tak nyaman.
"Aku akan menunggu kamu disini." Ucap Alea, kedua orang tuanya terdiam dan berpikir apakah mereka salah sudah menikahkan putrinya dengan Alexi? Tapi mereka merasa Alexi adalah laki-laki yang tepat untuk putrinya.
Selama ini mereka tak pernah mendengar Alea mengeluhkan sikap Alexi yang tidak baik, justru yang mereka dengar adalah putrinya begitu bahagia bersama dengan Alexi.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N: Disaat orang lain tidak semuanya nyaman di rumah mertua, hanya Alea yang betah dan gak mau pulang kerumah orang tuanya 😊
A: Gak semua mertua kaya apa yg kita tahu Uun, dan semua itu tergantung cara pandang kita 😊
N: Bener banget semoga gue dapet mertua kaya mommy Dea atau mom Mae😂
A: Kebiasaan gaenak ujungnya 😊
N: 😂😂😂
__ADS_1