
Di tempat lain tepat nya di sebuah perusahaan seorang gadis berjalan dengan elegan, beberapa karyawan menunduk sopan saat melihat nona muda nya yang akan keluar dari kantor.
Saat sedang menunggu pintu lift terbuka seseorang memegang tangan nya, tadinya ia biasa saja karena mengira mungkin itu papa nya.
Namun tatapan teduh itu berubah menjadi nyalang dan penuh kebencian saat tahu siapa yang tengah memegang tangan nya, Alea, ya gadis itu adalah Alea Naura Xavier yang sedang menatap nyalang Haris mantan kekasih sekaligus suami kakak angkat nya.
"Lepaskan tanganmu dari tanganku." Ucap Alea.
"Tidak, Naura ada yang ingin aku bicarakan." Ucap Haris.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, apapun penjelasan mu tidak akan merubah apapun. Tidak akan mengembalikan semua kebahagiaan yang sudah hilang, jadi singkirkan tanganmu!" Ucap Alea, saat pintu lift terbuka Haris menarik Alea kedalam lift sebelum ada yang melihat nya.
"Ikutlah." Ucap Haris.
"Lepaskan, apa yang kamu lakukan Haris. Apa kau g*la." Teriak Alea.
"Ya, Naura aku g*la aku memang g*la itu semua karena kamu." Balas Haris, Alea tersenyum sinis.
"Apakah aku harus peduli? Itu sudah bukan urusanku, mau kau g*la atau war*s aku tak peduli." Ucap Alea, kata-kata gadis itu seperti menghujam keras jantung Haris.
"Apa yang membuat mu seperti ini Naura, apa karena lelaki itu kau seperti ini?" Tanya Haris, Alea menoleh menatap Haris dari atas sampai bawah.
Oh God, kenapa dulu dia bisa jatuh cinta kepada Haris. Apa istimewanya lelaki itu sampai Alea merasa depresi saat Haris meninggalkan dirinya lalu menikah dengan Alia.
Alea ingin tertawa kadang Alea merasa bahwa ia tak tahu diri, setelah melihat Alexi yang lebih segala-galanya dari Haris Alea baru sadar kenapa ia bisa bo*oh dengan memberikan cintanya kepada Haris? Entahlah, yang jelas Alexi dan Haris berbeda. Alexi lebih memanjakan dan menghargai dirinya daripada Haris.
"Itu bukan urusanmu." Ucap Alea.
"Cih, apa lebihnya lelaki itu Alea. Apa karena dia kaya mangkanya kau mau bersama dengan nya." Ucap Haris, membuat Alea tak terima dengan hal itu.
"Jaga ucapan mu Haris, dia memang kaya tapi itu bukan hal penting bagiku karena kekayaan bukan segalanya." Ucap Alea kesal, Haris terlihat mencibir.
"CK, apa yang dia berikan sampai kamu mau kepadanya. Apa kamu di bayar oleh nya." Ucap Haris, lelaki itu masih tak terima dengan Alea yang sudah melupakan nya.
"Kau tahu kenapa aku mau kepadanya? Kenapa aku jatuh hati kepadanya kau ingin tahu?" Teriak Alea berapi-api.
"Katakan Naura katakan." Balas Haris, Alea mengusap air matanya yang menetes dengan kasar.
"Dengarkan ini baik-baik, dengarkan! Disaat lelaki yang dulu pernah aku cintai menorehkan luka yang mendalam, disaat orang tuaku fokus kepada Alia yang selalu mengancam ingin Bun*h d*ri aku merasa tak ada yang menyayangi ku tidak ada." Ucap Alea, Haris tertegun.
"Naura." Lirih Haris.
__ADS_1
"Lalu aku bertemu dengannya dia lelaki itu lelaki yang saat ini tinggal di hatiku, dialah yang mengukir senyuman di wajah ku kembali. Dialah yang memberikan pelangi dalam hidupku, dia pula lah yang selalu mengerti aku dia selalu memanjakan ku dan menghargai aku sebagai wanitanya." Ucap Alea.
"Naura lelaki seperti itu pasti memiliki banyak kekasih." Ucap Haris tak rela Alea memuji Alexi.
"Kau salah Haris, asal kau tahu akulah wanita pertama yang menempati hatinya. Aku tidak bo*oh, sebelum memantapkan hatiku untuk nya aku mencari tahu tentang nya terlebih dahulu. Dia berbeda, maka berhentilah mengganggu ku aku tidak ingin membuatnya merasakan apa yang aku rasakan. Aku tidak ingin membuatnya kecewa!" Tegas Alea, Haris masih tak terima ia kecewa kepada kedua orangtuanya yang malah menikahkan Haris dengan Alia.
