
Setelah selesai berbincang Aiden, Vee, Azka dan Aleta pun pamit kepada Axel mereka akan pergi ke kantor ya Aiden mengajak istrinya untuk pergi ke kantor.
Setelah kepergian para saudara nya Axel berjalan dan duduk di kursi samping tempat tidur, ia menyandarkan punggungnya di kursi dan menatap Tiana dengan tersenyum manis.
Tiana wanita itu mulai mengerjapkan matanya dan terkejut melihat Axel yang duduk di kursi, Tiana langsung bangun dan duduk di atas tempat tidur.
"Kenapa kamu duduk di kursi apa aku membuat tidur kamu tidak nyaman?" Tanya Tiana khawatir.
"Tidak aku tidur dengan sangat nyaman." Ucap Axel.
"Lalu kenapa kau duduk di kursi?" Tanya Tiana.
"Ada Aleta dan Vee tadi makanya aku bangun dan berbincang sebentar dengan mereka." Ucap Axel, mata Tiana membulat sempurna mendengar perkataan suaminya.
"Ap_apa?" Ucap Tiana.
"Ada Aleta dan Vee honey." Ucap Axel, blush mendengar Axel memanggilnya dengan sebutan honey membuat wajah Tiana merona.
"Dimana mereka sekarang kenapa kamu tidak membangunkan aku?" Heboh Tiana, Axel tertawa kecil melihat kehebohan istrinya.
Ahhh wanita ini benar-benar lucu dan menggemaskan, kenapa tidak dari dulu saja Axel berdamai dengan hatinya untuk menerima Tiana.
"Mereka sudah pergi karena harus ke kantor, oiya mereka kesini hanya untuk membawakan makanan untuk kamu." Ucap Axel, menunjuk meja yang tak jauh dari tempat nya duduk.
"Aaaa aku malu sekali." Ucap Tiana menutup wajahnya.
"Kenapa harus malu?" Tanya Axel tertawa kecil.
"Apakah mereka melihat kita sedang tidur." Ucap Tiana, Axel mengangguk dan semakin tertawa saat Tiana menunjukkan ekspresi menggemaskan.
"Hmmm, mereka melihatnya." Balas Axel.
"Aaaaaa aku ingin menghilang dari sini." Ucap Tiana, Axel tersenyum dan mengusap kepala Tiana dengan lembut.
"Mandilah." Ucap Axel, Tiana mengangguk dan turun dari tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi.
Sementara Axel ia merasa kepalanya pusing dan kembali merebahkan tubuhnya, Axel menyembunyikan rasa sakitnya dari Tiana ia tak ingin membuat Tiana bersedih ataupun khawatir kepadanya.
Di perusahaan milik Aiden Vee tersenyum mengingat kejadian lucu Axel dan Tiana, ia menatap Aiden yang fokus dengan laptopnya.
"Daddy apakah Axel termasuk orang yang romantis?" Tanya Vee.
"Hmmm, sebenarnya Axel adalah orang yang romantis dan pengertian apalagi kepada orang yang dicintainya." Ucap Aiden.
"Itu artinya Tiana akan merasakan semua itu sekarang, karena Axel sudah mencintai Tiana." Ucap Vee, Aiden mengangguk dan tersenyum tipis dalam kegiatan nya.
"Hmmm, mungkin Axel akan memperlakukan Tiana lebih dari itu apalagi sekarang Tiana sedang mengandung anaknya." Ucap Aiden.
"Kau benar sayang kita bisa melihat nya tadi, Axel rela tidur berhimpitan dengan Tiana padahal dia sendiri belum pulih sepenuhnya." Ucap Vee.
__ADS_1
"Axel itu tipikal orang yang kalau sudah cinta dia akan sangat cinta." Ucap Aiden.
"Tapi dad bagaimana dengan x apakah kalian sudah menemukan nya." Ucap Vee.
"Tidak kita belum menemukan nya, tapi biarkan saja selama tidak menggangu Axel dan Tiana itu bukan masalah besar." Ucap Aiden, Vee mengangguk wanita itu menyandarkan tubuhnya di sofa.
Kali ini Aiden dan Vee tidak membawa putra kecil mereka, karena sang mommy melarang Vee dan Aiden untuk terlalu mengekspos Varo baby kecil Aiden dan Vee.
Siang hari Alea dan Alexi datang ke rumah sakit bersama dengan Arka dan Adelle, mereka membawa makan siang untuk Tiana yang sedang menjaga Axel.
