
Sepulang nya dari kantor Aiden langsung mencari keberadaan sang istri yang sangat ia rindukan, saat memasuki kamar Aiden tidak melihat Vee di kamar nya.
Hal itu membuat Aiden panik dimana istri kesayangan nya itu, Aiden menyusuri setiap lorong di rumah nya namun ia tetap tidak menemukan Vee.
Aiden memutuskan untuk pergi ke kolam renang di samping rumah, benar saja ia melihat Vee yang sedang bermain air disana.
Aiden berjongkok dan memeluk Vee dari belakang membuat istrinya itu terkejut, Vee menoleh dan tersenyum saat mendapati Aiden di belakang nya.
"Apa kamu sangat lelah, hmmmmmm." Tanya wanita itu, saat Aiden memeluk dan menyandarkan kepalanya di pundak Vee.
"Hmmmmmm, aku lelah tapi lelah itu hilang saat melihat senyum di sini." Ucap Aiden menunjuk bibir Vee.
"Daddy istirahat yuk, tapi sebelum itu mandi dulu." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil menatap wajah cantik Vee.
"Menggemaskan." Ucap Aiden, Vee ikut tertawa menanggapi sikap suaminya itu.
Aiden membantu Vee berdiri dan menggandeng nya, dari kejauhan Aiden dan Vee melihat Anes yang baru saja memasuki rumah.
"Kau baru pulang?" Tanya Vee, melihat Vee Anes cepat-cepat berlari ke arah kakak iparnya dan memeluk Vee membuat Aiden mendengus.
"Hmmmmmm, aku lelah sekali." Ucap Anes, menyandarkan kepalanya di pundak Vee.
"Benarkah, ayok mandi setelah itu beristirahat oke." Ucap Vee, Anes mengangguk Vee benar-benar bisa menggantikan sosok mommy nya jika sedang tidak ada.
"Biarkan seperti ini dulu tapi, aku ingin memeluk kamu ibu hamil ku." Ucap Anes, Aiden mendorong kepala Anes dari pundak Vee.
"Jangan seperti ini kamu bisa membuat nya pegal." Ucap Aiden, Anes menoleh dan mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa si kak, aku cuma ingin bermanja dengan kakak perempuan ku. Lagian tiap malam juga kak ai selalu bersama Vee, apa tidak puas." Protes Anes.
"Kamu itu kenapa, Vee istri kakak jelas saja Vee harus selalu bersama dengan kakak." Ucap Aiden tak mau kalah.
"Tapi Vee itu kakak nya Anes, kata mommy Anes boleh bermanja dengan Vee. Karena suatu saat nanti Vee akan menjadi pengganti mommy dalam hidup Anes." Ujar nya, Aiden menghela nafasnya menatap Anes.
"Mommy tidak akan kemana-mana Anes, iya memang Vee akan menggantikan posisi mommy. Tapi tidak seperti ini, Vee milikku." Ucap Aiden, Anes kesal menarik Vee dan memeluk nya.
"Ingat aku adalah adik perempuan satu-satunya, jika kau berani macam-macam aku akan mengadukan nya kepada Daddy." Ancam Anes, Aiden menatap Anes dengan sinis.
"Ingat juga Vee ini istriku, kau jangan membuat Vee menjadi istri durhaka karena harus membela kamu daripada aku sebagai suaminya." Ucap Aiden, tolong Vee merasa kepalanya pusing mendengar perdebatan sengit antara kakak dan adik ini.
"Stop, kalian ini kenapa? Aku ada disini dan tidak akan kemana-mana. Kenapa kalian malah berdebat." Teriak Vee, membuat Anes dan Aiden bungkam.
Vee menatap Aiden dengan tajam, lalu menatap Anes juga dengan tajam. Kedua orang itu menundukkan kepalanya takut menatap Vee.
__ADS_1
"Anes masuk ke kamar kamu dan mandi, setelah itu aku akan membuatkan teh hangat untuk kamu." Ucap Vee, Anes pun mengangguk patuh ia berjalan menuju kamar nya.
"Baiklah." Jawab Anes, Vee menatap Anes yang sedang menaiki anak tangga.
"Dan kamu, masuk ke kamar juga mandi nanti aku akan menyusul kamu ke kamar." Ucap Vee, tidak berbeda dengan Anes Aiden pun mengangguk patuh dan berjalan menuju kamar nya.
