
Malam hari Aiden baru saja pulang dari kantor nya, melihat Vee yang sedang duduk di ruang keluarga dengan toples camilan di tangan nya.
Aiden berjalan mendekati Vee dan duduk disamping istrinya itu, Vee menoleh menatap Aiden yang duduk disampingnya.
"Kamu sudah pulang?" Tanya Vee, Aiden mengangguk dan tersenyum.
"Hmmmmmm, kenapa kamu disini." Ucap Aiden.
"Aku bosan karena saharian dikamar, lagipula dirumah begitu sepi karena mom dan Daddy tidak ada." Ujar nya.
"Kasihan istri aku sendirian." Ucap Aiden mengecup pipi Vee.
"Kamu mau mandi dulu atau makan dulu?" Tanya Vee, Aiden tersenyum manis karena Vee selalu memperhatikan dirinya.
"Mandi saja, aku sudah makan diluar." Ucap Aiden, Vee sedikit cemberut saat tahu suaminya itu sudah makan.
"Kenapa menyun kaya gitu?" Tanya Aiden.
"Aku ingin makan bareng kamu, tapi kamu sudah makan." Lirih nya, Aiden diam ia sudah merasa kenyang.
Karena sebelum pulang Aiden bertemu dengan klien lebih dulu, Aiden membicarakan bisnis sambil makan malam.
"Kau ingin makan bersama denganku?" Tanya Aiden, Vee mengangguk lesu menatap Aiden.
"Baiklah aku akan menemani kamu makan." Ucap Aiden, Vee tersenyum senang mendengar perkataan suaminya.
"Tapi kamu juga makan." Ucap Vee, Aiden mengangguk ia tak bisa menolak keinginan ibu hamil yang satu ini.
Sementara itu saat Aiden dan Vee akan kembali ke kamar nya, Alexi tiba di rumah dengan wajah lesu.
"Kamu baru pulang Al?" Tanya Aiden.
"Hmmmmmm, apakah mommy belum pulang." Ucap Alexi.
"Belum seperti nya mom masih ada urusan." Ucap Aiden, Alexi pun mengangguk lalu menatap Vee yang sedang menatap nya.
"Kenapa Vee menatapku seperti itu?" Tanya Alexi, Aiden ikut menoleh menatap istrinya.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Aiden.
"Sepertinya kalau Alexi mewarnai rambut nya akan terlihat tampan." Ucap Vee, Aiden dan Alexi tercengang.
"Jangan aneh-aneh Vee, jangan membuat bang ai meminta aku untuk mengganti warna rambut." Ucap Alexi khawatir.
"Haha, kenapa wajah kamu terlihat panik seperti itu?" Kekeh Vee.
"Tentu saja aku panik, kamu tahu jika suamimu akan mengabulkan semua keinginan kamu bagaimanapun caranya." Ucap Alexi, Aiden tertawa kecil ternyata Alexi benar-benar parno mengenai keinginan ibu hamil.
"CK, tentu saja tidak. Jika ingin juga aku akan meminta suamiku yang melakukan nya." Ucap Vee, Aiden terbelalak mendengar perkataan istrinya.
__ADS_1
"Jangan aneh-aneh sayang, nanti apa kata para karyawan jika aku mengganti warna rambut ku." Ucap Aiden.
"Tidak apa-apa, mereka akan mengatakan betapa tampannya bos mereka." Ucap Vee, Alexi tertawa mendukung perkataan Vee.
"Tepat sekali, yasudah aku ke kamar dulu." Ucap Alexi, Aiden dan Vee pun mengangguk. Mereka melanjutkan niatnya untuk ke kamar, karena Aiden ingin mandi terlebih dahulu.
...
Di tempat lain Anes dan Aleta sedang duduk di sebuah cafe, Anes dan Aleta ingin melepaskan penat disana. Keduanya merasa lelah setelah seharian bekerja, mereka membutuhkan hiburan untuk itu.
"Nes kira-kira bagaimana keadaan Lolita ya." Ucap Aleta, Anes menatap Aleta dengan heran.
"Kenapa kamu menanyakan tentang Lolita?" Tanya Anes, Aleta menghela nafasnya.
"Dia mencintai Azka tapi harus hidup dengan lelaki yang tidak dicintainya, itu pasti akan sulit." Ucap Aleta.
"Itu tidak akan sulit Aleta, kamu tahu dia yang membuat ceritanya berbeda. Dia juga yang memberikan peran kepada orang lain untuk masuk kedalam kehidupan nya." Ucap Anes.
"Benar juga, tapi_" Ucap Aleta terhenti saat melihat wajah kesal Anes.
