Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 247


__ADS_3

Saat sampai di kediaman Xavier Alexi langsung berlari ke dalam rumah, ia melihat Alea dan Alia yang berdiri berdampingan. Dan ada Haris juga mama Haris disana, Alexi khawatir semua orang akan menyudutkan istrinya.


"Katakan ma." Pinta Alea, terlihat Alia yang menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kalian jahat sama aku." Lirih nya, Alia wanita itu melihat pisau buah di meja dan langsung meraihnya.


"Jika mama berani membela Naura aku tidak akan terima ma, anak mama itu aku bukan Naura." Histeris Alia, wanita itu menempelkan pisau di pergelangan tangannya.


"Lakukan Alia segera lakukan, maka aku akan merayakannya." Ucap Alea, mama Haris tidak terima dengan perkataan Alea dan berniat men*mp*r pipi Alea. Namun tangan nya tiba-tiba di cengkram oleh Alexi.


"Wanita tidak tahu d*ri." Teriak mama hari, Alea memejamkan matanya saat mama Haris mengangkat tangan nya.


"Tu_tuan muda." Lirih mama Haris, saat melihat Alexi yang melindungi Alea.


"Jangan pernah berani menyentuh istri saya apalagi menyakiti nya." Ucap Alexi, Alea langsung membuka matanya dan menatap Alexi.


"Tapi tuan Naura benar-benar menyakiti Alia, setelah menikah dia semakin tidak sopan." Ujar nya.


"Saya yang mengajarkan nya seperti itu, jika ada yang berani menindas atau menyakiti perasaan nya maka lawan saja. Sekalipun istri saya mem*tahkan tangan Alia saya tidak akan menghentikan nya selagi Alea tidak salah, saya akan selalu melindungi istri saya dari orang-orang yang berusaha menyakitinya." Ucap Alexi dengan tegas, membuat mama Haris menelan saliva nya.


"Kau mengajarkan istrimu menjadi liar." Ucap Haris mengejek.


"Ya, karena saya bukan anda yang hanya bisa berdiam diri seperti orang bo*oh saat istri dan adik ipar anda bertengkar. Anda ini seorang suami harusnya anda bisa melindungi Alia, tapi lihat anda bahkan membiarkan alia untuk melukai dirinya." Ucap Alexi, Alia semakin sakit hati dengan apa yang dikatakan oleh Alexi yang memang itu sebuag kebenaran.


Alexi menatap Alea yang sedang berdiri di samping nya, Alexi mngusap air mata yang mengalir di pipi indah istrinya.


"Ma jika mama tidak bisa mengatakan kebenaran nya tidak masalah, tapi saya tidak terima mama diam saja saat melihat istri saya yang tak lain adalah anak kandung mama menangis." Ucap Alexi, kepada nyonya Xavier.


"Maafkan mama Al, mama bingung mama ingin memeluk Naura tapi kamu lihat bagaimana Alia." Ucap nyonya Xavier, Alexi mengangguk dan tersenyum tipis.


"Saya paham, itu karena Alia memiliki suami yang hanya bisa diam dan tertegun." Ucap Alexi, mama Haris merasa malu karena melihat putranya malah seperti orang bo*oh.


"Sayang maafkan mama." Ucap nyonya Xavier.


"Tidak apa-apa ma." Ucap Alea, Alexi mengecup kening Alea dan mengajak istrinya untuk pulang.


"Pulang sekarang?" Tanya Alexi, Alea mengangguk dan memeluk suaminya. Alexi tahu saat ini hati Alea terluka karena lagi-lagi mama melindungi Alia.


"Hmmm." Lirih Alea terisak di dada bidang suaminya.


"Kami pamit pulang." Ucap Alexi, mana menatap Alea yang bahkan tidak mau menatap nya.

__ADS_1


"Naura." Lirih mama.


"Aku pulang." Hanya itu perkataan yang keluar dari mulut Alea, mama menangis melihat Alea yang pergi tanpa ragu.


....


Malam hari Aiden dan Vee sedang duduk bersandar di tempat tidur, bersandar di dada bidang suaminya.


"Kamu kenapa gak ikut kerumah Alea tadi?" Tanya Aiden.


"Takut lepas kontrol aku nanti kata-kata mutiara aku keluar semua." Ucap Vee, Aiden tertawa.