Pintu lift terbuka nampak sosok tampan yang berdiri tak jauh di depan lift, Alea tersenyum ia mengusap pipinya yang sempat basah oleh air mata.
"Are you ok?" Tanya Alexi khawatir, Alea mengangguk dan tersenyum. Alexi melihat kearah lift ada Haris disana, Alexi bisa mengambil kesimpulan mungkin Alea dan haris berdebat dan membuat gadis nya itu menangis.
"Hmmmmmm, i'm ok." Ucap Alea, Alexi merangkul pinggang Alea dan mengajak nya pergi.
Haris melihat perhatian Alexi untuk Alea memang setulus itu, kenapa Haris bisa benci kepada lelaki sebaik Alexi? Bukankah harusnya Haris bersyukur karena Alea jatuh ke tangan Alexi lelaki yang akan menjaga Alea dengan sangat baik.
"Sayang bicaralah ada apa?" Tanya Alexi lagi, kini keduanya sudah berada di dalam mobil.
"Aku benci Haris hiks... aku benci Haris." Lirih Alea, Alexi diam apakah Alea masih mencintai Haris? Apakah ia terlalu memaksa Alea.
"Kau masih mencintainya?" Tanya Alexi pelan-pelan, Alea diam ia terus saja menangis.
"Jika kau masih mencintainya tidak apa, aku tidak akan memaksamu untuk bersama denganku." Ucap Alexi mengelus kepala Alea, gadis itu menoleh menatap Alexi.
"Aku tidak lagi mencintainya sungguh, aku benci dia karena dia mengatakan kau pasti memiliki banyak wanita." Ucap Alea, Alexi tertawa kecil.
"Apakah benar?" Tanya Alea, ia mulai deg-degan.
"Ya wanitaku memang banyak." Ucap Alexi, mata Alea kembali berkaca-kaca.
"Kamu jahat huaaaaaaaaa, mama Alexi jahat aku bilang mommy Dea pokoknya aku bilangin ke mommy." Alea histeris, Alexi tertawa dan memeluk wanita yang sudah berhasil mencuri hatinya.
"Ck, sayang wanitaku memang banyak kau lupa. Ada mommy, ada Anes, ada kamu, ada Aleta, ada aunty Mei, ada aunty Dena dan aunty Mae." Ucap Alexi, seketika Alea meraung Alexi benar-benar mengerjainya.
"Huaaaaaaaaa, mommy anak nya jahat mau aku tukar tambah dengan galon saja." Raung nya, Alexi tertawa lepas. Saat Alexi tertawa Alea menghentikan tangis nya, ini kali pertama ia melihat Alexi tertawa dengan lepas. Setelah perlahan ia berhasil membuat Alexi tertawa kecil dan tersenyum, kini suatu kebanggaan bagi Alea karena berhasil membuat lelaki yang menempati hatinya itu tertawa lepas.
"Kenapa berhenti?" Tanya Alexi, masih dengan tawa nya.
"Seneng banget kayak nya liat aku meraung-raung." Cibir Alea.
"Lagian kamu ngapain meraung-raung, udah kaya emak-emak gak dikasi jatah." Goda Alexi, Alea mendengus lalu mendongak menatap wajah tampan Alexi.
"Mau dong aku gak pernah dikasih jatah." Ucap Alea polos, Alexi kembali tertawa. Bagi Alea jatah yang dimaksud adalah uang namun berbeda jika keduanya berada di hadapan Aiden dan Arka jatah yang dimaksud adalah urusan, ah sudah lah.
__ADS_1
"Kamu tidak pernah menggunakan kartu yang aku berikan." Ucap Alexi, Alea tertawa kecil kenapa ia malah membahas jatah. Kan Alexi jadi ingat dengan kartu nya.
Ya, Alexi memang memberikan kartu tanpa batas untuk Alea, untuk gadis itu berbelanja. Tapi sampai saat ini Alea sama sekali tidak menggunakan kartu itu, Alexi merasa heran tapi biarkan Alexi tak bisa memaksa Alea. Yang penting ia sudah berusaha bertanggung jawab dan memenuhi kebutuhan gadis itu, meskipun keduanya belum menikah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Alexi
Alea
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N***: Thor ngadi-ngadi ni orang, yaampun Alexi bening amat pen gue karungin 😭😂
A: Uun gue siap buat ngajak lu gelud un, sembarangan aeee kalo ngomong 😌
N: Kan hallu gue makin menjadi-jadi Thor 😂
A: Lebih lancar hallu gue ah 🤣
N: Etdah 😭
__ADS_1
A: 🤣🤣🤣