Vee menghela nafasnya menatap kakak adik yang sudah jauh dari pandangan matanya, Vee duduk sebentar di sofa. Kehamilan membuat Vee mudah lelah, dari kejauhan terlihat Dea masuk kedalam rumah bersama dengan Justin.
Dea menatap wajah murung menantunya, sebenarnya semenjak hamil Vee menjadi sensitif dan mudah sekali menangis. Namun saat memarahi Anes dan Aiden Vee menahan rasa sedih nya, ia merasa tidak tega dan merasa bersalah kepada kakak beradik itu.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Dea, Vee menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak apa-apa mom, mom baru pulang?" Jawab Vee, dan langsung bertanya.
"Ya mom baru pulang, ada apa kau terlihat begitu lelah nak." Ucap Dea, lagi-lagi Vee menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, sebaiknya mom istirahat mom pasti lelah." Ucap Vee, Dea mengangguk Vee memang sangat peduli dengan kesehatan Dea juga Justin.
"Sungguh kamu tidak apa-apa?" Tanya Dea memastikan.
"Sungguh mom, istirahat lah nanti Vee akan membawakan teh untuk mom dan Daddy." Ujar nya.
"Tidak perlu sayang, kau pasti lelah maka istirahat saja. Biar nanti mbak yang akan membuatkan teh untuk kami." Ucap Dea, Justin tersenyum melihat Vee yang terlihat murung.
"Tidak apa-apa, biar nanti Vee yang membuat nya." Ucap Vee, akhirnya Dea pun mengalah dan memilih untuk mengiya kan.
"Nona apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan.
"Tidak perlu mbak, saya hanya ingin membuat teh." Jawab Vee.
"Nona biar saya yang membuatkan, nona duduk saja." Ujar nya.
"Tidak perlu mbak, saya bisa membuat nya sendiri." Balas Vee sopan, beberapa pelayan menatap Vee yang sedang membuat teh.
Setelah selesai Vee berjalan menuju kamar Dea, Anes dan kamar nya tak lupa diikuti para pelayan. Mereka takut jika nanti nona muda nya kenapa-kenapa.
"Kenapa kalian mengikuti aku?" Tanya Vee, saat ini ia berada di depan kamar Dea dan Justin.
"Tidak apa-apa nona, kami hanya ingin memastikan jika nona sampai kamar dengan selamat." Jawab nya, Vee tertawa kecil ia merasa senang karena banyak yang menjaga nya.
Setelah memberikan teh kepada Dea, Vee berjalan ke kamar Anes dan itu bertepatan dengan Anes yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Anes ini teh nya, jangan lupa diminum dan istirahat lah. Nanti aku bangunkan saat makan malam." Ucap Vee mengelus pundak Anes, Anes tersenyum ia senang memiliki kakak ipar sebaik Vee.
__ADS_1
"Terimakasih, maaf aku merepotkan kamu." Lirih Anes, memeluk pinggang Vee yang berdiri di hadapannya.
"Tidak apa-apa." Jawab Vee.
"Dedek bayi kau beruntung memiliki mommy yang baik." Ucap Anes mengelus perut Vee.
"CK, terimakasih onty. Aku juga beruntung memiliki aunty baik dan cantik seperti dirimu." Balas Vee, Anes tertawa dan melepaskan pelukan.
"Istirahatlah." Ucap Vee, Anes mengangguk kini Vee berjalan kembali ke kamar nya.
Vee belum melihat Aiden keluar dari kamar mandi, ia memutuskan untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Tak lama kemudian Aiden keluar dari kamar mandi membuat Vee tersenyum manis, ia senang melihat suaminya terlihat lebih segar.
"Apa aku terlihat sangat tampan, sampai istriku ini tersenyum." Goda Aiden.
"Tentu saja, suamiku ini sangat tampan." Ucap Vee, Aiden tersenyum manis mengecup b*b*r Vee sekilas.
Aiden memakai pakaian nya dan duduk di atas tempat tidur menemani Vee yang juga sedang duduk menyandarkan tubuhnya, Aiden mengecupi puncak kepala Vee. Entahlah itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Aiden.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Seketika ingin berada di posisi Vee Thor 😂*
A: Sama Uun, semua aja kita pengen yekan 😁
N: Bolehkah aku mengatakan jika Vee wanita beruntung 😂
__ADS_1
A: Boleh kok boleh banget malah 😁
N: 😂😂😂