Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 195


__ADS_3

Saat Anes dan Aleta mendesak wanita tua itu, tiba-tiba saja terdengar suara seorang lelaki yang membuat Anes dan Aleta terkejut.


"Alasannya melakukan semua itu adalah agar Vee di anggap ceroboh dalam menjaga kandungan nya, dan membuat Aiden juga para keluarga marah. Setelah itu dia akan pura-pura peduli untuk menjenguk Vee dan melakukan misinya untuk membuat Aiden tertarik kepada putri kandungnya." Ucap Alexi, membuat wanita itu terkejut.


Bagaimana bisa Alexi mengetahui semua itu, wanita itu menatap Alexi dengan tajam kenapa banyak sekali orang yang membela Vee.


"Siapa kau tiba-tiba datang dan menuduhku seperti itu." Teriak nya.


"Kau tidak mengenal lelaki tampan yang ada di hadapanmu? Oh my God, kau bahkan tidak tahu wajah-wajah lelaki kaya seperti kami. Sangat memalukan." Ucap Alexi, kami yang dimaksud oleh Alexi adalah dirinya dan Axel.


"Sudahlah Alexi dia terlalu ngebet ingin menikahkan putrinya dengan Aiden lelaki yang jelas-jelas sudah memiliki istri, tanpa mereka sadari ada dua laki-laki yang belum menikah di keluarga Abrisham." Ucap Axel, membuat anak dari wanita itu melotot apalagi saat melihat ketampanan Alexi dan Axel.


"Itu alasan mu?" Tanya Anes.


"Tidak itu bohong." Teriak nya, tak lama datang lah sebua mobil membuat mereka semua menoleh.


"Ada apa ini?" Tanya seorang lelaki, yang tak lain adalah papi Vee.


"Maaf sudah membuat keributan di rumah anda tuan, tapi kami kesini hanya untuk meminta pertanggung jawaban dari istri anda." Ucap Anes.


"Pertanggung jawaban apa yang kalian maksud?" Tanya nya.


"Jadi begini tuan_" Ucap Aleta, wanita itu menjelaskan semua yang terjadi.


Tak lupa juga Aleta memberitahu jika saat ini Vee sedang koma dirumah sakit, semua itu berawal dari ibu tiri Vee yang melakukan k*k*rasan kepada para asisten pribadi Vee.


Aleta juga mengatakan jika ibu tiri Vee itu tidak membuat pelayan Vee terluka, maka Vee tidak akan celaka karena kejadian itu berawal dari Vee yang mencari pelayan nya yang tak kunjung datang.


Mendengar putrinya koma di rumah sakit papi Vee merasa terkejut, dan menatap tajam istrinya.


"Kenapa kamu melakukan ini kepada putriku? Kurang baik apa putriku kepada kamu dan anakmu?" Ucap papi Vee.


"Sayang itu bohong, semua itu bohong." Ujar nya.


"Benar Tante, kurang baik apa Vee kepada kalian. Soal Vee yang menikah dengan kakak ku bukankah itu rencana kalian, kalian membuat Vee jauh dari kakek nya hingga membuat kakek selalu khawatir kepada Vee dan memutuskan untuk menikahkan Vee berharap akan ada yang menjaga cucu nya." Ucap Anes, wanita itu menggelengkan kepalanya.


"Tidak kau bohong." Teriak nya.


"Aku berkata benar nyonya, aku tidak berbohong." Ujar nya, Anes memberikan beberapa bukti kepada papi Vee dan membuat papi Vee sangat terkejut.


"Kalian berdua, kalian pergi dari rumahku sekarang juga. Aku akan mengurus perceraian kita." Ucap papi Vee.


"Tidak sayang kamu tidak bisa melakukan itu." Ucap nya memohon.

__ADS_1


"Kenapa tidak bisa, anda tidak menyayangi putrinya bukankah wajar jika dia ingin meninggalkan anda nyonya." Ucap Anes, tanpa menunggu lama Alexi menghubungi para orang kepercayaan nya.


Setelah semuanya terselesaikan kedua wanita itu dibawa ketempat tahanan pribadi keluarga Abrisham, Aleta dan Anes menghela nafas lega.


...


Di sebuah rumah sakit terlihat Aiden yang sedang menemani Vee, Aiden menggenggam tangan Vee dengan lembut.


"Sayang tidak capek kah kamu tidur terus." Ucap Aiden.