"Cukup membicarakan itu, kamu tahu itu semua terjadi karena kesalahan nya. Aku bukan sengaja memisahkan mereka, aku hanya ingin Lolita membesarkan anak nya dengan ayah biologis si anak." Ucap Anes, terkadang ia merasa sebal kepada Aleta yang terlalu baik.
"Ya maaf." Ucap Aleta, Anes diam ia sedikit merenung tentang kehidupan nya.
"Kamu kenapa?" Tanya Aleta.
"Kamu tahu aku tidak pernah mengerti dengan jalan hidup ku." Ucap Anes, Aleta mengernyit menatap Anes.
"Lelaki seperti apa yang akan menjadi pendamping ku nanti? Aku tidak tahu harus mendapatkan yang bagaimana." Ucap Anes, ia ingin lelaki yang biasa saja. Tapi bagaimana dengan pendapat orang lain.
"Anes kamu tahu kadang apa yang kita inginkan selalu tidak sesuai dengan harapan kita, dan dari situ kita harus menerima takdir." Ucap Aleta, Anes mengangguk ia tahu akan hal itu.
"Aku masih belum terpikir untuk mencari pasangan hidup ta, tapi kamu tahu bagaimana kedekatan Alexi dan Alea. Bahkan kedua keluarga sudah setuju dengan mereka, aku tidak ingin menjadi penghalang." Ucap Anes, Aleta tertawa menyentil dahi Anes.
"Pemikiran yang sangat minim, Alexi bisa menikah meskipun kamu belum menikah. Kalian itu kembar Anes, waktu kalian lahir hanya berbeda beberapa menit saja oh my." Ucap Aleta, Anes menoleh dan tertawa kecil.
"Benar juga." Kekeh nya, Aleta menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan ucapan cara berfikir Anes.
Setelah dirasa keduanya merasa tenang dan nyaman merekapun memutuskan untuk pulang, Anes merasa ingin segera merebahkan tubuhnya di atas kasur kesayangan nya begitupun dengan Aleta.
Sementara itu di kediaman Dio dan Mei terlihat Adelle yang terus mengerjai Arka, Adelle meminta Arka memasak nasi goreng padahal koki sudah memasak banyak makanan.
Mei hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah Adelle dan Arka, Mei menepuk pundak putranya yang terlihat frustasi.
"Sabar ka itu keinginan anak kamu." Kekeh Mei.
"Ini anak belum keluar sudah ngajak tempur papi nya, gimana kalau sudah keluar." Ucap Arka.
"Sudah pasti akan menjadi saingan kamu, percayalah dia akan mendapatkan lebih banyak perhatian dari Adelle." Kekeh Mei, Arka mendengus ia tidak ingin bersaing dengan anak nya sendiri.
__ADS_1
"Sayang kenapa lama sekali." Ucap Adelle.
"Sabar sayang ini semua perlu waktu." Ucap Arka, lelaki itu melanjutkan kegiatan nya memasak nasi goreng.
"Tuan biar saya bantu." Ucap seorang koki.
"Tidak perlu pak, bisa-bisa ngamuk istri saya jika tahu bapak membantu saya." Ucap Arka.
"Tapi tuan terlihat kelelahan." Ucap koki tersebut, merasa tidak tega kepada tuan nya.
"Sudah konsekuensi punya istri hamil pak, sebaiknya bapak istirahat saja saya bisa menyelesaikan ini sendiri." Ucap Arka, lelaki itu begitu perhatian kepada para pelayan dan koki di rumah nya.
Dengan berat hati koki itupun memutuskan untuk pergi meninggalkan Arka, meskipun ada rasa tidak tega. Tapi itu lebih baik daripada Arka harus kena omelan Adelle.
Setelah tiga puluh menit berkutat membuat nasi goreng yang diinginkan oleh Adelle akhirnya Arka bisa bernafas lega, apalagi saat melihat Adelle yang makan dengan lahap nya.
"Enak?" Tanya Arka.
"Hmmmmmm, sangat enak." Ucap Adelle, Arka tersenyum dan mengelus kepala Adelle dengan lembut.
Arka berterima kasih karena Adelle kini benar-benar menjadi milik nya, bahkan kebahagiaan Arka dan Adelle akan lengkap setelah anak mereka lahir nanti.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Part ini lengkap ye Wak semua ada 😂*
A: Sengaja Wak dibagi-bagi soalnya 😂😂
N: Biar adil ye kan 😂
__ADS_1
A: Nah tepat sekali wak 🤣
N: 😂😂😂