Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 257


__ADS_3

Keesokan paginya di sebuah hotel mewah terlihat beberapa orang sudah berkumpul di aula, mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk para tamu undangan.


"Axel Devano Abrisham bin Julian putra Abrisham, saya nikahkan kamu dengan Tatiana Jasmine binti Faisal dengan maskawin (skip) dibayar tunai." Ucap wali Tiana.


"Saya terima nikahnya Tatiana Jasmine binti Faisal, dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Ucap Axel dengan lantang.


"Bagaimana para saksi sah?" Tanya pak penghulu.


"Sah." Jawab semua saksi dengan lantang, Tiana yang mendengar itu di sebuah ruangan menitihkan air matanya.


Ia tidak percaya jika akhir kehidupan nya akan menikah dengan laki-laki yang tidak mencintainya sama sekali, dulu Tiana selalu berharap jika ia akan menikahi laki-laki yang mencintai dirinya. Namun ternyata semua harapan itu musnah saat Mae orang tua Axel memohon kepada dirinya agar mau menikah dengan Axel, melihat ketulusan Mae dan keluarga nya membuat Tiana luluh.


"Tiana ayok semua orang sudah menunggu kamu." Ucap Dena, yang tak lain aunty dari Anes dan Alexi.


"I_iya aunty." Balas Tiana.


"Tidak perlu gugup semua orang sudah menunggu kamu di bawah." Ucap Dena lagi.


"Hmmm." Balas Tiana dengan tersenyum manis.


Tiana berjalan di apit oleh Dena dan mom Dea, karena Anes dan Aleta sedang hamil jadi para suami mereka meminta kedua ibu hamil itu untuk duduk manis saja.


Dena dan mom Dea mendudukkan Tiana di samping Axel, lihatlah acting keduanya benar-benar terlihat nyata senyum manis yang diberikan Tiana dan Axel membuat para tamu yakin jika mereka saling mencintai.


"Nona Tiana silahkan tanda tangani dokumen pernikahan nya." Ucap pak penghulu, setelah Tiana selesai menandatangani dokumen pernikahan ia juga bersalaman dengan memgecup punggung tangan Axel.


Ijab kabul telah selesai Tiana menghampiri mama nya yang duduk dengan derai air mata yang menetes terus menerus, hal itu membuat hati Tiana tersayat melihat tangis pilu mama nya.


"Sayang kemari nak." Ucap mama, tanpa ragu Tiana memeluk erat tubuh mama nya.


"Ma hiks... Maafkan Tiana jika selama ini Tiana banyak mengecewakan mama, Tiana belum bisa menjadi anak yang baik untuk mama. Tiana juga belum bisa membahagiakan mama, dan sekarang kehidupan Tiana berakhir dengan menjadi seorang istri maafkan Tiana ma." Lirih nya, mama menggelengkan kepalanya dan mengelus lembut pundak putrinya.


"Tidak sayang mama sudah bahagia dengan pernikahan kamu dan nak Axel, mama harap bukan hanya mama yang merasa bahagia tapi kamu juga bahagia dengan pernikahan kamu. Semua yang kamu lakukan sangat baik nak kamu rela mengorbankan kebahagiaan kamu hanya untuk mama, kamu rela meninggalkan kehidupan kamu hanya demi merawat mama yang sakit-sakitan seperti ini kamu sudah menjadi anak yang terbaik untuk mama Tiana." Ucap mama, semua orang yang mendengar itu merasa terharu.


Di sisi lain Axel memeluk Mae yang menjadi mami nya, orang yang berperan penting dalam kehidupan nya.

__ADS_1


"Mom maafkan aku jika selama ini aku selalu menentang perkataan mami, aku juga selalu mengelak dari semua kebenaran atas perkataan mami. Untuk kali ini meskipun aku belum mencintai nya, demi mami aku akan berusaha untuk menerimanya." Lirih Axel, Mae meneteskan air matanya mendengar perkataan putra bungsu yang biasanya selalu membuat Mae naik pitam.