"Bangun ya Vee jangan tinggalin aku, aku gak bisa tanpa kamu sayang. Aku sayang sama kamu." Ucap Aiden.


"Vee bangun yuk sayang yuk baby nya kangen kamu, ingin dipeluk kamu." Ujar nya, Aiden tak henti-hentinya menemani Vee membersihkan tubuh wanita itu.


Hati-hati terus berlalu Aiden selalu membawa bunga untuk menghiasi kamar rawat istrinya, bahkan anak Aiden sudah diperbolehkan untuk pulang oleh dokter.


Mom Dea menggendong cucu nya dan mengajak nya untuk ke kamar rawat Vee, Aiden menoleh menatap putranya yang bahkan belum diberi nama.


"Sayang lihat anak kita bahkan akan segera pulang, apa kamu tidak mau pulang bersama baby." Ucap Aiden, saat Aiden sedang berbicara dengan Vee Anes masuk kedalam kamar rawat Vee.


"Mom ayok." Ajak nya.


"Bang baby nya mommy bawa pulang, saat Vee sadar nanti kamu bicarakan nama baby dengan Vee oke." Ucap mommy.


"Semua akan baik-baik saja." Ucap mom Dea.


Aiden mengangguk dan tersenyum, sebelum mommy nya pergi Aiden mengecup kening dan pipi putranya.


Satu Minggu, dua Minggu, tiga Minggu, satu bulan telah berlalu namun Vee belum juga sadar. Kenapa Vee sangat suka sekali tidur.


Alea dan Alexi mengunjungi kakak nya, Alexi merasa kasihan kepada Aiden yang mulai terlihat kurus dan pucat.


"Bang." Panggil Alexi.


"Eh, masuk Al." Ucap Aiden, Alea dan Alexi pun masuk lalu duduk di sofa.


"Bagaimana keadaan Vee?" Tanya Alexi.


"Dia masih tidur dengan nyenyak, mungkin Vee terlalu bahagia bermain dalam mimpinya." Ucap Aiden, Alea merasa kasihan kepada calon kakak ipar nya.


"Kata orang kalau ada orang yang mengalami koma itu harus sering di ajak berbicara bang, karena meskipun dia memejamkan matanya tapi akan mendengar setiap kata yang kita ucapkan." Ucap Alea.


"Benar, jika dia merespon apa yang kita bicarakan itu akan cepat membuat dia terbangun." Ucap Alexi, Aiden mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


"Iya, aku juga sering kok mengajak Vee berbicara." Ucap Aiden.


"Baby nya sekarang dimana bang?" Tanya Alea.


"Baby nya dirumah bersama mommy dan Anes, mungkin mommy dan Anes bergantian menjaga baby." Ucap Aiden, Alea mengangguk.


Wanita itu berjalan mendekati Vee dan menggenggam tangan Vee, sementara Aiden dan Alexi keluar dari kamar sengaja memberikan ruang untuk Alea berbicara dengan Vee.


"Hai Vee, bagaimana tidur kamu nyenyak kan. Tapi kamu jangan terlalu nyenyak dalam tidur kamu, kamu tahu tidak jika bang ai selama ini menjaga kamu dengan baik. Bahkan bang ai tidak pulang kerumah hanya karena tidak ingin meninggalkan kamu, Vee suami tampan kamu itu sekarang terlihat kurus dan pucat. Apakah kamu tidak kasihan kepada bang ai, bangun ya Vee kita semua menunggu kamu disini." Ucap Alea, tanpa Alea sadari air mata Vee menetes dari sudut matanya.


"Kamu gak kasihan sama baby, baby yang kamu jaga dan kamu perjuangkan Vee. Dia dijaga oleh mommy dan Anes, apakah kamu tahu mungkin saja baby merindukan kamu Vee. Baby ingin tidur dalam pelukan kamu." Ucap Alea lagi, air mata Vee mengalir lagi.


Alea tersenyum saat menyadari jika Vee merespon perkataan nya, setelah itu Alea mengajak Alexi untuk pergi ke rumah mom Dea. Ia ingin melihat baby Alea ingin menggendong dan memeluk baby.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N***: Cepet sadar ya Vee, jangan lama-lama kasian Aiden 😩


A: Kalo gamau bangun nanti Aiden nya buat gue aja ya un 😌


N: Ngadi-ngadi Lo Thor, mau gue selepet Lo 🙄


A: Galak amat Lo Uun 😒


N: Bodomamat 😌

__ADS_1


__ADS_2