
Hari ini Aiden memutuskan untuk pergi ke kantor, ia berpamitan kepada kedua orang tuanya.
Namun saat keluar dari rumah Aiden melihat anes yang baru saja masuk kedalam rumah, ia mengernyit heran melihat penampilan Anes.
"Kamu dari mana?" Tanya Aiden.
"Aku habis lari pagi di dekat perumahan teman ku." Jawab nya, membuat Aiden mengangguk.
"Baiklah, aku pergi dulu." Ucap Aiden mencium kening adik nya.
"Hmmmmm, hati-hati." Ucap Anes.
Kini gadis itu kembali berjalan masuk kedalam rumah, ia melihat Aleta yang sedang duduk di meja makan.
"Cih, apa kau tidak memiliki makanan sampai pagi-pagi sekali sudah berada di rumah ku." Ledek Anes.
"Enak saja, makanan ku banyak." Cebik Aleta, Dea dan Justin hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Anes dan Aleta.
"Lalu untuk apa kau kemari pagi-pagi begini?" Tanya Anes memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Aku ingin mengajak mu pergi hari ini." Ucap Aleta.
"Aku tidak bisa." Jawab Anes santai.
"Kau itu selalu saja tidak bisa, ayolah Anes ikutlah denganku." Ucap Aleta membujuk.
"Kau itu benar-benar menyebalkan, kau akan mengajak ku pergi kemana?" Tanya Anes.
"Nanti akan aku beritahu." Ucap Aleta membuat Anes mendengus.
"Pergilah sayang kasihan Aleta, sudah seperti anak hilang pagi-pagi mencari mu kesini." Ledek Justin.
"Daddy." Pekik Aleta kepada Justin, sementara Justin dan Dea hanya tertawa saja.
Di sebuah rumah sakit terlihat seorang gadis cantik tengah menggenggam tangan lelaki paruh baya, selesai lari pagi tadi Vee langsung pergi mengunjungi opa nya ke rumah sakit.
"Dok bagaimana keadaan opa ku?" Tanya nya.
"Nona tuan besar masih dalam keadaan yang sama, belum ada perubahan sama sekali." Jawab sang dokter jujur.
"Kenapa opa kembali drop, bukan kah lelaki itu sudah menyetujui keinginan nya." Ujar Vee, ia menatap wajah pucat sang opa.
"Bangunlah opa, apa kau tidak capek terus seperti ini. Kasihanilah aku yang sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini." Lirih nya.
"Kau sudah datang rupanya." Ucap seseorang mengejutkan Vee.
__ADS_1
"Oma Sisil." Lirih Vee, Bunda Sisil pun tersenyum mengelus kepala Vee.
"Panggil aku bunah, sama seperti Aiden memanggil ku." Ucap bunda Sisil, Vee pun mengangguk dan tersenyum tipis.
"Kau sudah makan nak?" Tanya bunda Sisil.
"Sudah, sebelum kemari aku makan terlebih dahulu." Jawab nya.
"Baiklah, bagaimana keadaan opa mu?" Tanya bunda Sisil.
"Opa, kata dokter keadaan opa kembali memburuk." Lirih nya, bunda Sisil terdiam me atap wajah cantik Vee.
"Vee." Panggil bunda Sisil.
"Ya." Sahut Veronica.
"Terimalah perjodohan itu." Ucap bunda Sisil membuat Vee terdiam.
"Bunah aku_" Lirih Vee.
"Vee Aiden sudah menerima nya bukan, kami hanya perlu persetujuan dari kamu nak." Ucap bunda Sisil.
"Aku, aku merasa tidak pantas untuk menjadi pendamping nya bunah. Bisakah kita berbohong saja kepada opa dengan mengatakan bahwa kami sudah menikah, namun tidak untuk kenyataan." Ucap Vee, sungguh wanita yang jarang di temukan oleh bunda Sisil.
"Baiklah." Lirih Vee, kini gadis itu pergi setelah mengatakan persetujuan nya.
Vee masih ingin melanjutkan kuliah nya, bahkan usianya dan Aiden terpaut jauh. Ia merasa akan menikah dengan om-om tampan kalau seperti ini.
Vee berjalan menunduk dan tiba-tiba ia menabrak seseorang, hingga membuat nya terpental.
"Akkkhhhh, mental doang ini badan." Lirih nya, Vee mendongak dan ia terpesona melihat ketampanan lelaki yang berada di hadapannya.
"Hai, kau tidak apa-apa?" Tanya nya.
"Ah, tidak aku tidak apa-apa." Jawab Vee.
"Maaf aku tidak sengaja dan tidak berhati-hati." Ucap nya.
"I_iya aku tidak apa-apa." Jawab Vee.
"Oiya siapa namamu?" Tanya nya.
"Namaku Vee, Veronica." Jawab nya.
"Ah iya, perkenalkan namaku Alexi." Jawab nya, Vee pun mengangguk lagi-lagi ia melihat wajah yang pernah ia lihat tapi dimana.
__ADS_1
"Alexi?" Tanya Vee.
"Iya namaku Alexi, aku buru-buru kalau begitu aku duluan." Ucap Lexi membuat Vee mengangguk.
"Itu manusia atau mala*kat tuhan, kenapa ah aku baru kali ini girang melihat wajah lelaki tampan." Ujar nya, Vee kembali melanjutkan langkahnya.
Fikiran nya tidak tenang mengingat lelaki yang harus ia nikahi, Vee duduk di kursi taman dan memandang bunga-bunga disana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Pas bagian Alexi ngapa gue girang amat ya 🤣
A: Kok lucknut gitu kan 😂
N: Gue dilema mau Alexi atau Aiden Thor 😭
A: Jangan Maruk Lo ye 😒
N: Yaampun tau aja kalo gue mau dua-duanya 🤣
A: Heh 😭
N: 🤣🤣🤣*
__ADS_1