"Selamat siang Tiana." Ucap Alea, Tiana yang sedang menyuapi Axel menoleh.
"Kak Alea." Lirih Tiana, Alexi dan Arka memberi tatapan mengejek kepada Axel.
"Waah tuan muda Abrisham sudah bangun ternyata, lagi makan tuan laper ya tuan ya." Goda Arka, Axel mendengus ia benar-benar ingin menenggelamkan Arka sekarang.
"Disuapi istri nih." Goda Adelle.
"Kalau kalian kesini hanya untuk mengejek saya sebaiknya kalian pergi." Sengit Axel.
"Yaelah galak amat El." Ucap Alexi duduk di sofa.
"Bagaimana keadaan kamu Axel apakah sudah membaik?" Tanya Alea.
"Hmmm, sudah jauh lebih baik." Ucap Axel.
"Iyalah harus jauh lebih baik kan yang ngurus istri tercinta." Ucap Adelle, wajah Tiana merona seketika.
"Pake apa dong honey?" Ucap Adelle.
"Pake cangkul biar sadar dan gak banyak tebar pesona." Ucap Arka, merekapun ikut tertawa begitu juga dengan Axel.
"Si*lan kau." Sengit Axel, Arka tertawa mereka berbincang-bincang dengan hangat.
Alea menyemangati Tiana agar wanita itu kuat dan baik-baik saja, sementara Alexi mengingatkan Axel agar mulai fokus kepada kebahagiaan Tiana.
...
Malam hari Tiana menatap Axel yang mulai memejamkan matanya, pengaruh obat membuat Axel mengantuk namun tangan nya tidak lepas dari genggaman Tiana.
"Istirahatlah agar kamu bisa cepat pulang." Ucap Tiana.
"Terimakasih karena sudah menjadi istri terbaik untukku." Ucap Axel, Tiana mengangguk dan tersenyum manis.
Tiana mengusap kepala Axel dengan lembut dan penuh sayang hingga membuat Axel nyaman dan terlelap, Tiana tersenyum tipis menatap Axel.
(Terimakasih sudah mau berubah untuk menjadi yang lebih baik, aku harap kamu bisa menjadi suami dan papa untuk aku juga anak kita. Aku bahagia saat sikapmu yang semula keras mulai melembut kepadaku, semoga kamu akan selamanya seperti ini.) Batin Tiana, wanita itu berjalan dan duduk di sofa.
Tiana membaca novel kesukaannya dan tak sadar jika waktu semakin larut, Tiana menatap Axel yang menggeliat dan membuka matanya.
__ADS_1
"Kamu belum tidur?" Tanya Axel.
"Aku belum ngantuk apa ada yang kamu inginkan?" Tanya Tiana.
"Hmmm, aku haus." Jawab Axel, Tiana tersenyum tipis dan mengambilkan air minum untuk Axel.
"Ini minumlah dan kembali tidur." Ucap Tiana, Axel meneguk minuman itu sampai habis.
"Tidurlah disampingku." Ucap Axel, ia menggeser tubuh nya agar Tiana bisa berbaring di samping nya.
"Tidak itu akan membuat mu tidak nyaman." Ucap Tiana.
"Aku merasa sangat nyaman jika tidur di dekat kamu, ayolah honey." Rengek Axel, Tiana menghela nafas nya dan naik ke atas tempat tidur.
Tanpa menunggu lama Axel langsung memeluk tubuh Tiana dan menyembunyikan wajahnya di dada Tiana, Tiana tertawa kecil dan mengusap kepala Axel dengan lembut.
Ia menatap ruangan serba putih yang kini menjadi saksi kelembutan Axel terhadap nya, Axel mendongak dan mengecup sekilas b*b*r Tiana.
"Kenapa melamun." Tanya Axel.
"Tidak apa-apa." Jawab Tiana.
"Tidurlah ini sudah malam kasihan anak kita jika kamu terus begadang." Ucap Axel, Tiana mengangguk dan memejamkan matanya.
Axel tersenyum manis menatap Tiana yang memejamkan matanya, ia merasa bahagia karena akhirnya pernikahan Axel dan Tiana bisa di selamatkan dan tidak berakhir di meja hijau.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Dari kemarin-kemarin kek kaya gitu El kan gua gak sakit hati 😌*
A: Kemarin Axel lagi eror my 😂
N: Ngeselin banget kemarin serius 😂
__ADS_1
A: Sabar-sabar 😁
N: 😂😂😂