
Malam hari semua keluarga sudah siap untuk pergi ke kediaman tuan Xavier, Anes, Vee, Aleta, Adelle, dan semua wanita di keluarga Abrisham terlihat cantik menawan.
Mereka bersiap-siap untuk pergi, Justin sengaa mengajak semua keluarga nya karena ini bukan sekedar makan malam tapi juga akan membicarakan mengenai pernikahan Alea dan Alexi.
Deandra yang saat itu melihat Anes tertawa lepas dengan para keluarga nya tersenyum, tanpa sadar ia menatap Anes terus menerus.
"Ayok." Ajak Anes kepada lelaki yang sudah menjadi suaminya itu.
"Eh iya." Jawab Dean, Anes menatap Deandra dan membuat semua keluarga tersenyum.
Mereka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Deandra menatap Anes dan tertawa kecil mengingat kelakuan Anes dengan saudara-saudara nya tadi.
"Gak usah ketawa bisa gak." Ucap Anes.
"Kaya anak kecil." Ucap Deandra.
"Biarin saja yang penting kalau di luar terlihat seperti mommy yang memiliki satu anak." Ucap Anes, membuat Deandra menutup mulutnya.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama akhirnya merekapun tiba di kediaman keluarga Xavier, mama, papa, Alea, Alia, Haris, dan kedua orang tua Haris berdiri dan menyambut kedatangan keluarga Abrisham.
Mama Haris tercengang melihat mobil-mobil mewah dan limited edition memasuki gerbang utama kediaman keluarga Xavier, begitupun dengan Alia mereka terkejut melihat mobil yang di kendarai oleh keluarga Abrisham adalah mobil limited edition pada waktu nya.
"Tuan Justin senang anda mau vertanu ke rumah saya yang tidak seberapa ini." Ucap tuan Xavier.
"Tidak begitu tuan Xavier justru suatu kebanggaan bagi kami, karena anda mau menerima Alexi dan menerima kami menjadi bagian dari keluarga anda." Ucap Justin dengan sopan.
"Ini yang nanti akan menjadi sudara Naura?" Tanya tuan Xavier, ia merasa bahagia saat putrinya di peluk oleh mom Dea, Mae, Mei, Aleta, Adelle, Vee dan Anes.
"Sayang bagaimana kabar kamu baik?" Tanya mom Dea, Mei dan Mae.
"Kabar aku baik mom, aunty." Jawab Alea.
"Kamu tidak merindukan aku? Sudah terakhir kali kita bertemu saat aku menikah bukan." Ucap Anes, Alea berlari dan menubruk tubuh Anes.
"Aku merindukan kakak." Ucap Alea, nyonya Xavier tersentuh melihat putrinya seperti memiliki kakak yang sesungguhnya. Karena selama ini Alia tidak pernah menjadi sosok kakak bagi Alea.
"Tuan Justin mari kita masuk, tidak enak jika berdiam di luar lebih lama." Ucap nyonya Xavier.
"Ah iya." Ucap dad Justin, merekapun masuk dalam rumah sementara Alea tidak melepaskan rangkulan nya dari Anes.
"Segera lah menikah agar kita bisa pergi bersama-sama." Ucap Anes.
"Jangan mau Anes bar-bar nanti ketularan bahaya." Ucap Aiden.
"Apaan si bang jangan buka kartu deh." Ucap Anes.
"Bergabung dengan kita menyenangkan, kamu akan mampu mengeluarkan kata-kata mutiara untuk orang-orang yang memandang rend*h kamu." Ucap Adelle.
"Jangan Alea, kalian jangan menodai pemikiran adik ipar ku yang masih polos." Ucap Aiden, melihat kedekatan Alea dan keluarga Alexi membuat Alia iri. Selama ini Alia berpikir jika Alea tidak bahagia, dan Alia selaku berpikir jika keluarga Alexi tidak menerima Alea dengan baik.
"Silahkan duduk." Ucap tuan dan nyonya Xavier.
"Terimakasih." Ucap dad Justin.
"Sayang kenapa tidak melepaskan pelukan nya hmmm." Ucap tuan Xavier, karena Anes dan Alea masih saling memeluk.
"Tidak apa-apa tuan, saya sangat merindukan Alea karena kita sudah lama tidak bertemu." Ucap Anes.
"Ini putri tuan Justin?" Tanya tuan Xavier.
"Iya ini Aneska apakah anda lupa." Ucap dad Justin.
"Ya wajah nya sedikit berbeda, apa karena sudah menikah menjadi lebih bahagia." Ucap tuan Xavier.
"CK, anda bisa saja." Ucap dad Justin.
Alia menatap anggota keluarga satu persatu, saat para orang tua sedang membicarakan tentang pernikahan Alea dan Alexi. Anes dan yang lain terlihat bercanda di ruangan yang lain.
"Nona apakah ini suami anda?" Tanya mama Haris, wanita itu menunjuk Arka yang dikira suami Anes.