"Kamu tahu tidak ada kamu pun Alea mengeluarkan kata-kata mutiara nya." Ucap Aiden.


"Iya kah? Waaah Alea sudah benar-benar menjadi menantu Daddy." Ucap Vee.


"Menantu Daddy itu Haus pintar mengeluarkan kata-kata mutiara kah sayang." Ucap Aiden.


"Tentu saja, itu untuk melawan orang-orang yang bersikap kur*ng aj*r seperti Alia." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil mendengar perkataan istrinya.


"Sabar sayang sabar jangan emosi." Ucap Aiden.


"Lagian aku bingung Alia seperti orang yang tidak memiliki kepuasan, dia di angkat anak saja harusnya sudah bersyukur ini malah sok jadi nona muda." Ucap Vee.


Di ruang makan Vee melihat Alea, Alexi, mommy dan Daddy. Vee tersenyum manis kepada Alea yang tersenyum kepadanya.


"Malam mom malam dad." Ucap Vee.


"Malam sayang." Balas dad Justin dan mommy.


Vee duduk dan mengambilkan makanan untuk suaminya, Aiden tersenyum dan menerima piring berisi makanan yang diambil oleh Vee.


"Alea." Panggil dad Justin.


"I_iya dad." Jawab Alea dengan gugup.


"Dad dengar kamu bertengkar dengan Alia." Ucap dad Justin.


"Iya dad Alea minta maaf dad." Lirih nya.


"Kenapa meminta maaf kamu tidak salah, katakan jika kamu tidak nyaman dengan perlakuan Haris dan Alia makan Daddy akan mengurus nya." Ucap dad Justin, Alea terkejut dengan reaksi dad Justin yang mendukung nya.

__ADS_1


"Dad." Lirih Alea.


"Dad paham seperti apa kamu, kamu tidak akan membenci Alia jika dia tidak selalu memulai pertengkaran atau tidak menggangu kenyamanan kamu. Jadi Daddy dukung semua yang kamu lakukan, jika kamu merasa sakit hati katakan saja Daddy bisa menyelesaikan nya dengan cepat." Ucap dad Justin, lihatlah saat mama dan papa nya dibuat bimbang oleh Alia. Justru dad Justin dan mom Dea malah mengerti apa yang dirasakan oleh Alea.


"Makasih karena Daddy begitu peduli kepada Alea." Lirih nya, mom Dea tersenyum manis kepada Alea.


"Sayang mommy dan Daddy tidak akan membiarkan siapapun melukai putri-putri mommy, kamu, Anes dan Vee kalian bertiga adalah putri mommy dan Daddy." Ucap mom Dea, Alea mengangguk dan tersenyum manis.


"Terimakasih mom." Ucap Alea.


"Jadi bagaimana?" Tanya dad Justin.


"Eummm, biarkan saja dulu untuk sekarang dad. Mungkin Alea akan memikirkan nya nanti." Ucap Alea, dad Justin mengangguk ia tidak mau memaksa Alea.


"Baik kalau begitu, tapi nanti jika kamu sudah merasa yakin segera kabari Daddy." Ucap dad Justin, Alea mengangguk dan tersenyum manis.


"Baik dad, terimakasih kalian semua sudah terlalu baik kepada Alea." Ucap wanita itu, dad Justin tersenyum kepada Alea.


"Itu sudah menjadi tugas orang tua untuk melindungi dan membahagiakan anak-anak nya." Ucap dad Justin, Alea merasa bersyukur karena dulu ia tidak menikah dengan Haris hingga membuat Alea berakhir dengan Alexi.


Kehidupan Alea dengan Alexi jauh berbeda saat Alea pacaran dengan Haris, kini Alea sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini ia cari.


Mertua yang baik, kakak ipar yang baik keluarga yang begitu baik kepadanya, dan begitu menyayangi nya. Bahkan semua yang Alea lakukan tidak lagi harus memikirkan prasaan orang lain, dulu apapun yang Alea lakukan itu selalu di pikir ulang hanya untuk menjaga prasaan Alia.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Mak pen mertua kaya dad Justin Mak 😂*


A: Gue juga mau Uun 😂


N: Ngikut Mulu anak bawang 😂

__ADS_1


A: Heh 😂


N: 😂😂😂


__ADS_2