
Waktu begitu cepat berlalu sudah satu Minggu Leo menginap di rumah Dio, dan dengan terpaksa Azka menjemput putranya untuk pulang karena Aleta sudah sangat merindukan Leo.
"Kenapa harus pulang si." Protes Leo.
"Ya masa gak pulang si mami kamu sudah nunggu di rumah." Ucap Azka, ia tahu Leo tidak ingin pulang karena Mei dan Dio selalu memanjakan putranya.
"Mami saja suruh main kesini aku gak mau pulang Pi." Ucap Leo.
"Kamu kalau disini keenakan papi sibuk mami sibuk dan nanti malah aneh-aneh, cepat pamit sama Buna ayah sana." Ucap Dio, Leo pun menurut Mei dan Dio memeluk Leo dengan lembut.
"Jangan manyun dong kamu kan masih bisa main ke rumah ayah Buna." Ucap Mei, Leo mengangguk dan mengecup pipi Dio dan Mei.
"Leo pulang dulu ya Buna ayah." Ujar nya, Mei mengangguk dan mengelus kepala Leo dengan lembut.
Sementara itu di kediaman Justin terlihat Vee yang selalu melakukan tingkah aneh, Alea bahkan sampai pusing dengan kelakuan kakak ipar nya.
"Ini kalau kelakuan si Varo rada-rada aneh harap maklum, karena kelakuan emak nya diluar batas normal." Ucap Alea, Vee tertawa kecil namun tetap saja melanjutkan kegiatan nya.
"Kak ribet amat si pisang di bakar terus di geprek, udah si ah bikin pisang goreng aja." Ucap Alea, Vee mendengus Alea memang wanita yang tidak ingin ribet.
"Mommy sedang apa kenapa berisik sekali." Ucap Varo.
"Noh mommy kamu mau usaha sampingan jualan pisang geprek bang." Ucap Alea kepada Varo.
"Uang dari Daddy masih kurang memangnya mom sampai mau jualan pisang." Ucap Varo, Alea tertawa sementara Vee tidak menghiraukan wanita itu fokus dengan kegiatan nya.
"Mommy gak jualan cuma lagi mau buat camilan aja kok." Ucap Vee.
"Pisang goreng aja toh itu udah di bakar, di geprek ujung nya pake tepung di goreng-gorengan juga entah apa yang ada di pikirannya selalu mempersulit diri sendiri." Ucap Alea, Varo dan Gavin hanya bisa menjadi saksi setiap perdebatan mommy mereka.
__ADS_1
"Plis bang ini rumah lama-lama bisa roboh kalau mommy Vee main nya geprek-geprekan." Ucap Gavin.
"Heran mommy apa maunya si capek banget kelakuan nya makin aneh." Ucap Varo, Alea hanya mengawasi Vee ia sedikit khawatir tentang Vee.
"Mommy Vee seperti menginginkan sesuatu yang belum pernah dia makan." Ucap Gavin.
"Apa tuh?" Tanya Varo.
"Mana aku tahu kan aku mengatakan sepertinya." Ucap Gavin.
"Jangan bicara Gavin." Geram Varo, Gavin tertawa kecil lalu memutuskan untuk pergi ke ruang tengah bersama dengan Varo.
"Kak udah ya udah capek udah dapet tiga ko itu udah jangan buat hancur dapur mommy." Ucap Alea, Vee tertawa dan menurut untuk kali ini ia tidak akan membuat Alea tertekan.
....
"Kamu sedang apa?" Tanya Alexi.
"Mencari tahu kenapa kak Vee selalu melakukan hal yang aneh, tidak mungkin aku mengajak nya ke rumah sakit kan nanti kalau dia marah gimana." Ucap Alea, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan Alea.
"CK, biarkan saja mungkin ada sesuatu yang kita tidak tahu sayang." Ucap Alexi.
"Tapi apa?" Ucap Alea, Alexi mengangkat bahu nya menandakan jika ia sendiri pun tidak tahu.
Sudahlah berbicara dengan Alexi memang tidak pernah benar, lebih baik Alea tidur saja ia juga merasa sedikit lelah.
Sementara itu di kamar nya Vee terlihat sedang menatap Aiden yang tengah sibuk dengan beberapa berkas yang terletak di atas meja, ia tahu suaminya sangat sibuk.
"Sayang kamu lapar?" Tanya Vee.
__ADS_1
"Tidak kamu tidur saja sebentar lagi aku selesai." Ucap Aiden, Vee mengangguk ia memilih untuk menuruti perintah suaminya.
Setelah cukup lama akhirnya Aiden sudah menyelesaikan pekerjaan nya, lelaki itu merapikan beberapa berkas yang berserakan di meja lalu berjalan menuju tempat tidur Aiden merebahkan tubuhnya tepat di samping Vee ia juga tak lupa untuk memeluk tubuh istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
A: Masih belum ada pencerahan Mon maap 🙏
N: Kaga ngapa-ngapa dah 😁
__ADS_1