Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 114


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, akhirnya merekapun tiba di sebuah pulai milik keluarga Justin. Alea wanita itu terlihat menarik koper nya sendiri, tadinya Alexi ingin membantu Alea namun wanita itu menolak. Bagi Alea ini adalah kesempatan untuk Alexi menghabiskan waktu bersama dengan keluarga nya.


Karena Alea tahu selama ini Alexi selalu sibuk dengan pekerjaan nya, bahkan ia sangat jarang sekali ada di rumah. Kenapa Alea bisa tahu hal itu, darimana ia mengetahui kebiasaan Alexi yang dulu? Tentu saja Alea tahu hal itu dari mommy Dea, mom Dea mengatakan keluhan nya terhadap Alexi yang gila bekerja.


"Bagaimana apakah kalian suka?" Tanya Justin, semua orang mengangguk senang akhirnya mereka bisa menghabiskan waktu bersama keluarga nya.


"Tentu saja suka, ini kali pertama setelah sekian lama kita pergi liburan bersama." Ucap Dio.


"Ya, benar sekali sampai rasanya sudah pusing karena terlalu banyak bekerja." Tambah Julian, membuat Anes dan Aleta saling menatap.


"Jadi gini ibu-ibu ini itu konsepnya keluhan para Daddy yang pusing bekerja, karena apa_" Ucap Aleta.


"Karena harus mencari uang yang banyak, untuk para istri mereka yang suka sekali berbelanja." Ucap Anes, semuanya tertawa mendengar perkataan Anes dan Aleta.


Mereka semua masuk kedalam bangunan besar dan mewah di pulau itu, tak lupa juga mereka memilih kamar yang nyaman untuk mereka tempati.


Disitu Alea merasa bingung kemana ia harus pergi, ia benar-benar tidak tahu letak kamar di bangunan mewah itu.


"Alea kok diam?" Tanya Adelle, Alea menoleh dan tersenyum.


"Eh, aku bingung harus kemana aku tidak tahu letak kamar disini." Jawab nya, Adelle tersenyum manis ternyata Alea tidak menyadari keberadaan Alexi di belakang Alea yang sedang memperhatikan wanita itu.


"Kenapa tidak minta bantuan kepada Alexi?" Tanya Adelle, Alea tersenyum kaku ia tak tahu dimana Alexi.


"Ah, Alexi apa kau melihat Alexi?" Tanya nya polos, Adelle tertawa renyah memutar tubuh Alea hingga kini Alea bisa melihat Alexi yang berdiri dengan melipat kedua tangannya di dada.


"Kau sudah melihatnya." Goda Adelle, wajah Alea merona seketika. Ia merasa malu karena tidak menyadari keberadaan kekasih nya.


"Su_sudah terimakasih Adelle." Ucap nya.


"Hmmmmmm, kalau seperti itu aku ke kamar duluan." Ucap Adelle, saat melihat Arka yang berjalan ke arah nya.


"Hmmmmmm." Sahut Alea, setelah kepergian Adelle Alexi berjalan mendekati Alea.


"Kenapa diam?" Tanya Alexi.


"Tidak apa-apa, kenapa kamu berada disini." Ujar nya, Alexi tersenyum manis.


"Untuk mengantar tuan putri memilih kamar, kau belum tahu letak kamar disini bukan." Balas Alexi, Alea mengangguk dan tersenyum manis.


"Hmmmmmm, aku bingung harus berjalan ke arah mana." Lirih nya, Alexi menggandeng Alea dan mengajak nya berjalan. Tidak lupa juga lelaki itu menyeret koper milik Alea.


Alexi mengajak Alea naik ke lantai dua dan berjalan ke lorong sebelah kiri, ia ingin menempatkan Alea di kamar samping kamar Anes.


Dari kejauhan mereka melihat Azka dan Aleta yang sedang berdebat, dapam mereka pastikan jika Azka dan Aleta sedang berebut kamar.


"Ta aku duluan yang disini." Ucap Azka, sementara itu Anes sudah berada di dalam kamar nya. Ia lelah jika harus menyaksikan perdebatan Aleta dan Azka.


"Gak ya Azka, aku yang disini kan ini disamping kamar Anes." Ucap Aleta.

__ADS_1


"Ta dimana-mana cewek itu harus ngalah sama laki ta." Ucap Azka.


"Heh, Titan stop ya kenapa gak kamu saja yang ngalah." Sengit Aleta.


"Kalian kenapa?" Tanya Alexi, membuat kedua orang itu menoleh.


