Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 14


__ADS_3

Orang yang baru saja keluar dari mobilnya pun merasa ada seseorang yang sedang memperhatikan nya, saat ia mendongak dengan cepat Vee berlari dan bersembunyi.


Alexi lelaki yang baru saja kembali itu berjalan masuk kedalam rumah, ia tahu di jam-jam segini keluarga nya pasti sedang tidur.


"Tuan muda kau sudah kembali?" Tanya seorang kepala pelayan.


"Hmmmmm, apa Aiden tidak ada dirumah? Aku tidak melihat keberadaan mobil nya." Ucap Alexi, ia memberikan tas kerja nya kepada kepala pelayan.


"Tuan muda Aiden pergi sejak semalam tuan muda." Jawab pelayan itu, Alexi mengangguk dan berjalan menuju kamar nya.


Kebetulan sekali kamar Alexi berdekatan dengan kamar Aiden dan Aneska, ia melihat pintu kamar Aiden sedikit terbuka namun Alexi tidak mempedulikan hal itu.


Ia berjalan masuk kedalam kamar nya, Alexi memutuskan untuk membersihkan diri dan beristirahat.


...


Pagi hari semua orang berkumpul di meja makan begitupun dengan Anes dan Vee, Justin menatap kursi Aiden yang masih kosong.


"Apa Aiden belum kembali?" Tanya Justin, membuat Vee dan Anes saling pandang.


"Seperti nya belum dad." Jawab Anes, lalu kepala pelayan menghampiri tuan nya untuk memberi tahu kepulangan Alexi.


"Permisi tuan, tepat pukul 3 dini hari tuan muda Al kembali." Ucap seorang pelayan.


"Al sudah pulang?" Tanya Anes, ah ia sungguh merindukan adik bungsu nya itu. Padahal Alexi hanya pergi beberapa hari saja.


"Sudah nona muda." Jawab nya.


"Kita sarapan dulu, biarkan Alexi istirahat." Ucap Justin, saat mereka semua mulai menyantap makanan nya Alexi terlihat menuruni anak tangga.


"God morning." Ujar Alexi, ia duduk begitu saja tanpa mempedulikan keberadaan Vee. Bukan tidak peduli lebih tepatnya Alexi belum menyadari kehadiran orang lain disana.


"Kau sudah bangun boy." Ucap Dea.


"hmmmmm." Sahut Alexi.


"Kenapa tidak istirahat dulu Al, kau terlihat masih begitu mengantuk." Ucap Justin.


"Aku akan kembali tidur setelah sarapan dad." Ucap Alexi, Justin pun tertawa dengan tingkah laku putranya.


"Baiklah terserah kau saja." Ucap Justin, Alexi menatap kursi di samping nya.


"Apa Aiden belum pulang?" Tanya Alexi.


"Aku disini Al." Ucap Aiden yang baru saja tiba, kedatangan Aiden membuat tubuh Vee menegang.


"Kau darimana kak?" Tanya Alexi, membuat Vee tersedak. Sedari tadi Vee diam mencoba mencerna sebenarnya siapa Alexi, namun saat mendengar Alexi memanggil Aiden dengan sebutan kakak membuat Vee cukup terkejut.

__ADS_1


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Anes.


"Ya aku tidak apa-apa." Jawab Vee, Alexi menatap Vee ah ia melupakan jika kakak nya itu baru saja menikah kemarin.


Alexi di hubungi oleh Justin untuk memberi tahukan jika Aiden akan menikah, namun dengan rasa bersalah Alexi tidak bisa kembali karena ia ada urusan penting.


"Sudah kita lanjutkan sarapan nya." Ucap Justin, Aiden pun duduk di samping Alexi.


Mereka makan dengan tenang tanpa bersuara, setelah selesai sarapan Aiden menatap Alexi.


"Kapan kau kembali?" Tanya Aiden.


"Jam 3 pagi aku sampai rumah." Jawab nya, kini Aiden berjalan menuju kamar nya lagi.


"Cih, bocah gend*Ng." Ucap Aiden, membuat Alexi menoleh. Tunggu dulu jika Aiden sudah menikah lalu bagaimana dengan Adelle.


"Kau_ ah sudah lah aku masih mengantuk." Ujar nya, semua orang pun tertawa melihat tingkah Alexi.


Vee menatap kepergian Alexi tampan dan terlihat begitu menyenangkan, lalu Vee mengalihkan pandangannya kepada Aiden.


"Ai dad ingin bicara dengan mu." Ucap Justin, sebelum pergi ke kantor Justin ingin menyidang putranya terlebih dahulu.


Aiden pun mengikuti Justin kedalam ruang kerja Daddy nya, Aiden duduk di sofa dengan menyandarkan tubuhnya.


"Darimana saja kamu?" Tanya Justin.


"Kau lebih memilih menemani wanita lain daripada menemani istri mu." Ucap Justin.


"Adelle kekasih ku dad, dia bukan wanita lain." Ucap Aiden.


"Lupakan Adelle Aiden, kali ini ada Vee yang harus kau utamakan." Ucap Justin.


"Dad aku_" Ucapan nya terhenti saat melihat sorot mata a Justin.


"Tidak lama lagi kamu akan tahu kenapa aku melarangmu bersama dengan Adelle, dan aku minta kamu jaga Vee sebelum kau menyesalinya!" Tegas Justin, kini lelaki dari tiga anak itu pergi meninggalkan Aiden.


Dalam kamar nya Vee memutuskan untuk keluar kamar, ia menuruni anak tangga dan terkejut melihat beberapa koper besar milik nya.


"Ada apa ini kenapa semua koperku berada disini?" Tanya Vee.


"Maaf nona tuan Hans papi anda menyuruh kami untuk mengantarkan semuanya kemari." Ucap seorang lelaki, yang Vee yakini itu adalah orang kepercayaan sang papi.


"Tidak bawa kembali barang-barang ku." Ucap Vee.


"Maaf nona kami tidak bisa membawanya kembali." Ujar nya lagi.


"Biarkan itu disini." Ucap Aiden membuat Vee tercengang.

__ADS_1


"Baik tuan kalau begitu saya permisi dulu." Ujar nya.


"Hmmmmm." Balas Aiden.


"Kenapa kamu melarangnya untuk membawa kembali koperku." Protes Vee.


"Bawalah kopermu ke kamar." Ucap Aiden meninggalkan Vee.


"Hei, kau menyuruhku membawa koper-koper besar ini sendiri." Teriak nya.


"Tentu saja." Ucap Aiden santai.


"Benar-benar tidak berprikemanusiaan!" Kesal Vee, Aiden hanya mengangkat bahu nya saja.


Dengan kesal Vee pun akhirnya membawa kopernya ke kamar, ia dibantu oleh para pelayan dirumah.


Dari tadi Vee terus menggerutu menyumpah serapahi Aiden, lelaki datar yang saat ini menjadi suami lucknut nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Untuk kalian yang ngira Hans itu anak kanita, bukan ya Hans itu papi nya Veronica. Kan aku perjelas disitu Hans (papi Veronica) lain kali dibaca dalam kurung nya juga ya, karena anak kanita itu bukan Hans tapi Arshal oke 😌


N: Gue ngakak dong pas baca itu 😂


A: Hans ke Arshal itu jauh ye kan 😭


N: Jauh lah jauh banget 🤣


A: Sedih akutuh jadi pada salah alamat gitu 😭

__ADS_1


N: Yang sabar 😂😂😂*


__ADS_2