"Eh, bukan Tante suami saya yang ini." Ucap Anes, memegang tangan Dean yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Tuan ini sepertinya saya pernah melihat nya." Ucap mama Haris.
"Mungkin melihat dia di majalah Tante, suami Anes sering muncul di majalah dan kurang karena di pembisnis muda yang sukses." Ucap Adelle, Alia menatap Deandra yang sejak tadi hanya diam.
"Tuan mau saya ambilkan minum atau makanan?" Tanya Alia.
"Tidak terimakasih." Ucap Deandra.
"Tidak apa-apa saya akan mengambil nya." Ucap Alia.
"Oh tidak perlu nona biar saya yang mengambilkan nya." Ucap Anes, Alea melepaskan pelukan nya dari Anes dan menatap Alia.
"Sayang kesini." Ucap Alexi, Alea bangun dan duduk di samping Alexi.
"Ada apa hmmm." Ucap Alea.
"Calon suami kamu itu aku sayang bukan Anes, kenapa dari tadi tidak lepas dari Anes." Ucap Alexi.
"CK, gak usah cemburu gitu dong ah." Ucap Alea.
"Ini minum nya." Ucap Anes, memberikan minuman kepada Deandra.
"Makasih." Ucap Deandra, setelah para orang tua membicarakan tentang pernikahan merekapun di ajak makan malam.
Alea mengambil makanan untuk Alexi, dan itu tidak lepas dari pengawasan Haris dan Alia. Begitupun dengan Anes yang mengambil makanan untuk Deandra, Anes tidak mengambil banyak makanan karena tidak tahu kenapa Dean melarang Anes untuk makan sendiri.
"Kamu jangan makan." Ucap Deandra, membuat Anes terkejut.
"Kenapa aku juga punya mulut dan perut." Ucap Anes.
Dean mengalihkan pandangan nya kepada aunty Mae, aunty tahu jika Anes tidak mudah makan di tempat orang lain.
"Sayang sini." Ucap aunty Mae, ada Aleta juga di meja itu.
"Hah?" Sahut Anes, mom Dea tersenyum dan memberikan kode jika mommy ingin menyuapi Anes.
"Udah gede mom udah ada suami yakali masih di suapin." Ucap Anes.
"Yaelah pake nanya, mau lah yakali gak mau." Ucap Anes, merekapun tertawa ada saja tingkah lucu Anes.
"Kalau mommy suapin aku nanti mommy gak makan dong." Ucap Anes.
"Makan kok kan barengan sama kamu, Alea dan Vee." Ucap mom Dea, wanita itu sangat adil memperlakukan menantu dan putrinya.
Semua keluarga tersenyum melihat pemandangan indah itu, tadinya mom Dea dan Mae hanya akan menyuapi Vee dan Adelle yang memiliki anak kecil.
Tapi mom Dea dan Mae teringat dengan Aleta dan Alea juga Anes, akhirnya mereka menyuapi para menantu nya. Adelle di suapi oleh Mae karena mom Mae yang ingin menyuapi Adelle, tadinya Mei melarang namun pada akhirnya Mei mengijinkan jadi lah mereka saling menyuapi.
"Mom aku menginap di rumah mom." Ucap Anes.
"Tentu saja tidak ada yang mengijinkan kamu untuk pulang." Ucap mom Dea, Anes tertawa kecil.
"Dean suka minta pulang, katanya gak bisa tidur kalau bukan di kamar nya." Ucap Anes.
"Kamar kamu kamar Dean juga sayang." Ucap mom Dea, Anes tersenyum manis kepada mommy nya.
Setelah selesai makan malam mereka pun pamit pulang, Alea mengantar sampai ke teras begitupun dengan kedua orangtuanya.
"Terimakasih atas undangan makan malam nya, kalau begitu kamu pamit pulang dulu." Ucap dad Justin, Julian dan Dio.
"Kami yang harus berterima kasih karena kalian semua begitu menyayangi Naura." Ucap tuan Xavier.
"Naura sudah seperti putri bagi kami." Ucap dad Justin, Alea tersenyum manis kepada dad Justin.
"Mommy pulang dulu ya sayang." Ucap mom Dea.
"Hati-hati mom." Balas Alea, mom Dea tersenyum manis.
Dari sudut lain mama Haris benar-benar mengagumi keluarga Abrisham, ia tak percaya setelah di tinggalkan oleh Haris Alea justru malah mendapat laki-laki dan keluarga yang lebih baik.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Aiden
Vee
Aneska
Deandra
Alexi
Alea
Aleta
Azka
Axel
Arka
Adelle
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N: Woylah Artadinata dan Abrisham family gak kaleng-kaleng, mana itu laki nya si Anes udah anak baru ganteng nya pool 😭
A: Anak baru tak tuh 😭🤣
N: Dad Justin pinter banget nyari mantu nya 😭
A: Kaga ada serbuk rengginang kan un 😂
N: Kagak ada, ini mah devinisi serbuk berlian semua 😂
A: Pas lah ya 😂
N: Pas Thor pas 😂😂😂
__ADS_1