
Sesampainya di rumah Alea langsung berlari ke pintu utama saat melihat Vee dan Aiden pulang, sementara mom Dea hanya tertawa saja melihat kelakuan Alea.
"Bagaimana?" Tanya Alea.
"Alea kau ini benar-benar, biarkan aku untuk duduk dulu aku baru saja sampai." Ucap Vee, Aiden tertawa dengan kedekatan Vee juga Alea.
"Kakak kenapa kau itu menyebalkan, berjalan sambil bicara juga bisa kenapa harus menunggu duduk." Ucap Alea mencebikan bibirnya.
"Sayang biarkan kak Vee duduk dulu, jika kamu ingin bayi nanti kita buat bayi sendiri." Ceplos Alexa, membuat mom Dea dan dad Justin tertawa.
"Anak kecil jangan bahas bayi dulu." Ledek Aiden, ya meskipun Alexi sudah menikah Aiden selalu mengejek nya anak kacil hanya karena Alexi anak bungsu.
"Cih, aku anak kecil yang bisa membuat anak jika kau lupa." Ucap Alexi, Aiden tertawa mendengar nya.
"Jadi bagaimana sayang apa kata dokter hya?" Tanya mom Dea kepada Vee.
"Jadi gini mom kata dokter nya maaf karena_" Ucapan Vee menggantung.
"Karena?" Tanya Alea tidak sabar.
"Karena apa sayang?" Tanya mom Dea.
"Tau nih kelamaan ih tinggal bilang ya atau tidak doang." Ucap Alea, lagi-lagi Aiden tertawa kecil.
"Maaf karena mommy dan Alea akan di repotkan oleh baby yang belum lahir ini nanti, aku hamil mom." Ucap Vee, mengelus perutnya sementara Alea melompat kegirangan.
"Tebakan aku benar, ya sudah aku katakan aku tidak pernah salah." Ucap Alea terdengar begitu bahagia.
"Sayang jangan lompat kasihan baby nya." Canda Alexa mengelus perut Alea.
__ADS_1
"Bukan disini sayang tapi di perut kak Vee." Ucap Alea.
"Kalau di perut kak Vee aku gak bisa elus-elus sayang, jadi disini saja ya." Ucap Alexi, Alea hanya bisa tersenyum saja tidak apa-apa yang penting suaminya bahagia.
"Selamat ya kak, ingat jangan makan aneh-aneh lagi." Ucap Alea.
"Benar sayang, selamat jangan kecapekan oke ingat kehamilan kamu." Ucap mom Dea, Vee mengangguk dan tersenyum bahagia karena melihat kebahagiaan mommy dan adik iparnya.
...
Keesokan harinya di kediaman mom Dea terlihat Aleta, Vee, Alea, Tiana, dan Adelle yang sedang berkumpul membahas kehamilan Vee.
"Wahh gak nyangka bang ai gerak cepet juga." Ucap Aleta.
"Ya iyalah jangan kalah sama Anes yang sudah punya dua anak." Ucap Adelle.
"Beda si Anes kan satu kali lahiran." Kekeh Vee.
"Nanti lah nunggu anak kak Vee lahir dulu." Ucap Alea tertawa kecil.
"Yahh kelamaan Alea sekarang saja lah." Kekeh Adelle.
"Tiana saja dulu, Tiana kapan punya anak kedua?" Tanya Alea.
"Janga tanya aku karena aku saja tidak tahu." Jawab Tiana membuat semua orang tertawa.
"Kurang Anes nih tukang rusuh nya." Ucap mom Dea.
"Ya elah mommy kaya gak tau anak perempuan mommy saja, sibuk dia mah ngitungin batu mengkilap mom." Ucap Aleta.
__ADS_1
"Batu mengkilap apaan ta?" Tanya Adelle.
"Berl*an gak si?" Tanya Aleta.
"Ya ampun aku kira baru ak*k." Ceplos Tiana.
"Lah emang si Anes apaan koleksi batu ak*k." Ucap Vee, mereka tertawa renyah dengan pembahasan tidak jelas yang sedang di perbincangkan.
"Si Anes tuh sibuk tau sendiri Dean kaya gimana, Anes aja sering protes suami terlalu sibuk cari duit." Ucap Adelle.
"Iya si orang sehari-hari Anes aja kadang di perusahaan, kadang sama anak-anak nya gitu-gitu saja terus." Ucap Aleta.
"Biarin Anes kan mau jadi istri yang berbakti sama suaminya, toh kalau sedang tidak sibuk juga dia suka jenguk mommy kesini." Ucap Vee, merekapun mengangguk dan tersenyum tak lupa melanjutkan obrolan tidak jelas yang sulit untuk di mengerti.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