
Kini Aiden berada di depan sebuah apartemen mewah, ia mencoba mengetuk pintu namun tidak ada yang menbuka nya.
Namun tiba-tiba Aiden mendengar suara langkah kaki yang mendekat, saat menoleh Aiden melihat Vee yang berdiri dengan membawa makanan.
"Kau, untuk apa kau kesini." Ucap Vee.
"Aku kemari untuk menjemput kamu." Ucap Aiden, Vee tertawa sinis.
"Untuk apa menjemput ku?" Tanya Vee.
"Pulanglah Vee, mommy mencarimu begitupun dengan Anes." Ucap Aiden.
"Yang mencariku mommy bukan, lalu untuk apa kamu kesini. Dan tahu darimana kau jika aku tinggal disini." Ucap Vee, Aide. tersenyum smirk membuat Vee bergidik ngeri.
"Pulanglah." Ucap Aiden, Vee menggelengkan kepalanya. Ia mengambil ancang-ancang untuk kabur, namun kalah telat dengan Aiden yang sigap menangkap tangan nya.
"Aku mohon pulang lah Vee, aku minta maaf kepadamu." Ucap Aiden, Vee terdiam.
"Tidak." Balas Vee.
"Berhenti bersikap keras kepala dan menurutlah." Ucap Aiden.
"Kenapa kau memintaku untuk pulang, bukankah kau mencintai wanita itu." Ucap Vee, Aiden menggeleng dan tersenyum.
"Aku tidak mencintai siapapun aku hanya ingin berusaha menerima pernikahan ini, dan menerimamu sebagai istriku. Ucap Aiden, tanpa menunggu lama Aiden mengangkat tubuh Vee dan membawa nya ke mobil.
Tindakan Aiden membuat Vee menjerit keras karena kaget, dan hal itu membuat Aiden tertawa. Baru kali ini Vee melihat Aiden tertawa seperti itu.
...
Setibanya di rumah Vee disambut oleh Dea dan Anes, keduanya memeluk Vee penuh khawatir.
"Jangan pergi-pergi lagi Vee kita khawatir sama kamu, kita tidak ingin kamu kenapa-napa." Ucap Anes, Aiden lelaki itu pergi begitu saja setelah berhasil membawa Vee pulang.
"Maafkan aku karena membuat kalian khawatir, sungguh aku tidak ada niat apapun." Ucap Vee jujur.
"Kami tahu perasaan kamu Vee, kami tidak marah dan tidak menyalahkan kamu." Ucap Anes, Dea tersenyum melihat sikap peduli Anes.
"Terimakasih Anes." Ucap Vee, namun ada rasa takut di hati Vee. Takut jika Aiden masih berhubungan dengan Adelle.
Malam hari Aiden masuk kedalam kamar lagi-lagi ia tidak melihat keberadaan Vee, Aiden sudah bisa menebak jika bee pasti berada di kamar tamu.
__ADS_1
Aiden berjalan menuju kamar tamu benar saja ia melihat Vee yang sedang berbaring dengan memainkan ponselnya, Vee melirik Aiden sekilas.
"Kenapa kau masih saja tidur disini." Tanya Aiden.
"Karena aku nyaman." Jawab Vee.
"Kembalilah ke kamar." Ucap Aiden, Vee mengernyit.
"Ini kamar ku, pergilah aku ingin tidur." Ucap Vee.
"Benarkah kau ingin tidur?" Tanya Aiden.
"Hmmmmm." Balas Vee.
"Vee." Panggil Aiden.
"Hmmmmm." Jawab Vee.
"Tidak bisakah kita menjadi teman saja, aku tidak suka keadaan seperti ini. Sebelum aku dan Adelle menjalin hubungan kami juga berteman dulu." Ucap Aiden membuat Vee duduk.
"Jangan samakan aku dengan nya." Kesal Vee.
"Aiden aku_" Ucapan bee terhenti saat Aiden membuka suara.
"Aku kasi kamu waktu 365 hari Vee, kalau emang kita tidak bisa saling mencintai maka aku tidak akan mengganggu kamu lagi." Ucap Aiden.
"Maksudnya kamu ingin kita mencoba untuk saling menerima satu sama lain?" Tanya Vee.
"Hmmmmm, tidak ada orang yang ingin pernikahan nya berantakan bukan. Dan aku tidak ingin menjadi duda, bagiku nikah cukup satu kali seumur hidup maka dari itu aku ingin memberikan harapan kepada pernikahan ini." Ucap Aiden, Vee menatap Aiden intens.
"Aiden kamu gak salah minum obat kan?" Tanya Vee.
"Tidak Vee, aku sehat dan aku waras." Kesal Aiden, Vee tertawa kecil.
"Kau ingin memberikan waktu selama 365 hari untuk kita bisa saling mencintai, baiklah mari kita coba itu." Ucap Vee, Aiden mengangguk dan tersenyum.
"Kembali lah ke kamar, aku tidak akan menyentuhmu sebelum kita saling mencintai Vee." Ucap Aiden, Vee tersenyum dan mengangguk.
Keduanya memiliki harapan yang berbeda, Vee berharap mereka bisa menjalani pernikahan sesuai keinginan sang opa. Sementara Aiden berharap hatinya mau di ajak kerjasama agar bisa cepat yakin jika Vee emang yang terbaik.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ððĪ jangan lupa like komen dan vote nya ðð**
N: Gue kawal sampe bucin Thor ðĪĢ
A: Terdepan ye kan ðĪŠ
N: Oiya dong jangan lupa visual ðĪĢ
A: Visual nyusul ð
N: Ngokhey ððð*
__ADS_1