Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 61


__ADS_3

Keesokan harinya tepatnya malam hari Justin dan Dea dibuat naik darah oleh putra bungsu nya, sungguh niat Justin dan Dea bukan untuk menjodohkan Alexi.


Mereka juga tidak akan rela jika putra nya yang hanya tersisa satu ini mendapatkan wanita yang tidak tepat, terkadang pilihan orang tua juga tidak semuanya baik.


Jika Aiden mendapatkan pasangan yang baik seperti Vee, mungkin takdir Aiden saja yang sedang baik. Dea dan Justin berfikir biasanya jika yang pertama dijodohkan maka yang kedua akan gagal maka dari itu Justin akan membiarkan Alexi memilih pasangan hidup nya sendiri.


"Daddy Alexi tidak ada sedang tidur." Ucap Alexi, membuat Dea dan Justin saling pandang.


"Heh, jika Alexi sedang tidur lalu yang sedang bicara dengan kami siapa." Cetus Dea, Alexi tertawa kecil.


"Mom aku tidak mau disana pasti sudah seperti sarang buaya." Ucap Alexi, membuat Justin mendengus.


"Buaya udelmu, iya banyak buaya karena ini untuk para pembisnis." Kesal Justin.


"Alexi mom janji tidak ada perjodohan dalam acara ini yaampun, mom juga tidak rela jika putra mom yang tampan dan imut ini harus menikah karena bisnis." Ucap Dea, Alexi membuka selimutnya dan menatap sang mommy.


Benar sekali mommy nya selalu ngamuk jika ada rekan bisnis Justin yang berniat menjodohkan Alexi dengan putrinya, hanya untuk mempererat hubungan kerja sama.


"Promise?" Tanya Alexi.


"Promise sayang, Daddy kamu sudah kaya mom tidak perlu menjodohkan kamu demi bisnis." Ucap Dea, Justin tertawa karena mendengar ocehan istrinya.


"Betul sekali, bahkan tidak hanya dad Aiden dan akupun sudah kaya jadi tidak perlu perjodohan lucknut itu." Ucap Alexi, Dea mengangguk setuju.


Coba lihat bagaimana kompak nya Dea dan putra bungsu nya itu, mereka benar-benar menggemaskan.


Setelah perdebatan sengit itu selesai kini Dea, Justin dan Alexi pun memutuskan untuk pergi ke acar makan malam itu.


Jangan tanya Anes gadis itu selalu ada dimanapun pesta untuk para petinggi di adakan, gadis itu benar-benar mandiri.


Dan disinilah mereka berada di sebuah pesta antar pembisnis, saat masuk kedalam Dea melihat putrinya yang juga berada disana.


"Tuan Justin akhirnya kau datang juga, suatu kehormatan bagi kami karena tuan berkenan untuk datang." Ucap seorang lelaki paruh baya.


"Ah ya, terimakasih." Ucap Justin.


"Apakah ini putramu?" Tanya nya menunjuk Alexi.

__ADS_1


"Iya ini putraku." Jawab Justin, Dea dan Alexi sudah memasang wajah datar nya.


"Wah tampan dan gagah seperti papa nya." Ucap lelaki itu, ia mengajak Justin untuk duduk di salah satu meja yang masih kosong.


"Silahkan duduk tuan, saya akan memanggil putri dan istri saya dulu." Ujar nya, Justin hanya mengangguk.


"Kan, belum apa-apa udah manggil anak istrinya aja." Ucap Alexi, Dea terkikik geli melihat wajah kesal putranya.


"Ah perkenalkan ini putri dan istri saya tuan." Ucap nya, setelah kembali.


"Ah, senang bertemu dengan mu." Ucap Dea, merekapun duduk di kursi yang sama.


"Terimakasih." Ucap istri lelaki itu.


"Tuan muda kau terlihat sangat tampan dan berwibawa, apakah kau sudah memiliki pasangan hidup?" Tanya nya, Dea melirik Alexi yang mulai tidak nyaman.


"Ah, kau terlalu memujiku. Apa yang kau inginkan." Ucap Alexi, membuat lelaki paruh baya itu sedikit gugup.


"CK, jika kau belum memiliki pasangan kau bisa mendekati putriku yang cantik ini." Ujar nya.


"Untuk apa? Untuk memperkuat ikatan bisnis mu." Kekeh Alexi, lelaki itu ikut tertawa.


"Bisnis ku sudah luas dan aku tidak minat untuk memperluas nya lagi, pusing." Ucap Alexi santai, Dea menahan tawa nya melihat wajah bingung lelaki paruh baya itu.


"Banyak yang menginginkan putriku, tapi aku hanya akan memberikan nya kepadamu tuan." Ucap lelaki itu, Alexi memicingkan matanya.


"Karena hanya aku yang masuk dalam kriteria menantu mu begitu." Ucap Alexi, ia mengangguk dengan bangga nya.


"Tentu putriku cantik dan berpendidikan, dia pantas jika bersanding dengan tuan muda." Ucap nya.


"CK, cantik saja tidak cukup tuan. Lagi pula aku tidak mencari yang cantik." Ucap Alexi, lelaki itu menelan Saliva nya sulit.


Kenapa Alexi begitu sulit di bujuk, kebanyakan putra dari rekan bisnis nya sangat menyukai jika diberi tawaran untuk mengencani putrinya.


Hanya Alexi yang menolak secara terang-terangan, dan Dea wanita itu menatap gadi yang sejak tadi duduk dengan sombongnya.


"Aku pergi dulu." Ucap Alexi, membuat gadis itu terkejut ia kira dengan dirinya memasang sikap sok jual mahal akan membuat Alexi tertarik.

__ADS_1


"Tuan kau mau kemana?" Tanya lelaki itu.


"Tidur!" Ucap Alexi santai, kini lelaki itu melenggang jauh dari pandangan mereka.


Sementara wanita tadi merasa menyesal karena memasang wajah sombong, Dea merasa bangga melihat sikap Alexi yang tidak hanya diam saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Buat yg kemarin komen kok aneh si, dimana-mana yang tua itu kakak nya. Hai sayang kamu kenapa, kamu tahu istilah kakak sepupu dan adik sepupu tidak?


Sini aku kasi tau ya, di daerahku yang namanya anak uwa/bude itu selalu disebut kakak sepupu mau muda ataupun tua. uwa atau bude itu kakak dari mamah/ ayah kamu, nah kalau adik sepupu itu anak dari adik nya mama kamu atau bisa dibilang anak dari Tante kamu mau tua ataupun muda dia tetep adik gitu ngerti ya bep ya 😊


N: Pantes kirain aku doang yang bingung sama komen dia, gue aja sama anak ua yang umurnya 4 tahu lebih muda dari gue tetep dibilang kakak 😂


A: Sama aku juga ada kok yg beda 2,6 sampe 10 tahun dibawah aku tetep dia kakak sepupu aku 😁


N: Iya suka dibilang kakak kecil namanya 😂

__ADS_1


A: Nah kan 😁*


__ADS_2