"Al Azka nih masa dia mau disini." Adu Aleta.


"Kamu ngapain disini ka? Bukankah kamar lelaki di lorong kanan." Ucap Alexi, Azka menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku ingin disini Al." Ucap Azka, Alexi menggelengkan kepalanya itu tidak mungkin. Apalagi Alexi akan menempatkan Alea di samping kamar Anes juga.


"Alea kamu mau disini kan? Itu artinya Azka harus pergi dari sini." Ucap Aleta


"Gak bisa gitu dong ta, gimana kalau kita mengambil jalan tengah saja." Ucap Azka.


"Bagaimana tuh?" Tanya Aleta antusias.


"Satu kamar sama aku ta, jadi kamar ini bisa jadi milik kamu juga milikku." Goda Azka, Aleta terbelalak mendengar penuturan Azka.


"Cih, ngimpi." Sengit Aleta memukul tangan Azka.


"Hahaha, bilang aja mau si ta." Goda nya lagi.


"Ogah, lebih baik aku satu kamar sama Alea atau Anes." Ucap Aleta, Azka tertawa puas lalu menyingkir.


"Iyadeh akumah ngalah aja sama kamu ta, nih anggap saja aku sebagai seseorang yang mengistimewakan kamu." Ucap Azka, membuat Aleta bergidik.


"Ini rebutan harta Gono gini belum kelar nih." Ceplos Anes.


"Gono gini udelmu, dikira kita lagi sidang perceraian kali ya." Kesal Aleta, Anes dan Alea tertawa kecil.


"Heboh tauga, udah si kamu ngalah Azka." Ucap Anes.


"Orang aku udah ngalah kok." Ucap Azka, Anes menatap Aleta.


"Azka sudah ngalah ta, kamu masuk ke kamar. Alea mau disini juga?" Ucap Anes, lalu bertanya kepada Alexi.


"Hmmmmmm, disamping kamar kamu." Ucap Alexi, ia membuka kamar sebelah kanan kamar Anes. Ya posis kamar Anes berada di tengah-tengah di apit oleh kamar Aleta dan Alea.


Setelah mengantar Alea ke kamar nya Alexi keluar lalu menarik Azka, ia tak ingin membuat Azka dan Aleta kembali berdebat.


Sementara itu di kamar Aiden terlihat Vee yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidur, Aiden tahu jika Vee merasa lelah.


"Diminum dulu teh hangat nya sayang." Ucap Aiden memijat kaki Vee.


"Eh, jangan gak usah dipijat." Ucap Vee merasa tidak enak, ia tidak ingin dibilang tidak sopan karena Aiden memijat kaki nya.


"Tidak apa-apa, aku tahu kamu lelah sayang." Ucap Aiden, lelaki itu mendekati Vee dan mengecup kening Vee.

__ADS_1


"Maaf, harusnya aku yang memijat dan melayani kamu." Lirih nya.


"Hey, tidak apa-apa kamu bisa melayani aku nanti malam." Goda Aiden, membuat Vee mendengus.


"Ngarang." Ceplos Vee.


"CK, tapi benar kan. Kamu selalu suka jika bagian melayani aku di atas tempat tidur." Goda Aiden, Vee menutup wajah nya yang merona.


"Jangan katakan itu lagi." Ujar nya, Aiden tertawa ia merasa gemas kepada Vee.


"CK, baiklah. Sebaiknya kamu istirahat ya aku akan mandi dulu." Ucap Aiden, Vee mengangguk menatap Aiden. Melihat Vee yang menatap nya, membuat Aiden tersenyum jahil.


"Kenapa ngeliatin? Mau ikut mandi juga." Goda nya, Vee mencibir lalu menutup wajah nya dengan selimut.


Aiden tertawa puas karena berhasil menggoda istrinya, setelah itu Aiden pun memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandi. Ia merasa lelah dan tubuh nya juga sudah sangat lengket.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Di part ini semuanya meresahkan dan bikin gue Bapeureu 😁*


A: Semua aja bikin Bapeureu Uun 😒


N: Aiden, Alexi rasa ingin aku memiliki mu. Tapi Azka juga boleh si kalau mau mah sama gue 😂


A: Uun mau gue tempeleng apa gue sambit un 😒


N: Setdah kaga ada pilihan lain apa 😂


A: Kaga ada nawar, gue bukan kang cabe 😏


N: 😂😂😂 kaga dua-duanya 😜

__ADS_1


A: Hilih 😒


N: 😂😂😂😂


__ADS_2