"Sayang mami tidak minta banyak dari kamu nak, jujur melihat seorang Tatiana membuat mami teringat dengan Oma dan opa kamu (orang tua Mae). Mami dulu tidak memiliki siapapun selain keluarga papi kamu El, dan mami harap kamu bisa menjaga Tiana dengan baik dan bisa membahagiakan Tiana seperti papi yang selalu berusaha memberikan kebahagiaan untuk mami." Ucap Mae, Axel terdiam mendengar perkataan mami.


"Mi El akan berusaha." Ucap Axel, Mae mengangguk dan mengecup kening putranya.


"El ingat pesan papi cinta akan datang karena kamu terbiasa dengan dia, kau bisa mengambil banyak pelajaran penting dari pernikahan saudara-saudara kamu. Ingat saat ini kamu yang bertanggung jawab atas kehidupan Tiana, bahagiakan dia jangan pernah membuat nya menangis karena kekecewaan tapi buatlah dia menangis karena terlalu bahagia memiliki suami seperti kamu." Ucap Julian, Axel bungkam dan hanya mengangguk saja.


"Iya pi." Balas Axel, ia berjalan mendekati dad Justin dan memeluk Daddy nya.


"Selamat ya El jaga istri kamu dengan baik, jangan pernah menyakiti hati nya apalagi jika kamu dekat dengan wanita lain di hadapannya. Jangan marahi dia di tempat umum atau di hadapan orang lain, jika dia memiliki kesalahan maka bicarakan dengan baik-baik dan secara pribadi." Ucap dad Justin.


"Emmm, iya dad terimakasih." Balas Axel, mom Dea tersenyum dan merentangkan kedua tangannya.


"Anak mommy sudah dewasa happy wedding sayang, kamu harus menjadi suami yang baik. Jangan kecewakan semua keluarga yang mendukung kamu dan Tiana oke, kamu harus ingat istrimu itu adalah tanggung jawab kamu." Ucap mom Dea, Axel mengangguk dan tersenyum manis kepada mom Dea.


Setelah selesai mendengar perkataan dari para keluarga, kini Axel berjongkok di hadapan mama Tiana yang sedang duduk.


Wanita itu terlihat tersenyum manis kepada Axel, tangan nya terulur untuk menyentuh wajah tampan Axel.


"Iya ma El akan menjaga Tiana." Ucap Axel.


"Mama tahu ini berat untuk kamu dan untuk Tiana, karena kalian tidak menjalin hubungan resmi sebelumnya. Tapi mama harap perasaan itu akan tumbuh dengan sendirinya." Ucap mama lagi, Axel mengangguk dan memeluk mama.


Sementara Tiana wanita itu berada dalam pelukan Mae, wajar jika Tiana menangis sampai tersedu-sedu yang ia miliki saat ini hanya mama.


Dari kejauhan Vee ikut menangis melihat dan mendengar perkataan mama Tiana, Aiden tertawa mengejek istrinya yang terlihat cengeng.


"Hei yang sedang perpisahan Tiana kenapa kamu ikut nangis." Ucap Aiden, lelaki itu mengusap air mata Vee dengan sebelah tangan nya. Karena tangan Aiden yang satunya ia gunakan untuk menggendong tubuh mungil Varo.


"Hiks...hiks... Sedih aku kamu gak peka banget, kata-kata mama Tiana itu membuat hatiku tercabik-cabik." Ucap Vee mulai mendramatisir keadaan.


"Gak usah lebay mom malu sama anak nya." Ucap Aiden, Vee tertawa kecil mendengar perkataan suami lucknut nya itu.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


Axel



Tatiana



Gedung pernikahan



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N: Jiwa pengen jadi Tatiana gue meronta-ronta 🤣


A: Jangan un jangan ngadi-ngadi Lo ye 😌


N: Tiana tukar posisi ayok 🤣


A: Si Uun ngajak gelud kah 😌

__ADS_1


N: 🤣🤣🤣


__ADS_2